
15188Please respect copyright.PENANAIkJSpXDTrC
Dewi, Seorang guru cantik sensual berjilbab, ia adalah guru di sebuah SD. Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus gamis panjang, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya.
Sungguh anggun sosok akhwat berjilbab ini. Dewi, berkulit kulit Putih, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit putih bersih, tinggi badan sekitar 158 cm, potongan muka manis, agak memanjang dengan dibalut jilbab yang sangat menawan hati.15188Please respect copyright.PENANAKaL5Iq899Q
Di balik baju muslimnya..,tercetak tonjolan teteknya yang montok, sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat.Wow…indahnya….Walau berjilbab, saat berjalan kain panjangnya tertiup angin …menampakkan cetakan tungkai pahanya dan kakinya terlihat panjang serasi dengan bentuk badannya..walau tertutup gamis panjang dan jilbab yang rapat, langkahnya terlihat sangat seksi dan gemulai.
Pembawaan Dewi dengan jilbabnya terlihat sangat kalem dan malu-malu. Hal ini rupanya menarik perhatian Pak Agus, sang kepala sekolah. Pak Agus sangat terkesan dengan penampilan Dewi, karena Dewi yang berumur 25 tahun, adalah seorang gadis yang sangat cantik,berjilbab anggun, alim dan sopan.
Sebagai akhwat berjilbab yang sopan dan alim dewi agak risih juga terhadap Pak Agus, karena setiap kali lewat didepan ruangannya, Pak agus selalu melirik dan melempar senyum kepada Dewi.
Kalau kebetulan Dewi tidak melihat keluar, maka Pak agus akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Dewi akan terpancing untuk melihat keluar. Agak ngeri juga melihat tampang Pak Agus dengan badannya yang gelap dan tinggi besar.
Di sekolah tempat Dewi mengajar, setiap jam pulang sekolah, yaitu jam 14 para karyawan termasuk para guru dan staff pulang semuanya, kecuali guru yang akan mengajar ekstra kurikuler.
Hari itu hari Kamis, Dewi dapat jatah mengajar ekstra kurikuler, hingga ia harus menunggu dari jam 14 sampai jam 15.00. Dengan jilbab kerudung warna biru tua ,mengenakan baju panjang terusan berbahan kain halus yang jatuh, berwarna merah muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut,ia kelihatan teramat cantik dan manis, apalagi kulitnya yang putih kuning bersih.
Karena memang sudah jam pulang, suasana sangat sepi, hanya ditunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar. Untuk menghilangkan lelah setelah sejak pagi mengajar, Dewi istirahat sambil makan makanan yang dibawanya dari rumah.
Tiba-tiba, Pak Agus melintas di depan ruangan dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Pak Agus memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Pak agus kembali menuju ke ruangan Dewi . Secara perlahan-lahan Pak Agus mendekati ruangan Dewi, dan mengintip ke dalam. Bu guru berjilbab itu sedang berdandan membetulkan kerudungnya, merapikan gamis panjangnya yang mewah, menghadap ke cermin yang memang disediakan di ruangannya.
Mendengar suara pintu terkunci dewi menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. berbalik sambil berkata, “Pak, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi pak Agus hanya memandang Dewi dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Dewi semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.
Tapi dengan kalem Pak agus berkata, “silakan saja nona manis.., apabila kamu mau bikin skandal dan setiap orang di sekolah ini akan menggosipkan kamu selama-lamanya”.
Mendengar itu Dewi yang pada dasarnya pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal. Kala akhwat cantik berjilbab itu berada dalam keraguan, dengan cepat Pak agus berjalan mendekat ke arah Dewi.
Karena ruangan kerja yang sempit , begitu Dewi mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Apalagi dengan gamis panjangnya yang melilit tubuhnya, ia tak bisa bebas bergerak.
Dengan cepat kedua tangan Pak Agus yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Bu Guru berjilbab yang montok itu dan mendekapkan ke tubuhnya.
Dalam sekejap badan Dewi yang sangat halus dan ranum, telah sepenuhnya berada dalam pelukan lelaki tua itu.
Pak Agus memegang kedua lengan bagian atas Dewi dekat bahu, sambil mendorong badan Bu guru berjilbab itu hingga tersandar pada meja, pak agus mengangkat badan Dewi dan mendudukkannya di atas meja kerjanya yang penuh buku-buku itu. Kedua tangan Dewi diletakan di belakang badan dan dipegang dengan tangan kirinya.
Dengan beringas Pak Agus mencium wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu. Nampak Pak Agus seperti anjing kelaparan menyosor wajah cantik dewi, sementara akhwat cantik berjilbab itu hanya bisa meronta-ronta.
