
Aku berlari melewati reruntuhan pabrik yang terbakar hebat. Dengan nafas memburu, kucoba keluar dari pabrik tetapi api terus melalap seluruh bangunan sampai api membumbung tinggi, berayun-ayun di angkasa.
1008Please respect copyright.PENANABjabngfvPx
Asap hitam pun mengepul, hanya menyisakan panas yang menyengat. Gak ada satu pun orang yang melintas, Reno atau pun Rindu.
1008Please respect copyright.PENANAH8defQEC2D
Kucoba berlari, menembus lorong pabrik mencari keberadaan dua orang yang aku sayang, tetapi gak kutemukan. Setiap aku melangkah ruangan, hanya ada reruntuhan. Debu bercampur asap hitam mengepul dengan api yang menyalat-nyalat mengancam. Meski rasa takutku membayangi hatiku, aku berusaha untuk terus berlari dengan tenagaku yang masih tersisa. Rindu, orang yang aku sayangi gak kutemukan. Hanya lidah-lidah api yang siap melahap tubuhku yang berulangkali menyalat-nyalat ke arahku.
1008Please respect copyright.PENANA4gH6SJsjA6
Tenggorokanku terasa kering, air mataku pun sudah mengering pula. Kucoba memanggil lelakiku, gak ada jawaban.
1008Please respect copyright.PENANAhYqsaosuxp
"Rindu, Reno. Kalian dimana?", Tanyaku pada diri sendiri dengan tangis yang menyesakkan dadaku.
1008Please respect copyright.PENANAykcXhMhikK
Pabrik ini berubah menjadi neraka, dengan api yang membumbung tinggi. Rasa takut di dalam hatiku semakin menyesakkan, saat gak kutemukan seorang pun di dalam pabrik yang terbakar.
1008Please respect copyright.PENANADW08dlapSI
"Hiks, hiks, Rindu", aku benar-benar putusasa.
1008Please respect copyright.PENANAUVdyfspSYZ
Kakiku yang aku paksa berlari, akhirnya kelelahan. Karena rasa lelah yang menderaku, aku terjatuh meringkuk di atas lantai. Lalu aku terbangun lagi, setiap kali aku berusaha berlari. Bangunan yang terbakar kembali runtuh ke bawah. Tetapi aku gak menyerah, seenggaknya aku berharap bisa menemukan seseorang di bangunan ini. Aku yakin, aku akan menenemukan Rindu atau pun Reno. Hanya saja, sudah aku kelilingi bangunan pabrik ini sampai ke lorong-lorongnya dengan langkah lelah. Kucoba memberanikan diri, melewati kobaran api. Tetapi aku justru terjebak, gak ada jalan keluar.
1008Please respect copyright.PENANAA8lhhPIusJ
Aku benar-benar putusasa, karena jalan keluar dari pabrik ini semua tertutup oleh beton-beton dari reruntuhan pabrik yang terbakar. Jilatan-jilatan api, yang terus berkobar terus-menerus melalap semua bangunan dengan asap hitam yang semakin tebal. Mengepul tinggi sampai aku gak mampu memandang sekitarku. Dadaku pun sesak, menghirup asap yang kian tebal. Udara pun memanas, rasa-rasanya aku sedang berada di dalam kubangan neraka. Aku ketakutan, benar-benar takut. Sekarang yang aku inginkan hanya keluar dari sini. Kakiku lelah, mataku pun perih. Bahkan kulitku berkali-kali dijilat oleh api, tetapi kutahan panasnya meski kulitku melepuh.
1008Please respect copyright.PENANACIQTvIkb9H
"Ida! Ida! Kamu dimana!"
1008Please respect copyright.PENANAMsDZyKqNiY
Kudengar teriakan yang memanggilku, kucoba dengan tenagaku yang tersisa untuk menyauti suara yang memanggilku.
1008Please respect copyright.PENANA75JXggXiul
"Aku disini. Tolong aku!", Kataku sambil berusaha bangkit.
1008Please respect copyright.PENANAZ2BvBJHYry
Kulihat seseorang menerobos reruntuhan yang dilahap oleh api. "Reno! Tolong aku!", Aku berteriak agar Reno melihat ke arah dimana aku berdiri.
1008Please respect copyright.PENANAaAPSUasuUW
"Ida! Kamu dimana!", Tetapi Reno gak melihatku.
