Sejak aku bertemu dan berkenalan dengan Lisa, kehidupanku berubah 180° menjadi lebih baik. Tak hanya segi ekonomi, bahkan gaya dan penampilanku pun berubah. Dahulu yang hanya menggunakan kaos oblong dengan celana cingkrang dan sendal jepit. Kini mengenakan setelan suit putih yang kontras dengan warna kulitku serta kacamata hitam dan phantopel putih serta tak lupa dengan jam tangan mahal.
Lisa memang berbeda dari kebanyakan wanita yang kukenal, pasalnya saat dikenalkan oleh kolega ku dia sering memandang selangkanganku dan sering menyentuh dan bahkan meremas manja kemaluanku. Lisa pun memintaku untuk tinggal bersamanya di salah satu apartemen di Kemang. Di kenalkan oleh para sahabatnya yang kukenal antara lain; Roy, Suci, Fabiola, Michael dan Putri. Kelima sahabatnya merupakan orang dengan kekayaan terkaya di Indonesia. Bukan sembarang orang tentunya.
Selepas aku di kamar, Lisa langsung menelanjangi dirinya sembari berjoget erotis sembari meraba dadaku dari balik suit yang dia belikan kepadaku. Aku mereguk kenikmatan darinya dengan tanpa kesusahan, satu persatu kutanggalkan pakaianku dan terbelalaklah Lisa menatap daging panjang nan tebal itu menjulang tinggi di hadapannya.
Lisa meraihnya dan kemudian menjilati hingga memasukkan kepala kontolku tepat di bibirnya yang ranum. Aku terengah engah menikmati serangan erotis dirinya, dan kemudian dimainkannya kontolku di sela sela payudaranya yang kencang itu. "Ohhh shittt... enak banget Lis... ohhhhh" lenguhku, "Jangan panggil aku Lisa, panggil aku... pelacurmu.. " dia kemudian menjawab demikian.
Tak kuasa aku dikerjai begini, dan kemudian aku mengangkat tubuhnya itu ke ranjang dan menjilati setiap lekuk tubuhnya yang putih lagi mulus. Lisa bergelinjang dan meraih orgasme hanya dengan di cumbu liar olehku. Entah apa dan bagaimana, sosok yang tak kukenal tengah berdiri diantara kami. "Lisa!!! siapa dia!!!" seorang wanita paruh baya bersuara lantang sedang memergoki foreplay kami.
"Mama~ !! ini, kenalkan pacarku... namanya Wisnu" sembari mengernyitkan dahinya dan mengerang dan merintih... "Ohhh mama.... Lisa nyampekkkkk ohhhhh" kemudian Lisa menjerit keras diiringi oleh getaran liar tubuhnya dan muncratlah cairan orgasme miliknya membasahi tubuhku yang hitam legam ini. "Tante, saya Wisnu salam kenal" aku berdiri usai memberikan orgasme kepada Lisa sambil mengulurkan tanganku.
"Lisa!! kamu ini, kan sudah mama bilang, kalo mau main ya di hotel!! bukan di apartemen keluarga begini!!! kalo papa tahu, habis kamu!" mamanya seakan tak menggubris kehadiranku malah memarahi Lisa yang masih terengah engah mendapati kenikmatan orgasmenya.
"Tapi mam, kan papa juga lagi ngewek sama sekretaris nya harusnya mama ya santai ajah, wong mama mau ngentot berondong juga papa fine fine aja kan?" sergah Lisa lalu duduk diatas ranjang usai sembari membetulkan make upnya. "Kamuu.. tolong kasih tahu Lis... " belum sempat selesai bicara, mamanya kini dihadapkan dengan pemandangan luar biasa.
Matanya tak berkedip melihat barangku yang luar biasa, diselingi oleh tegukkan liur dalam mulutnya. Mama Lisa yang kukenal bernama Fiona ini kini tengah terkagum kagum dengan kontol panjangku. "Ma!... Mama!!!" jawab Lisa, "Eh ya... uhmm.. Lisa maafin mama yah sayang, mama sudah marahin kamu, lagian betul juga sih kan papa lagi ngewein si jalang itu" sembari tangannya meraba dan mengocok pelan kontolku yang tebal ini.
"Ma.. daripada gitu kenapa ga ngewe aja sama pacarku.. enak loh kontolnya.. " padahal Lisa belum pernah ku setubuhi bisa bilang enak.. agak lain memang perempuan satu ini. Tak menunggu lama, Fiona menjejali memeknya yang berjembut lebat itu dan menggenjot liar dengan posisi WOT. Fiona melenguh sejadi jadinya dan sembari mengayuh kenikmatan, lidah kami bertemu dan bercinta dengan liarnya.
Aku dan Fiona disaksikan oleh Lisa yang sedang colmek. Walau sudah lower tapi karena besarnya kontolku tak menjadikan kemaluannya tak berasa, masih tetap sama dengan wanita lain yang sudah sering ku setubuhi. "Wisnu... tante nyampek sayang.... ohhh nikmat banget kontol pacarmu, sayang... buat Tante nyampe ya.. nanti mama restui kamu nikahin anak Tante.. kamu ga perlu kerja cukup kontolin Tante yaahh~" mendapat angin segar lalu ku angkat dan kukayuh tubuhnya.
Fiona orgasme sejadi jadinya dan kemudian sperma panasku bersarang dalam dalam kemaluan mamanya Lisa. Kami orgasme begitupun juga dengan Lisa...
Bersambung...
ns 15.158.61.19da2