Alice adalah seorang gadis polos yang begitu menyukai Frans, seorang anak lelaki yang cukup populer disekolahnya. Frans adalah seorang pemusik yang hebat dan selalu tampil disetiap acara sekolah. Suara yang khas dan petikan gitar yang begitu syahdu adalah ciri khas yang membuat Alice begitu tertarik padanya. Menurut Alice, suara Frans memiliki ciri khas yang akan membuatnya selalu mengingat lelaki pujaan hatinya tersebut. Namun apalah daya, Alice hanya bisa menyimpan perasaannya itu baik-baik di dalam hatinya.
768Please respect copyright.PENANA0gIDAId3ay
Seperti yang kalian semua bisa tebak, Frans yang populer di SMA nya itu pun tentu mendapat banyak perhatian dari masyarakat sekolah, khususnya anak perempuan, baik kakak kelas maupun adik kelas. Pastilah Alice bukan satu-satunya gadis yang menaruh hati padanya.
768Please respect copyright.PENANAhpQQX9FOou
“Andai aja gue cantik, pasti Frans bakalan ngelirik gue kan?”,gumam Alice dalam hati.
768Please respect copyright.PENANA0Qc3mI4zEW
“Eh, menurut lu ada gak ya cowok yang suka sama gue?”, tanya Alice pada Luna, teman baiknya dikelas.
768Please respect copyright.PENANARSqeJVKIhk
“Ihh, pasti ada lah… lu kan cantik sih. Emangnya kenapa? Mau nyari cowok?”, kata Luna dengan ekspresi sedikit menggoda.
768Please respect copyright.PENANAjl56KiNcXV
“Bayangin aja gue udah 16 tahun dan belum ada cowok yang mau menyatakan perasaannya ke gue. gue kan jadi insecure. Lihat noh yang suka sama lu, bahkan gak terbilang banyaknya. Mantanmu aja udah… 52 kan?”, tanya Alice dengan raut wajah polosnya.
768Please respect copyright.PENANAtvEqQtAFKB
“Ehh, sembarangan. 51 aja kok”, balas Luna dengan jujurnya.
768Please respect copyright.PENANAmEkBbC2Aph
“Yaudah, Cuma beda tipis kok. Paling pacarmu sekarang juga bakal jadi mantan”, kata Alice dengan tawa yang mulai melebar.
768Please respect copyright.PENANAye0VBFIpmc
“Heh! Doain tuh yang baik-baik ya”, Luna pun menepuk pundak Alice yang diikuti dengan tawa mereka yang pecah.
768Please respect copyright.PENANA7sPAO0M8fX
Ditengah asiknya mereka bercanda gurau, secara tak sengaja Frans berlalu tepat dari hadapan mereka yang sontak membuat Alice salah tingkah. Dia tak berani menatap lelaki itu bahkan ia berusaha untuk pura-pura tak melihatnya. Selain tak ingin bertingkah bodoh didepan Frans, Alice juga harus berusaha keras menutupi perasaannya itu dari Luna. Dalam hal ini, Alice adalah seorang pembohong yang baik.
768Please respect copyright.PENANAaLOFzkfO0P
“Al, lu ngerasa gak sih kalo Frans belakangan ini sering lewat dari depan kelas kita? Kira-kira apa dia punya gebetan di kelas kita ya?”, tanya Luna sedikit berbisik.
768Please respect copyright.PENANA2nS1Zy4t03
“Iyah juga ya… tapi siapa ya?”, tanya Alice balik
768Please respect copyright.PENANANiWpCUV7Ku
“Apa jangan-jangan dia suka sama lu?”, goda Luna.
768Please respect copyright.PENANAaWdAbgnyA7
“Dih… Apaan sih lu? Ya kali dia mau ngelirik gue.”, jawab Alice dengan pandangan yang mencoba tegar dan perasaan yang kalut.
768Please respect copyright.PENANAMcFUNL1F4A
“Udah ah, gue mau ke kantin. Lu ikut gak?”, ajak Alice yang segera ingin melupakan kata-kata Luna.
768Please respect copyright.PENANA4qkkkARiWx
“Ayuklah, mau jajan ice cream.”, kata Luna sembari menggandeng tangan Alice.
768Please respect copyright.PENANAOqFrXMKmzB
Kedua gadis itu pun berlalu menuju kantin sekolah yang pastinya selalu ramai dikunjungi disetiap jam istirahat. Setelah membeli beberapa cemilan, Alice dan Luna pun segera pergi ke lapangan untuk melihat anak-anak lelaki yang sedang bermain volley.
768Please respect copyright.PENANAmgpDWAS4JO
“Eh lihat tuh ada Bambang, pacar lu. Pantesan aja lu ngajak gue kesini.”, kata Alice sembari menunjuk lelaki berparas tampan yang merupakan pacar Luna, sahabatnya.
768Please respect copyright.PENANAwbNevLNLtd
“Hehehe… Lu kan bisa sekalian lihat-lihat cowok ganteng sih. Siapa tau bakal ada yang kecantol sama lu.”, kata Luna meledek.
768Please respect copyright.PENANAISlHA0NuyL
Alice pun hanya memutar matanya ke arah para pemain volley yang semuanya adalah cowok-cowok ganteng. Di tengah keseriusan Alice dalam menonton permainan dan sesekali melirik wajah pemainnya, tiba-tiba mata Alice menangkap sosok pria yang tak lain dan tak bukan adalah Frans yang tengah duduk tepat berseberangan dengan tempatnya berada.