1008Please respect copyright.PENANAjAldBZsyfH
Api semakin besar, sesekali lidah api menyalat sampai mengenai kulit bahuku. "Hiks, hiks, Reno! Tolong aku!", Aku kembali berteriak, berharap Reno mendengar teriakanku. Dan berbalik arah menatapku.
1008Please respect copyright.PENANAVlK7OlKEmf
Tetapi teriakanku sia-sia, perasaan putusasaku yang aku rasakan melebihi putusasaku yang muncul saat pertamakali aku berada disini.
1008Please respect copyright.PENANAoscBR5xNc5
Aku benar-benar gak tau, kenapa api membakar pabrik. Bahkan saat aku terbangun dengan api yang membumbung tinggi. Semua telah pergi, hanya ada aku saja yang meringkuk di atas ranjang tanpa collar di leherku.
1008Please respect copyright.PENANArJ87YOqERe
"Ida? Tunggu disitu Da, jangan kemana-mana!", Reno sudah menemukanku.
1008Please respect copyright.PENANAkcMnyjZeqo
Berkali-kali Reno hendak berlari di tempat aku meringkuk gak berdaya. Tetapi berkali-kali juga, api menyembur seakan-akan ingin melahap tubuh Reno. Reno gak menyerah, sampai reruntuhan pabrik jatuh di depan Reno.
1008Please respect copyright.PENANARLtbpaZcWg
Sekarang aku benar-benar terjebak di dalam ruangan ini. Reruntuhan yang jatuh di depan Reno, menutup jalan satu-satunya yang bisa dilewati. Nafasku pun sesak gak terkira, bahkan untuk sekedar menghirup nafas pun rasanya sesak. Meski aku terjebak disini dengan suhu yang semakin panas. Aku tetap berusaha memanggil-manggil nama Reno. Tetapi setiap teriakanku membuat tenggorakanku tercekat. Ingin rasanya aku menyerah, lalu membiarkan tubuhku dilalap oleh api di dalam bangunan ini.
1008Please respect copyright.PENANAAiG4wumulv
"Ida! Kamu baik-baik aja? Ida!", Aku masih mendengar suara Reno yang terus memanggil-manggil namaku. Tetapi percuma saja, tenggorokanku yang tercekat membuatku kesulitan untuk berteriak.
1008Please respect copyright.PENANAI6uhZAqaZg
"Ren! Tolong aku!", Aku berusaha berteriak tetapi usahaku sia-sia.
1008Please respect copyright.PENANA5fbgiR1PqS
Panas yang menyengat tubuhku, membuat tubuhku lemas. Aku kehausan, aku benar-benar ingin minum. Dengan sedikit tenagaku, aku berusaha merangkak mencari minum. Saat aku yang dengan susah payah merangkak, lagi-lagi api menyalat nyalat dengan lidahnya yang seakan ingin menjilat tubuhku dengan panasnya yang menyengat. Tetapi, aku gak menyerah, aku ingin terus hidup. Meski tubuhku sudah kelelahan. Dengan masih terus berjuang, untuk tetapi hidup. Aku merangkak menahan isakan tangis yang gak bisa aku tahan.
1008Please respect copyright.PENANAebYuyfO18B
"Ren! Reno, selamatkan aku!", Kataku lemah.
1008Please respect copyright.PENANA8QdtdN8v3W
Saat tubuhku kelelahan, rasa sakit pada payudaraku muncul kembali. "Sakit, tolong aku!", Rasa sakit menjalar ke seluruh payudaraku, dengan payudaraku yang terus membengkak.
1008Please respect copyright.PENANABDLEtKI6oo
Disaat tubuhku tersiksa seperti ini, putusasaku semakin menjadi-jadi. Aku menyerah, aku ingin tertidur selamanya agar rasa sakit yang aku rasakan cepat memudar. Tetapi keinginan yang muncul untuk segera mengakhiri hidupku hanya sebatas di pikiranku saja. Aku hanya putusasa dengan penderitaan yang aku derita. Bukan berarti aku rela untuk mengakhiri hidupku dengan sia-sia.
1008Please respect copyright.PENANAh5lj0XvYZX
"Da! Ida!", Teriakan Reno masih menggema di dalam bangunan ini. Tetapi aku sudah gak lagi bisa berteriak. Setiap kali aku berusaha berteriak, gak ada suara yang keluar dari tenggorokanku.
