
Aku sangat malu saat Togar melihatku tanpa memakai cadar dan hijab. Padahal sempat terbersit pikiran yang membuat birahiku memuncak. Tetapi tak bisa menghapus rasa malu yang aku rasakan. Berbeda dengan saat aku berdiri tanpa hijab dan cadar di depan jendela. Karena yang melihatku bukanlah orang yang kukagumi.
16133Please respect copyright.PENANAI6pdy1yFsq
Ada rasa yang tak bisa aku pahami, yang seharusnya aku mampu melepas hasrat liarku seperti di dalam fantasyku. Tetapi kenyataannya berbeda, saat aku berada di depan Togar tanpa memakai hijab dan cadar, aku merasa seperti telanjang di hadapannya. Aku benar-benar belum siap, rasa maluku membuatku tak berkutik.
16133Please respect copyright.PENANAePBv6aIDfC
"Tok tok tok" Togar mengetuk pintu kamarku.
16133Please respect copyright.PENANAtKFSpeClMI
"Kakak gapapa kan?", Tanya Togar.
16133Please respect copyright.PENANAO6vEV4jEzk
Wajahku yang aku benamkan di atas bantal aku angkat, dengan lidah kelu aku berusaha menjawab "Emm aku gapapa kok Bang", kataku.
16133Please respect copyright.PENANAKhVBC0kXk0
Dengan langkah gontai aku berusaha bangun dari tempat tidurku, aku merasa tak enak dengan Togar. Karena sebagai tuan rumah seharusnya aku tak seperti ini, meski aku tau Togar bukan mahromku. Hanya saja, dalam lubuk hati yang paling dalam aku mau menjadi tuan rumah yang baik untuk tamuku.
16133Please respect copyright.PENANAjwAC1aZjZ3
Tetapi aku tak tau, apakah sebatas karena Togar adalah tamuku atau karena aku mulai mengagumi Togar. Memikirkannya aku jadi malu, tanpa sadar aku tersenyum tipis.
16133Please respect copyright.PENANAYt210TWYEG
Sebelum aku membuka pintuku, tak lupa aku memakai cadar dan hijabku yang panjang sampai menutupi lekuk tubuhku.
16133Please respect copyright.PENANAtkTBWHhyp8
"Kreeekk" pintu aku buka.
16133Please respect copyright.PENANARhpsyuZVHl
"Beneran kan Kak, Kakak gapapa?", Kata Togar perhatian.
16133Please respect copyright.PENANAEabeytNKVg
Dibalik cadarku aku tersenyum simpul "Aku gapapa kok Bang", kataku.
16133Please respect copyright.PENANAwbowiiyQhx
"Syukurlah kalau begitu Kak. Oh iya ada yang ketinggalan, habis ini aku balik lagi Kak", katanya.
16133Please respect copyright.PENANASRRLh0ObMn
"Kok buru-buru Bang?", Kataku berusaha ramah.
16133Please respect copyright.PENANACI6wd2xdKx
"Iya Kak, soalnya udah ditunggu orang", katanya.
16133Please respect copyright.PENANA1VmVkTSQ4X
"Minum kopi dulu Bang, aku buatkan ya?", Tanyaku sedikit memaksa.
16133Please respect copyright.PENANAuMEHTQjNyQ
"Emm gimana ya. Kalau yang nawarin Kakak bingung mau nolak", kata Togar.
16133Please respect copyright.PENANA1x6pZYpdJP
"Yaudah, tunggu ya Bang aku buatkan dulu!", kataku.
16133Please respect copyright.PENANA0sx1If94WU
Togar melangkah ke arah ruang keluarga, lalu aku berjalan ke dapur untuk membuatkan Togar kopi hitam kesukaannya. Saat aku berjalan menuju dapur, aku tersenyum sendiri. "Kenapa sebegitu perhatian ya? Bahkan aku pun paham apa kesukaannya", kataku di dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANAsW5Zvhg2Ww
Aku tersenyum simpul, ada yang menyeruak di dalam hatiku yang terdalam. Dengan senang hati, aku aduk kopi dan gula di dalam gelas. Pikiranku melayang kemana-mana, aku membayangkan sebagai istri yang melayani suaminya.
16133Please respect copyright.PENANA4rcbtQopGI
Lalu pikiranku tersadar "Astaghfirullah".
16133Please respect copyright.PENANAlTpuIjNOTH
"Aqila, Aqila, kenapa kamu gak sadar-sadar sih? Status kamu masih istri Najib", kataku pada diriku sendiri.
16133Please respect copyright.PENANAk0zjTgHgxh
"Huh" aku mendengus.
16133Please respect copyright.PENANAZtQg2XzHnR
Kulangkahkan kakiku ke ruang keluarga, dengan senyum tipis dibalik cadarku.
