
Ini merupakan kisah cerita fantasi atau tidak nyata, dengan nama yang ku samarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ini sengaja aku ceritakan karena aku mempunyai hasrat yang sama dengan cerita ini.
Pertama perkenalkan namaku Farid Setya ( Samaran ), Sekarang aku sekolah di SMK Negeri 2 kota X. Aku merupakan siswa yang dinilai cukup baik dimata guru - guru, karena aku tipikal orangnya rajin dan tidak selalu menunda pekerjaan. Tapi entah mengapa aku sekarang sering sekali berpikiran kotor saat wanita yang orangnya itu selalu berpakaian ketat.
Yang tidak lain itu adalah guruku sendiri. Relen Bayu atau biasa disebut Bu Relen, Adalah seorang guru cantik sensual berjilbab, ia adalah guru yang mengajar pelajaran seni budaya. Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus baju lengan panjang beserta roknya, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya. Sungguh menawan sosok guru ini.
Relen, memiliki berkulit kulit sawo matang, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit yang bersih, tinggi badan sekitar 160 an cm, wajah yang begitu cantik dan serasi dengan jilbab yang selalu ia pakai.
Di balik baju yang selalu ia pakai.., terlihat jelas tonjolan payudaranya yang terlihat besar ( standarlah ), sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat. Terkadang saat melihat ia berjalan, pantatnya terlihat samar - samar selalu mengikuti langkahnya saat berjalan. Sungguh indah sekali pemandangan ini. Walaupun ia selalu berpakaian tertutup, tapi masih saja selalu menonjolkan payudara dan juga pantatnya, entah disengaja maupun tidak disengajanya.
Pembawaan saat ia mengajar, sering membuatku gagal fokus, bagaimana tidak, setiap mengajar ia selalu berpakaian yang ketat, dan juga suaranya yang membuatku menjadi sange ketika mendengarnya, ingin sekali aku menumpahkan seluruh spermaku ke wajahnya yang cantik walaupun ia sudah memiliki anak.
Pada suatu hari, aku dipanggil ke kantor oleh Bu Relen karena aku belum mengumpulkan waktu lalu. Aku pun langsung bergegas kesana karena ini merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Aku pun menuju ke kantor. " Assalamualaikum, Bu Relen ? " ucapku.
" Waalaikumsalam, iya masuk Rid " jawabnya.
Aku pun masuk dan dipersilahkan duduk olehnya. " Ada apa rid, tumben kok kesini ? " tanya Bu Relen. " Ini Bu saya mau mengumpulkan tugas yang belum saya kumpulkan, dikarenakan waktu itu saya tidak masuk dikarenakan SAKIT " jelasku.
Bu Relen pun menerima tugasku dan langsung mengeceknya, dan tanpa kusadari, aku sempat terpesona melihat Bu Relen sedekat ini dan betapa indahnya payudara dibalik bajunya itu. Dalam hatiku " Lihatlah betapa indahnya, payudaramu itu bu, ingin sekali aku memegang dan menjawabnya, juga ingin sekali merasakan penisku ini digosok oleh payudaramu Bu, pasti sungguh nikmat ".
Karena keasikan berkhayal, aku tidak sadar bahwa Bu Relen memanggilku, " Rid, Rid " pangginya sambil menyentuh tanganku. Aku pun terkejut " I i iya bu, maaf ada apa ya ? " jawabku. " Kamu ini dipanggil kok malah bengong sih, mikirin apa kamu, jangan - jangan mikirin kamu pacar ya ? Jangan pacaran dulu, sekolah dulu yang pintar ya ! " godanya.
" Eh Ibu bisa saja, nggak kok Bu saya tidak mikir apa - apa kok, cuma bengong, he he he " jawabku sambil tertawa. " Ada - ada aja sih kamu, ini saya mau bilang, tugasmu ini ternyata masih kurang 1 yaitu tugas bikin prakarya " jelas Bu Relen.
Aku yang mendengarkannya langsung ku jawab " Waduh, maaf saya tidak tahu, saya tidak diberitahu oleh teman - teman, dan itu terakhir kapan ya bu ? ". " Itu sebenarnya sih, sudah dua hari yang lalu telatnya, tapi untuk kamu saya maklumi, karena kamukan tidak karena sakit, jadi bagaimana kalau kamu pergi kerumah saya nanti sehabis sekolah saya bantu mengerjakannya, gimana kamu mau tidak ? " jelas Bu Relen.
Mendengar hal itu pun aku langsung kaget dan sempat tidak percaya, " Wah, beneran nih, ini nggak mimpikan " pikirku.
" Rid, Rid, eh malah bengong lagi, jadi kamu mau apa tidak nih ? " tanyanya sambil menyentuh tanganku. " I i iya bu, saya mau " jawabku dengan penuh semangat.
" Baiklah, nanti Ibu tunggu dirumah ya, kamu berangkatnya hati - hati jangan ngebut utamakan keselamatan " pesan indah Bu Relen untukku.
ns 15.158.61.37da2