1008Please respect copyright.PENANAwlg9liXesJ
Kucoba terus merangkak, meski rasa sakit di payudaraku terus menyiksaku.
1008Please respect copyright.PENANAjYJBiXJqHr
"Umi! Hiks hiks", aku benar-benar gak kuasa, sampai rasa rinduku pada umiku kembali muncul. Ingin rasanya umiku datang menolongku, menerobos api yang berkali-kali ingin melahap tubuhku. Lalu umiku memelukku yang sudah gak berdaya, mengusap air mataku yang menetes di pipiku.
1008Please respect copyright.PENANAbONRoY9OIl
Ingin kutumpahkan semua kelelahan ini ke dalam pelukan umiku.
1008Please respect copyright.PENANAomTYlscZZX
"Abah, tolong Ida!", Kataku dengan suara tercekat di tenggorokan.
1008Please respect copyright.PENANAeCrMIFm6Ys
Lalu kulihat seseorang menerobos kobaran api. Ada secercah harapan yang kini menghampiriku.
1008Please respect copyright.PENANAb46ko9xZYl
"Reno?", Setelah aku berusaha menatapnya dengan jelas, orang itu bukanlah Reno melainkan Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANALK4PUiEWUx
Dalam kondisi kelelahan, dengan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhku karena asiku di dalam payudaraku. Aku hanya bisa pasrah Pak Albert menggendongku. Sampai mataku benar-benar terasa berat, lalu aku gak sadarkan diri.
1008Please respect copyright.PENANAxc0P2U2KzL
***************
1008Please respect copyright.PENANASJcWvNJ3TL
Kucoba membuka mataku, dengan mengerjap-ngerjapkan mataku. Aku sedang berada di tempat yang gak aku kenal, dimana aku sekarang berada di atas ranjang dengan sprei putih. Saat aku berusaha bangun, tubuhku masih terasa sakit. Lalu aku melihat kondisi tubuhku, sekarang aku memakai dress panjang putih bersih.
1008Please respect copyright.PENANA5a7Jr2xQyN
"Dimana aku sekarang?", Tanyaku lirih.
1008Please respect copyright.PENANAqkO4FFbG0I
Lalu muncul seseorang yang mendekatiku, setelah aku menyipitkan mataku agar aku melihat lebih jelas. Ternyata orang itu adalah Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANASJdN7JGfiq
"Mbak udah siuman?", Tanya Pak Albert ramah.
1008Please respect copyright.PENANA3rP5jxSmHq
"Saya dimana ini Pak?", Tanyaku pada Pak Albert dan berusaha untuk bangun.
1008Please respect copyright.PENANAj7npyom1qm
"Mbak ada di rumah saya", kata Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANAwZFsokPC02
Saat aku berusaha bangun, tubuhku terasa sakit. "Aw, sakit", kataku mengaduh.
1008Please respect copyright.PENANAnuOllRs5aw
"Jangan dipaksakan Mbak!", Kata Pak Albert yang duduk di sampingku, mencoba membantuku untuk duduk.
1008Please respect copyright.PENANAG533rPl4Cq
"Dimakan dulu Mbak!", Kata Pak Albert membawa semangkuk bubur ayam padaku.
1008Please respect copyright.PENANAMLsMfmIASX
"Terima kasih, Pak", kataku sambil tersenyum menatap Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANAPl7xWt6QSn
"Jangan sungkan kalau butuh apa-apa Mbak! Oh iya, minumnya saya taruh sini ya!", Kata Pak Albert menaruh segelas air putih di atas meja dekat ranjang.
1008Please respect copyright.PENANADtflr9J0bG
"Terima kasih Pak, atas kebaikannya", kataku pada Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANAWEeqbJIEof
"Sama-sama Mbak", kata Pak Albert, lalu Pak Albert pergi meninggalkanku.
1008Please respect copyright.PENANA7xry4FT6Zo
Semenjak apa yang aku alami, aku selalu bertanya-tanya. Siapa sebenarnya yang menjadi pelaku pembakaran di pabrik. Gak hanya itu saja, tetapi segudang pertanyaan tentang dimana orang-orang setelah pabrik terbakar. Bahkan aku gak menemukan Rindu di sampingku. Yang anehnya lagi, gak ada collar di leherku.
1008Please respect copyright.PENANApgUR7PAEF5
Dan yang menjadi pertanyaanku sekali lagi, saat api mulai menjalar membakar bangunan. Seharusnya Rindu dan yang lainnya akan terjebak di ruangan bersamaku. Karena leher kita sama-sama terikat, yang tentu saja gak masuk akal bisa kabur dalam kondisi leher terikat.
