
Perkenalkan, namaku Wisnu, ibuku adalah orang bali dan bapakku kurang tahu persis lebih tepatnya. Di lahirkan dalam keluarga yang tidak bisa dibilang normal. Ibuku bekerja menghidupkanku dari melayani semua laki laki hidung belang, dan mungkin aku adalah hasil hubungan zina dengan ibuku saat itu.
Terdengar konyol tapi itulah yang terjadi, merantau ke Jakarta untuk memulai hidup baru sebagai seseorang yang memiliki perawakan tinggi besar memulai karir sebagai seorang kuli bangunan. Bergaul dengan banyak orang dan menemukan kasih sayang di sana dari tempat kerjaku.
Pak Sagaf adalah mandor dan juga guru saya baik tidak hanya sebagai mentor kuli tapi juga dunia malam. Pernah saat itu aku diajaknya threesome dengan seorang biduan, walau penampilan dan kualitasnya jauh bila dibandingkan di Bali namun aku tetap bersyukur diajaknya berwisata lendir.
"Nu! yuk lah daripada kerja terus gitu sekali kali ikut bapak main ya.. " sergahnya sembari menarik lenganku yang masih sedari tadi meneruskan pekerjaan menguli. "Sesekali lah lagian ini sebentar lagi selesai dan lita masih ada tenggat waktu seminggu.. " jawabnya. Di perjalanan kami dia bercerita tentang pahitnya kehidupan bila tak dimulai sewaktu muda.
Aku setuju karena memang sulit jika hanya diam dan tak berkarya. Sesampainya disana dan menego, Pak Sagaf membawaku dan dia ke sebuah ruangan yang tak kelihatan layak untuk tempat bermain cinta. Tapi aku nggak bisa menolak begitu saja, masih bagus dikasih gratis.. coba kalo di suruh bayar.
"Neng, sepongin kontol mamang ya" sembari Pak Sagaf menurunkan retsletingnya, sang biduan itu menyepong kontolnya yang mungil. Aku hanya diam saja, bukan karena apa. Ini pertama kalinya diriku disuguhkan pemandangan demikian. Walau di Bali banyak, tapi itu pun hanya sebatas melihat dari kejauhan saja. "Ohhhh enakkk brrrrr.. sepongannya mantabssss... lanjuutt...!!! Loh Nu, kenapa diam aja buka celananya ntar keburu dilaletin loh" candanya.
Aku tertawa lalu kemudian menelanjangi diri dan betapa mengejutkannya mereka berdua dengan kompak "Bujugggg... gede banget.. itu kontol apa pentungan" aku terkekeh. Kontol dengan panjang 21 inchi dan lingkar yang ga main main ini mencuat keatas bagai roti prancis yang siap menghantam lobang mungil biduan itu.
Selama permainan, Pak Sagaf hanya mampu bermain 3 menit dan sekarang giliranku mendapatkan servis nikmat dari biduan ini. Dijilat lalu di sepong, walau hanya masuk 1/8 kepala kontolku ini bagiku tak masalah. Lanjutlah dia menaiki batanganku, sang biduan pun mengernyitkan dahinya sembari berkata "Duhhhh marem bangettt... uhhhh gila gedeeekkk bangsattttt... ouuhhhh.. bisa mampus gw kalo disodok kontol ini.. " lalu masuklah sepenuhnya batang besarku, perutnya yang rata kontras dengan ceplakan batang kontolku dari memeknya hingga perutnya.
"jrreett grookkk jreett groookkk" bunyinya begitu binal sekali saat kelamin kami beradu, terasa ada yang mentok saat dirinya menurunkan tubuhnya. Aku yang tak tahan, lantas mengangkat tubuhnya yang ramping itu dan menyenderkan nya di dinding kamar ini. Betapa geli dan gatalnya kontolku setiap menggesek isi memeknya yang sempit itu lalu ku genjot dirinya sembari mengenyot susunya yang menggantung itu. "plok plok plok plok plok plok... " cairan lendirnya begitu banyak membanjiri kemaluanku dan membuatnya licin untuk selalu ku kayuh.
20 menit berlalu, biduan itu menunjukkan tanda tanda akan orgasme dan di tandai denyutan dinding rahimnya semakin cepat aku menggenjotnya dan dia berkedut kedut lalu muncrat deras cairan memek miliknya dan saat itu aku pun sudah mulai orgasme. "Ouuuuhhhhhhhhh akuuu nyampeee massss.... aku geli bangeettt oohhhh rahim aku... ohhh rahimku... hamili aku maassss" teriaknya dan aku semprot isi rahimnya hingga 7x tembakan dan dia orgasme untuk yang kedua kalinya.
Karena ini kali pertama aku bercinta, dengkulku terasa lemah dan ku cabut kontolku hingga berbunyi "plokkk" rahimnya turun dan keluarlah diantara memeknya. Dia puas dan akupun juga begitu. Pak Sagaf yang sedari tadi menonton kami kembali terangsang dan menggenjot biduan itu tak lebih dari 1 menit, keluarlah peju bersarang dalam rahimnya yang mencuat keluar itu.
Berkat pengalaman tak terlupakan itu, biduan yang biasanya memasang tarif kencan seks ini hanya memberiku servis gratis kapan pun aku mau. Lalu seminggu telah berlalu dan rumah tempat aku menguli telah selesai dengan sempurna. Aku berpisah dengan Pak Sagaf karena pekerjaan sudah selesai. Sebelum perpisahan itu aku dikenalkan olehnya kepada seorang wanita cantik berketurunan Tionghoa bernama Lisa.
Dan disinilah kisah cintaku yang unik dimulai...
Bersambung...
ns 15.158.61.18da2