
Bel sekolah pun berbunyi, Aku pun langsung pergi kerumahnya Bu Relen untuk mengerjakan tugas prakarya. Sesampainya dirumahnya, aku mengetuk pintunya. " Assalamualaikum, Bu Relen ? " ucapku sambil mengetuk pintu. Dan tiba - tiba pintu pun terbuka " Waalaikumsalam, oh kamu toh rid, sini masuk " jawab Bu Relen.
Aku pun masuk dan dipersilahkan duduk olehnya. " Kamu silahkan duduk dulu di situ ya, saya mau mandi dulu nih, gak enak rasanya kalau badan saya kotor " ucapnya. " Iya bu, silahkan " jawabku.
Ia pun meninggalkan ku dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Di dalam hatiku, ingin rasanya sekali aku mengintip dia mandi. Karena sudah gak tahan dan pikiran yang selalu terbayang, dengan nekat aku pergi ke kamar mandi untuk merencanakan hal yang tidak senonoh tersebut.
Sesampainya di kamar mandinya, aku melihat ada lubang kecil yang mungkin terhubung ke dalam kamar mandi. Karena penasaran, aku pun langsung mencoba mengintipnya, dan betapa terkejutnya, ternyata benar lubang kecil tersebut terhubung oleh kamar mandi.
Terlihat disana Bu Relen yang sedang melepaskan semua pakaiannya yang ia pakai tadi, dimulai dari jilbab, baju, kemudian rok yang ia pakai tadi di sekolah. Sekarang kini ia hanya memakai bra dan cd berwarna hitam, amat begitu indah dan menawan ia saat hanya memakai pakaian dalam saja, karena aku bisa melihat betapa besarnya payudara dan pantatnya secara langsung. Aku sampai kagum dibuatnya, tak lama kemudian, ia akhirnya membuka pengait bra yang ia kenakan, dan tidak lupa cd pun ia lepas, kini ia sudah telanjang bulat tanpa sehelai pakaian apapun.
Akhirnya hal yang selama ini kuimpikan, sekarang bisa melihatnya secara langsung. Ku lepaskan celana ku, langsung ku kocok penisku. Sambil mengocok penisku, aku sambil berkhayal, jika aku berada di dalam kamar mandi bersamanya, langsung ku suruh dia untuk sepongin penisku ( blowjob ) ku tumpahkan sperma di wajahnya yang amat menggoda, setelah itu aku mencium mulutnya seperti di adegan film - film dewasa yang pernah ku tonton, menjilat dari leher hingga ke payudaranya, juga gak lupa memeknya yang sangat mulus itu. Setelah itu langsung ku entot dan crot di dalam rahimya. Betapa nikmatnya jika aku bisa melakukannya secara langsung dengannya, tapi semua itu hanya khayalan.
Sampai aku tidak sadar, bahwa penisku sudah mengeluarkan sperma yang cukup banyak di tanganku, dan ku lihat ia juga sudah selesai dengan mandinya, aku pun bergegas memakai celana ku kembali agar tidak ketahuan olehnya. Aku pun langsung menuju ke tempat dudukku semula sambil berpura - pura main hp.
Kemudian Bu Relen keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya yang seksi, namun handuk itu kekecilan dan akhirnya tidak bisa menutupi dengan sempurna, terlihat payudaranya hampir keluar karena saking besarnya. " Maaf Rid, saya baru selesai mandinya " jelas Bu Relen. " Iya bu, tidak masalah santai saja " jawabku dengan deg - deg an. " Saya mau pakai baju dulu ya " balasnya. Karena keceplosan aku jadi bilang gini kepadanya " Iya bu silahkan, gitu aja juga gak apa - apa kok ". Mendengarkan ucapan ku tersebut, membuat ia terkejut " Kamu ini, ada - ada saja, masa saya menutupi tubuh saya hanya memakai handuk saja, kan itu gak sopan ada kamu " balasnya. Namun ia tidak marah dan malah tertawa, mendengar ucapannya aku terus meminta maaf " Maaf ya bu, saya keceplosan dan gak bermaksud begitu ", " Iya Iya, gak apa - apa kok, wajarlah anak muda, sudah ya saya mau pakai baju dulu, kalau gini terus gak bakalan selesai " jelasnya. " Iya bu " balasku dengan rasa bersalah. Ia pun pergi ke kamar untuk memakai bajunya.
Tidak lama kemudian, Bu Relen sudah selesai memakai bajunya dan keluar menuju ke ruang tamu, tempat dimana aku duduk. Ku lihat Bu Relen memakai gamis berwarna putih dan jilbab berwarna hitam yang menutupi rambutnya. Namun seperti biasanya, ia memakai baju selalu menonjolkan auratnya, entah salah bajunya yang kekecilan atau memang ia yang sengaja, tapi aku tidak boleh menuduh yang tidak - tidak.
" Maaf ya Rid, sudah menunggu lama " ucapnya. " iya bu tidak apa - apa kok " jawabku. Kami pun langsung mengerjakan tugas prakarya tersebut. Tak terasa hari sudah mulai gelap akhirnya tugasku itupun akhirnya selesai juga. Karena sudah malam akupun meminta izin ke Bu Relen untuk pamit " Terima kasih banyak bu atas bantuannya, dan saya ingin pamit untuk pulang karena hari sudah mulai gelap, takutnya keluarga di rumah khawatir ". " Iya Rid sama - sama, berhubung sudah malam kamu pulangnya hati hati ya " balasnya. Aku pun pulang dan menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku langsung mandi, kemudian makan, karena kelelahan aku pun pergi ke kamar tidur. Aku tidak bisa tidur karena masih kepikiran hal tadi sore, bisa melihat Bu Relen telanjang bulat secara langsung bukan mimpi. Karena hal itu, aku langsung mengocok penisku lagi, sambil membayangkan dirinya. Aku berharap aku bisa melihat itu lagi dan kalau bisa lebih alias bisa mewujudkan impian selama ini ( mengajaknya hubungan badan ).
2498Please respect copyright.PENANAITaV24Ife3