1008Please respect copyright.PENANA2wWQlYuWLV
Entah kenapa aku semakin kebingungan dengan apa yang menimpaku. Banyak kejadian yang gak masuk akal, yang gak bisa aku cerna dengan akal sehatku. Jangankan kebakaran yang membakar pabrik. Kasusku diculik dan si penculik membawaku di pabrik sekaligus peternakan yang berisi perempuan-perempuan yang diperah susunya untuk dijual saja, sangat-sangat gak masuk akal. Karena emang gak mungkin, pabrik semacam itu ada. Tetapi aku benar-benar mengalaminya. Bahkan aku merasakan sendiri saat asiku diperah menggunakan mesin.
1008Please respect copyright.PENANAFrGRphm1HS
Lalu Pak Albert kembali masuk ke dalam kamar dengan seorang perempuan memakai cadar. Aku mengernyitkan dahiku, penuh tanda tanya.
1008Please respect copyright.PENANAbuUfDd4fwj
Perempuan itu duduk di sampingku, "Da, ini aku Rindu", kata perempuan bercadar itu.
1008Please respect copyright.PENANAqTXjsCWzJY
"Benarkah?", Aku masih tetap gak percaya karena aku gak melihat wajahnya. Tetapi aku bisa mendengar suaranya, yang memang mirip dengan suara Rindu.
1008Please respect copyright.PENANA88aLCivoKi
"Ini aku, Da. Rindu", kata Rindu membuka cadarnya.
1008Please respect copyright.PENANAV4pHe4zNM7
Melihat Rindu selamat, aku terisak. "Hiks, hiks, syukurlah kamu selamat Ndu", kataku sambil menghambur memeluk Rindu.
1008Please respect copyright.PENANAEsXPmDtbz3
Rindu memelukku sambil tangannya mengusap punggungku lembut. Merasakan pelukan Rindu pada tubuhku, dengan usapan pada tubuhku. Kesedihan dan rasa sakit yang aku rasakan seakan menguar.
1008Please respect copyright.PENANAa3c1osCGew
Rindu memegang punggung tanganku, "Dia ayahku, Da", kata Rindu sambil menoleh ke arah Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANAVPSkoJ1LHn
"Maksudnya?", Tanyaku gak mengerti.
1008Please respect copyright.PENANAWwgdyv5tWW
"Iya, Pak Albert ayahku. Maaf udah nyembunyiin semua dari kamu", kata Rindu sambil menepuk-nepuk punggung tanganku.
1008Please respect copyright.PENANAuIUdN61CXp
Entah kenapa, aku terpesona dengan penampilan Rindu sekarang. Rindu sangat cantik, dengan balutan dress panjang berwarna gelap dengan hijab lebar yang menjuntai.
1008Please respect copyright.PENANAVjydlKxBy8
Lalu aku berusaha bertanya pada Rindu, karena aku benar-benar penasaran. Karena aku benar-benar gak mengerti bagaimana Rindu menghilang saat aku terbangun dalam kondisi pabrik sedang terbakar.
1008Please respect copyright.PENANAaQZSwvm8LV
"Boleh aku bertanya, Ndu?", Tanyaku pada Rindu.
1008Please respect copyright.PENANARvV3QFlheN
"Boleh Da, mau tanya apa?", Tanya Rindu dengan tersenyum.
1008Please respect copyright.PENANAE5NCZxBHNX
"Cantik banget senyumnya", batinku.
1008Please respect copyright.PENANADrG5RjeNhe
"Aku bener-bener penasaran, kenapa pas aku bangun kamu gak lagi di ranjang? Dan yang lainnya pun juga gak ada? Trus kenapa gak ada yang membangunkanku saat aku masih tertidur?"
1008Please respect copyright.PENANATvXE0rRIcf
"Kamu gak perlu tau, gimana caranya. Yang perlu kamu tau, aku adalah anak pemilik pabrik", seketika ekspresi Rindu berubah menjadi mengerikan.
1008Please respect copyright.PENANAYoEeB7emqt
Bulu kudukku menjadi merinding, entah kenapa kenyataan yang terungkap di depanku membuatku ketakutan.
1008Please respect copyright.PENANAj120YsrsNX
"Dimana Reno?", Tanyaku terisak.