768Please respect copyright.PENANAKQ4EAJoRLd
“Eh? Sejak kapan dia ada disana?”, pikir Alice. Alice pun kembali teringat kata-kata Luna di depan kelas tadi yang membuatnya sedikit tersipu malu.
768Please respect copyright.PENANAMXsRiNEEpT
“Nggaklah… Gak mungkin Frans suka sama gue. Dia aja mungkin gatau nama gue. Sadar Alice… Sadar…”, gumamnya dalam hati.
768Please respect copyright.PENANAjuCc44DOZn
Alice yang semula fokus kepada permainan pun seketika buyar dan sesekali mencuri-curi pandang ke arah Frans yang tak kalah tampan dari para pemain volley.
768Please respect copyright.PENANAeqz8xbviGf
Namun tiba-tiba seorang perempuan duduk disebelah Frans sambil menawarinya sebotol air mineral dan disambut baik oleh Frans. Alice yang mengetahui bahwa perempuan itu adalah Yuri, teman sekelasnya yang sangat cantik dan juga populer, langsung memalingkan wajahnya dan membisu seribu bahasa.
768Please respect copyright.PENANA9vYMD2Q1d0
“Pantas saja…”, katanya membatin.
768Please respect copyright.PENANAR0giWVT4Be
Setelah permainan selesai, Luna langsung pergi menghampiri pacarnya, sementara Alice masih duduk memandang keakraban yang terjadi antara Frans dan Yuri. Mereka tampak seperti pasangan yang serasi.
768Please respect copyright.PENANAWvEGprUTdW
“Alice, yuk balik ke kelas” ,ajak Luna. Dengan membawa kesedihannya, Alice bergegas pergi dari lapangan bersama Luna.
768Please respect copyright.PENANA3LcckCYj5O
Selama kelas berlangsung, Alice berusaha untuk fokus kepada pelajaran. Namun pikiran yang kacau mulai mengganggunya. Kesedihan yang tak bisa dijelaskan merasuk kedalam batinnya. Membuat Alice hanya bisa menatap kosong kearah buku dan membisu.
768Please respect copyright.PENANACl8g6slOVZ
“Alice, berapa hasil dari Integral x^3 + 2x^2 - 4x + 2 ?”, tiba-tiba pak Gunto sudah berada didepan Alice sambil membawa pertayaan matematikanya.
768Please respect copyright.PENANA3nw5whpapG
“ 1/4x^4 + 2/3x^3 - 2x^2 +2x + C ”, Jawab Alice tanpa pikir panjang.
768Please respect copyright.PENANAiZhqmWgTU6
“Bagus. Lain kali kamu jangan bengong dikelas atau kamu akan saya suruh berdiri di
depan”, kata pak Gunto tenang dengan nada ancaman khas guru matematika.
768Please respect copyright.PENANAT4Z4WIDwVR
Pak Gunto kembali melanjutkan materi pembelajarannya, sementara Alice tetap berada dalam kesedihannya. Alice yang diam-diam melirik kearah Yuri pun mengagumi kecantikan Yuri dan sikapnya yang mudah bergaul dengan banyak orang. Pantas saja kalau Yuri banyak disukai dan menjadi populer.
768Please respect copyright.PENANA99gFtxnddv
“Alice, lu harusnya seneng lihat mereka. Setidaknya Frans benar-benar dapat perempuan
yang sepadan. Udahlah Alice, lupain aja.”, bisiknya dalam hati.
768Please respect copyright.PENANASGBW6OZJif
***
768Please respect copyright.PENANALUHL9TtUg4
Bel pulang sekolah pun berdentang. Lantunan musik yang disenangi semua murid pun mengundang sorak dari beberapa kelas, tak terkecuali kelas MIPA 1, kelas Alice berada.
768Please respect copyright.PENANAIOHU8XrYQD
“Mantep banget lu Al bisa jawab soal matematika tanpa mikir gitu.”, kata Luna dalam perjalanan mereka menuju gerbang sekolah.
768Please respect copyright.PENANAGKE0h0wDT4
“Lah… soalnya gampang banget mah itu.”, kata Alice dengan bercanda dan nada yang agak sombong.
768Please respect copyright.PENANA3hvl2QUicF
“Hm… Mulai sombong…”, Luna pun membalas yang tentunya diakhiri dengan tawa mereka berdua.
768Please respect copyright.PENANAQTvcUgAsbp
“Emang tadi lu bengong apaan sih? Semenjak dari lapangan tadi lu kok kayak murung gitu?”, tanya Luna lagi.
768Please respect copyright.PENANAfvAXH8QQOV
“Ah? Masa sih? Perasaan gue biasa aja dah.”, kata Alice sembari menutupi perasaan sedih dibalik wajah
bingungnya itu.
768Please respect copyright.PENANAjFUABjyQzf
“Ayo jujur! Lu kenapa diam-diam gitu sih? Lu sesak berak ya?”, tanya Luna lagi dengan wajah sok seriusnya.
768Please respect copyright.PENANADBRTxwxIuQ
“Apaan sih Lunaa… Astaga…”, Alice langsung tertawa terbahak-bahak.
768Please respect copyright.PENANAS1u1GJsHxt
Kedua sahabat itupun berpisah di depan gerbang sekolah. Alice pulang dijemput oleh Miko, kakak laki-lakinya,
sementara Luna pulang dengan Bambang, pacar Luna.768Please respect copyright.PENANAkLCQfXxL6W
ns 15.158.61.37da2