“Kenapa sih harus ada cek kesehatan tiap minggu?” Bu Melan menggerutu dalam hatinya.
Bu Melan dan Bu Laras adalah kepala sekolah dan guru BP di SMP 22. Sekolah yang mayoritasnya diisi oleh murid beragama islam. Siang itu Bu Melan tengah kesal karena ia disuruh untuk cek kesehatan di uks oleh dinas, dengar-dengar petugasnya pun bukan dari sekolah dan seorang biarawati pula. Dirinya serta Bu Laras pun harus dibuat pusing oleh Jono, siswa katolik yang suka membuat onar di sekolahan. Namun mereka tak mengira bahwa kekesalan mereka terhadap non-muslim akan merembet ke hal-hal di luar pekerjaan mereka. Jono dan sang biarawati itu akan mengubah hidup mereka yang dulunya seorang muslimah taat menjadi lonte binal penyuka kontol.