1008Please respect copyright.PENANAUvK3fFAafv
"Aku gak tau. Dan aku gak mau tau, dimana Reno sekarang", kata Rindu berubah menjadi sinis.
1008Please respect copyright.PENANAZEw2QnPkFo
"Kenapa kamu jadi kayak gini sih, Ndu?", Tanyaku masih belum bisa menerima kenyataan.
1008Please respect copyright.PENANA9Ba0zlqIMj
"Aku sejak dulu kayak gini, Da. Kamu aja yang gak pernah nyadar", kata Rindu semakin memuakkan.
1008Please respect copyright.PENANA9iygrrzjRc
Kutatap Pak Albert, "Kenapa Pak Albert giniin saya Pak? Apa salah saya?", Tanyaku terisak-isak.
1008Please respect copyright.PENANA2bRRgmDlWK
"Gak salah, Mbak. Mbak gak salah, hanya saja Mbak dibutuhkan pabrik saat itu", kata Pak Albert.
1008Please respect copyright.PENANAdnsMneChLF
"Bapak gila, kenapa Bapak lakuin itu ke saya dan juga yang lain!? Hiks hiks", kataku dengan nada tinggi.
1008Please respect copyright.PENANAFoNyYGZNZX
Plak.. Rindu menampar pipiku keras. Mendapat tamparan di pipiku oleh Rindu, mataku perih. Orang yang aku percaya tega melakukan ini padaku. Bahkan tega membohongi aku juga.
1008Please respect copyright.PENANAdlc1QR76Km
"Kamu jahat, Ndu. Jahat kayak ayahmu juga!", Kataku yang gak kuat menahan marah dan benci.
1008Please respect copyright.PENANA5tZg0F1qaB
"Hahaha, aku emang jahat Da. Apa kamu gak sadar? Apa kamu digelapkan oleh perasaanmu sendiri? Atau kamu terlalu bodoh?", Rindu menghujaniku dengan kata-kata kasar yang membuatku gak sanggup menahan air mataku agar gak menetes.
1008Please respect copyright.PENANAbMERbjCg5h
"Biarkan aku pergi dari sini! Aku mau cari Reno", kataku berusaha bangkit.
1008Please respect copyright.PENANAsCn1DNHqmt
"Kamu gak bakal bisa keluar dari sini, Da", kata Rindu.
1008Please respect copyright.PENANASEgHwlT6cm
Aku tetap mencoba untuk berdiri, tetapi aku terjatuh kembali terjatuh di atas ranjang. Entah kenapa kakiku rasanya lumpuh, saat aku berusaha berdiri, kakiku gak mampu aku pijakkan. Enggak hanya lemas, tetapi sakit yang menyiksa.
1008Please respect copyright.PENANArOsKUHuaXa
"Kan udah aku bilang. Kamu gak bisa keluar dari sini, Da", kata Rindu.
1008Please respect copyright.PENANAlCTNBzVANP
"Kalian apakan aku? Hiks hiks", tanyaku dengan isak tangis yang gak bisa aku cegah.
1008Please respect copyright.PENANATQzGtxlGnU
"Kita gak ngelakuin apa-apa", kata Rindu.
1008Please respect copyright.PENANAGRQyNiSsky
"Kenapa aku gak bisa jalan? Hiks", tanyaku dengan tangis yang kembali meledak.
1008Please respect copyright.PENANARqcUQjVEAu
"Aku kira, kamu perempuan kuat Da. Ternyata kamu perempuan lemah", kata Rindu mengejekku.
1008Please respect copyright.PENANAJyCfJh5lGb
"Kenapa kamu mengalihkan pembicaraanku? Kenapa aku gak bisa jalan?!", Tanyaku dengan nada tinggi.
1008Please respect copyright.PENANAq97xNBMI9G
"Aku sama ayahku gak perlu menjawabnya. Karena itu gak penting", kata Rindu.
1008Please respect copyright.PENANA94UzSBeQ3m
"Kenapa kamu ngomong berputar-putar sih, Ndu? Apa susahnya menjawab alasan kenapa aku gak bisa jalan?", Tanyaku yang mulai emosi.
1008Please respect copyright.PENANA54oWOeYBF4
"Aku suka, kamu mulai emosi, Da", kata Rindu dengan tersenyum sinis.
1008Please respect copyright.PENANA4DRu36AjoL
"Kamu jahat, Ndu, hiks", kataku kembali terisak.
