Rina masuk ke kamar mandi untuk membersihkan hidungnya di wastafel. Dia melihat ke arah cermin yang ada di depannya. Dia mulai menitikan air mata.
“Kenapa? Kenapa baru sekarang gwe tau semua ini? Tentang penyakit gwe, tentang hidup gwe, tentang orang tua gwe, bahkan tentang sodara kembar gwe. Kenapa gwe gak tau sebelumnya,” ucap Rina dalam hati. Air matanya mengalir semakin deras. Tanpa dia sadari darah juga mengalir dari hidungnya. Suara tangisannya semakin terdengar.
Di luar, Fanya melewati kamar mandi. Ketika dia mendengar suara tangisan, dia langsung masuk ke kamar mandi. Dia sangat terkejut saat baru masuk. Dia melihat Rina yang sedang menangis. Lalu, dia menghampiri Rina dan menanyakan sebab Rina menangis. Namun, Rina terus saja menangis. Dia memeluk Rina untuk menenangkannya.
Pelukannya membuat Rina sedikit tenang. Sampai tidak lagi terdengar suara tangisannya. Dia masih memeluk Rina. Mata Rina terpejam. Tangan Rina yang semula memeluk erat Fanya kini lemas dan terhempas ke samping badannya. Fanya semakin khawatir ketika merasakan tubuh Rina semakin berat. Dia bersandar ke dinding untuk mencoba melihat apa yang terjadi dengan Rina. Dia sangat terkejut melihat Rina yang pingsan dan muka Rina pucat. Darah di hidung Rina juga belum berhenti. Dia mendudukkan Rina lalu pergi mencari bantuan untuk membawa Rina ke UKS.
#BERSAMBUNG
Makasih kepada yang sudah setia membaca cerita aku. semoga kalian terhibur.
ns 15.158.61.20da2