Badan Pak Agus dirapatkan diantara kedua kaki Dewi yang tergantung di tepi meja dan paha pak Agus yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Dewi terbuka. Ia sengaja tidak melepas gamis dan kerudung akhwat ayu itu. Ia ingin menyetubuhi akhwat itu dengan membiarkan gamis dan jilbabnya tetap terpakai. Ia merasakan sensasi yang luar biasa bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Tangan kiri Pak Agus yang memegang kedua tangan akhwat berjilbab itu di belakang badan Dewi dan ditekankan pada pantat ke depan, sehingga badan akhwat berjilbab yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Dewi melekat rapat pada paha sebelah kiri Pak Agus yang berdiri menyamping.
Tangan kanan Pak Agus yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju panjang terusan yang dikenakan Dewi sementara Dewi hanya bisa menggeliat.
“Jangan…,AAAAAAAAAAAHHHHH… jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Pak Agus tetap melanjutkan aksinya itu.
Sebentar saja baju bagian depan Dewi telah terbuka sampai sebatas perut, sehingga kelihatan teteknya yang montok itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya.
Tetek yang kuning dan kenyal itu seolah ingin lepas dari BH nya.Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat merangsang. Dengan lincah tangan kanan Pak Agus bergerak ke belakang badan Dewi dan membuka pengait BH .
Kemudian Pak Agus menarik ke atas BH Dewi hingga terpampang kedua tetek Dewi yang montok sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda mencuat naik turun dengan cepat karena nafas yang tidak teratur.
“Oooohh…, OOOOOOUUUUGGHHHH….ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”.15188Please respect copyright.PENANA4bmM1syiQl
Erangan akhwat cantik berjilbab itu tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah Pak Agus menyingkapkan kerudungnya hingga terlihat kupingnya mulut Pak Agus mulai mencium belakang telinga Dewi dan lidahnya bermain-main di dalam kuping bu guru berjilbab itu.
Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan perempuan berjilbab itu menggeliat-geliat hingga tanpa terasa Dewi mulai terangsang oleh permainan pak Agus.
Mulut Pak Agus berpindah dan melumat bibir Dewi dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut dan menggelitik-gelitik lidah Dewi.15188Please respect copyright.PENANAIFjkLAVLs8
“aahh…,AAAAAGGHHHHHH….UUHHH……AAAAAAAAAHHHHHHHHHH…… UOUUUUUEHHMMM hmm…, hhmm”, terdengar suara menggumam dari mulut Dewi yang tersumbat oleh mulut Pak Agus.
Badan Dewi yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Pak Agus sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu turun ke leher, kepala Dewi tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang telanjang melengkung ke depan, ke arah Pak Agus. Teteknya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki tua tersebut.
Pak Agus langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah tetek Dewi mulutnya mencium dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya tetek yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Pak Agus. Tetek yang kenyal itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Pak Agus yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap.
Lidah Pak agus bermain-main pada puting hingga tetek Dewi segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak nafas akhwat alim ini menerima permainan Pak Agus yang lihai itu. Badan nya terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,
“Sssshh…, ssssshh..SSSSSHHHHHHHH……OOOOOHHHHH…AAUUUHH…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”,15188Please respect copyright.PENANAKKQFa8w6JU
Mulut Pak Agus terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting tetek akhwat itu secara bergantian selama kurang lebih lima menit.
Dewi guru cantik berjilbab itu kini benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras.
Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badannya tersentak, karena dia merasakan tangan Pak agus mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena baju gamis panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya.
Dewi mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci oleh Pak Agus, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan adalah hanya mengerang,
“Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.
Melihat kondisi seperti itu, Pak Agus yang telah berpengalaman, yakin bahwa akhwat ayu berjilbab ini telah berada dalam genggamannya.
Aktivitas tangan Pak Agus makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha mulus akhwat itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas. Tiba-tiba jarinya menyentuh bibir memek Dewi.15188Please respect copyright.PENANAkfkyG92y4F
Segera badan akhwat itu tersentak , “aahh…, jaannggaan!”.
Mula-mula hanya ujung jari telunjuk pak Agus yang mengelus-elus bibir memek Dewi yang tertutup celana dalam, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Pak Agus menarik celana dalam itu dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Bu Guru berjilbab itu.
Sesekali Pak Agus membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya dengan kain gamis panjang yang kian kusut itu.
Dewi tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan pak Agus ini. Sekarang dirinya dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam dan kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka nya yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.
Pak Agus benar-benar semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati memeknya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Sebentar-sebentar Pak Agus menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan memek akhwat berjilbab itu.
Sementara Dewi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Melihat ekspresi muka akhwat cantik yang masih memakai jilbab duduk mengangkang,kain gamisnya terangkat tinggi dan telah telanjang di tubuh bagian bawah ini.. yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut.
Pak Agus melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 14.05, berarti dia masih punya waktu kurang lebih satu jam untuk menuntaskan nafsunya itu.
Pada saat itu Pak Agus sudah yakin bahwa dia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.
Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Pak Agus, dengan tetap mengunci kedua tangan Dewi, tangan kanannya mulai membuka kancing dan resleting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan celana dalam-nya.
Pada saat celana dalam-nya terlepas, kontol pak Agus yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa.
Pak Agus agak merenggangkan badannya, hingga terlihat oleh Dewi kontol yang sedang mengangguk-angguk itu, badan akhwat berjilbab itu tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki Tua itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar…., sangat panjang…, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti jamur.
Tak terasa dari mulut Bu guru berjilbab itu terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding.
Dewi belum pernah melihat kontol sebesar itu, ia merasa ngeri.
“Bisa jebol memekku dimasuki kontolnya”, gumamnya dalam hati. Namun ia tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu.
Pak Agus menatap muka cantik yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu.
“Kau Cantik sekali Dewi.."gumam pak Agus mengagumi kecantikan akhwat itu.
Kemudian dengan lembut Pak Agus menarik tubuh yang cantik itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Pak Agus berdiri menghadap langsung ke arah Dewi dan karena yakin bahwa Dewi telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan akhwat cantik ini, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki Dewi, bahkan dengan gemas ia merentangkan kedua belah pahanya lebar-lebar.
Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan akhwat berjilbab itu, Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu.
Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Dewi tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Pak Agus yang besar, Dewi sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya mulai diliputi oleh suatu sensasi yang menggila, apalagi melihat tubuh Pak Agus yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang di tumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.
Gejolak birahi kedua manusia itu semakin membara, Sambil memegang kedua paha Ustazah Dila dan merentangkan nya lebar-lebar, pak Agus membenamkan kepalanya di antara kedua paha Dewi. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Dewi hanya bisa memejamkan mata.
“Ooohh..OOOOHHHH…., nikmatnya…,AAAUUUGGHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAHHHH… ooohh!”, ia menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.15188Please respect copyright.PENANAKf4pEL8xst
“Ooooohh..AAAAAAAAAAA ….HHHH…OOOHH…OOWWWW…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.15188Please respect copyright.PENANApQuZSrnOXC
“Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Dewi memelas sambil menggigit bibir.
Dewi ….guru SD yang cantik berjilbab itu….. tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi,perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang Tua yang kasar itu dengan dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Pak Agus yang telah berpengalaman itu.
Namun rupanya lelaki Tua itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Dewi sudah mulai merespon atas cumbuannya itu.
Tangannya yang melingkari kedua pantat Dewi kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek dengan sangat bernafsu.
Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Pak Agus, Dewi benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup.
“Paakkk…, aakkhh... AAAAAAAAAKKKKHHHH….EENNNAAAAAAKK…..ENAAAAKK K…..TERUUUUUUUUUSSSSSSSSS…TERUUUUUUSS………, aakkkhh!”, akhwat ayu berjilbab itu mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Pak Agus untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut pak Agus keras-keras.
Kini ia tak peduli lagi akan bayangan Pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki Tua itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan.
Akhwat ayu berjilbab…yang lemah lembut ini… benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki Tua yang dapat membangkitkan gairahnya.
Pak Agus makin gemas menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini menggeliat-geliat menahan nikmat.
Sebentar-sebentar Pak Agus menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.
Sementara Dewi hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.Ya…Dewi benar-benar berada dalam Birahi yang membakar sukmanya.
Tiba-tiba Pak Agus melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Dewi yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya akhwat cantik itu dari atas meja dan kemudian Pak Agus gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Dewi ke bawah, sehingga sekarang posisi akhwat berjilbab itu berjongkok di antara kedua kaki berbulu Pak Agus dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya.
Dewi …tahu apa yang diingini lelaki itu..tanpa sempat berpikir lagi, tangan Pak Agus meraih belakang kepala Dewi dan dibawa mendekati kontolnya, yang sungguh luar biasa itu.
kepala kontol Pak Agus telah terjepit di antara kedua bibir mungil Dewi…., dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Dewi mulai mengulum alat vital Pak Agus, hingga membuat lelaki Tua itu melek merem keenakan.
"OOoooohhhhhh..TERUUUUUUSSS…….Dewi……enaaaaaakk …Dewi ……Dewi" "Dewi…..aaaauuuuuww……..teruuuusssss……ooooggghhh"
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut yang sensual, itupun …hampir sesak nafas dibuatnya.
Pak Agus merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang Kelihatan bu guru berjilbab yang cantik itu, menghisap…, mengulum serta mempermainkan batang kontol keluar masuk ke dalam mulutnya.
Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah Dewi menyapu kepalanya. Rupanya akhwat cantik berjilbab itu mahir juga bermain oral sex…Bibirnya yang seksi dan wajahnya yang cantik….begitu memukau hati Pak Agus. "TERUUUUUUSSS…….Dewi……enaaaaaakkk… .. …Dewi....Dewi…..aaaauuuuuww…..teruuuusssss……ooooggghhh."
ns18.224.137.108da2