1008Please respect copyright.PENANAz52vn3r5wh
"Aku emang jahat. Kamu tau? Aku lah yang membakar pabrik", kata Rindu yang mendekatkan wajahnya mendekat sampai nafas kita beradu.
1008Please respect copyright.PENANAf477Xp5PTG
Saat aku mencium nafas Rindu yang wangi, jantungku berdetak kencang. Entah kenapa disaat seperti ini, aku lemah saat dihadapkan dengan pesona Rindu di depanku. Sifatnya yang jahat, seakan pudar karena pesonanya yang membiusku.
1008Please respect copyright.PENANARoIstgENvf
"Kenapa kamu lakuin itu, Ndu?", Tanyaku datar.
1008Please respect copyright.PENANALbqVGvrTH9
"Karena aku suka", kata Rindu dengan senyum menyeringai. Wajahnya yang cantik, yang sebelumnya membuatku terpesona. Sekarang justru membuatku ketakutan.
1008Please respect copyright.PENANAXVyT25dQ0T
Lalu masuk ke dalam kamar, orang yang aku kenal. Digo, Rian dan Andika.
1008Please respect copyright.PENANApS0Ywq1c7m
"Bawa dia, Mas!", Kata Rindu ke Digo, Rian dan Andika.
1008Please respect copyright.PENANAAznFKgpTJ9
Digo mengangkat tubuhku, memanggul tubuhku di atas pundaknya. Saat aku dipanggul di atas pundak Digo, seakan-akan aku flashback ke belakang. Aku teringat saat aku pertamakali diculik dan dibawa ke pabrik.
1008Please respect copyright.PENANAM3oA8ijD9B
Saat aku berada di panggulan Digo, mulutku rasanya terkunci. Gak ada daya lagi untuk memberontak, bahkan air mataku rasanya mengering.
1008Please respect copyright.PENANAM5KSaaBzwj
Sekarang aku dibawa di tempat yang hampir sama dengan tempat sebelumnya. Tetapi di tempat ini, hanya ada aku. Dress putih yang melekat di tubuhku ditarik paksa sampai robek. Dan sekarang aku yang telanjang bulat dipasung di restrain bed dalam posisi vertikal.
1008Please respect copyright.PENANAhTHlbM84BD
Dengan tubuh menggigil kurasakan teat cup terpasang di putingku. Kurasakan mesin pemerah susu memerah asi di dalam payudaraku yang membengkak.
1008Please respect copyright.PENANA98YirfJupA
Dengan menggigit bibir bawahku dan mata terpejam, aku ingin menyangkal apa yang aku alami. Entah kenapa aku merasa seperti tidur. Semakin dalam, semakin dalam dan semakin dalam.
1008Please respect copyright.PENANAFBUwM9ymsW
"Da, makan malam! Turun!", Aku langsung tersentak kaget mendengar umiku memanggilku.
1008Please respect copyright.PENANAIvImCTAxUc
Kucoba membuka mataku, kukucek-kucek mataku agar aku bisa melihat dengan jelas. Betapa terkejutnya aku, karena aku sekarang berada di dalam kamarku. Sedang dalam posisi tengkurap, memakai piyama berwarna putih. Lalu aku mencoba duduk, kucoba membuka tablet yang tergeletak di atas ranjangku. Kucoba membuka layar tabletku.
1008Please respect copyright.PENANAOvlr7Im9BB
"Ya Tuhan!", Aku kembali terkejut dengan menutup bibirku dengan tangan karena apa yang aku alami seperti manga hentai yang ada di tabletku.
1008Please respect copyright.PENANAHlS7zR7f0w
Lalu aku tersenyum, karena semua yang aku alami hanya mimpi. Sebelum aku turun ke lantai bawah, kurapikan rambutku. Dan aku pakai hijab bergoku.
1008Please respect copyright.PENANAFAMqhXTQ4A
"Da. Ghaida!",
1008Please respect copyright.PENANAdxeuDD35wC
Langkahku berhenti lalu aku menoleh ke belakang. "Reno?", Kataku gak percaya Reno berada di kamarku.
1008Please respect copyright.PENANAgr4expKwSn
Kukucek-kucek lagi mataku, Reno menghilang. Entah kenapa aku meneteskan air mata.
1008Please respect copyright.PENANAdJ0tdpF2aE
TAMAT
ns 15.158.61.20da2