16133Please respect copyright.PENANAaVUbQRLIxs
Kutaruh kopi di atas meja di depan Togar, saat aku menunduk mata kita bertemu. Kita saling tatap dalam waktu yang lama.
16133Please respect copyright.PENANAyliITRg5KN
Kulihat wajah Togar maju, mendekat ke arah wajahku. Secara refleks, kutolehkan wajahku.
16133Please respect copyright.PENANA6wi5fUN9x8
"Muach" bibir Togar mengenai pipiku yang tertutup cadar.
16133Please respect copyright.PENANA0Qm4pLfi1i
Mendapat perlakuan seperti itu bukannya aku marah, justru membuat jantungku berdetak kencang.
16133Please respect copyright.PENANAg9CBBjZS7U
Lalu Togar memundurkan wajahnya, "maaf ya Kak", katanya santai.
16133Please respect copyright.PENANA6U6FUPPPo7
Ntah kenapa aku sulit mengucapkan satu kata pun.
16133Please respect copyright.PENANA4EStx5E2QR
"Kak" kata Togar berdiri di depanku.
16133Please respect copyright.PENANA6PTUZ6frNk
Togar di depanku dengan jarak yang cukup dekat, hembusan nafasnya membuatku mati kutu. Kuremas-remas ujung hijabku, dengan menunduk malu.
16133Please respect copyright.PENANAWzeQAEeElk
Lalu Togar melihat jam tangannya "Waduh, aku harus cepat-cepat balik nih Kak", katanya buru-buru.
16133Please respect copyright.PENANAesJcEeC7vO
Karena menghormatiku, Togar menyempatkan meminum kopinya meski gak habis.
16133Please respect copyright.PENANALi5pQ1vhyn
"Aku balik ya Kak?", katanya.
16133Please respect copyright.PENANAcSjlgBBsUg
"Eh iya Bang", kataku tersentak kaget.
16133Please respect copyright.PENANA1JojZKkwIA
"Assalamualaikum" kata Togar.
16133Please respect copyright.PENANAkDKv7waeZQ
"Wa'alaikum salam Bang, hati-hati di jalan ya", kataku dengan tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAPOLObuE7tm
Rasanya hatiku seperti meledak, ntah kenapa aku merasa bahagia.
16133Please respect copyright.PENANAkC7xUovxee
Setelah Togar berangkat, aku kembali sendirian. Rasa sepi tiba-tiba menyelinap di dalam hatiku. Ada perasaan murung yang menguar keluar.
16133Please respect copyright.PENANAHcTg1xwWcu
"Huh" aku mendengus kesal.
16133Please respect copyright.PENANANL1YrWhr5y
Sekarang aku sedang duduk di atas sofa depan tv. Udara yang akhir-akhir ini panas membuatku kembali berpeluh. Kunyalakan kipas anginku. Tetapi tetap saja aku masih merasakan gerah. Karena Togar udah kembali berangkat, cadar dan hijab panjangku berani aku lepas.
16133Please respect copyright.PENANA4ar0DFlolY
Semilir angin dari kipas anginku membuat mataku berat.
16133Please respect copyright.PENANAELeqaEU4op
"Hoam" ngantuk banget.
16133Please respect copyright.PENANAnQQxSNMvjF
Aku sudah gak peduli jika kejadian dua minggu yang lalu terulang lagi. Justru pikiranku gak bisa lepas dari membayangkan Togarlah pelakunya. Ntah kenapa aku berharap kejadian itu terulang lagi.
16133Please respect copyright.PENANA92M0EdmewT
"Huh" aku mendengus.
16133Please respect copyright.PENANAmlIpZ3oLfn
"Ah gila kamu Aqila, jangan mulai nakal ya Aqila. Kamu tetap harus menjaga marwahmu sebagai istri dan juga muslimah bercadar!", Kataku pada diri sendiri.
16133Please respect copyright.PENANAHfhq0uRzoZ
"Kenapa? Aku salah begitu? Bukankah berbohong juga adalah dosa?", Kataku menyangkal diriku sendiri.
16133Please respect copyright.PENANA9PtImnRk1M
"Kamu bodoh Aqila, kamu membandingkan dua dosa yang gak sepadan. Kamu tau Aqila, yang kamu bayangkan itu adalah dosa besar? Itu zina Aqila", kataku menyangkal lagi.
16133Please respect copyright.PENANA7BrbBeGmOQ
Rasa-rasanya kepribadianku seperti terpecah menjadi dua, saling berbenturan satu sama lain.
16133Please respect copyright.PENANA2f1q64oNAI
"Zina? Tapi aku menyukainya", Kataku menyangkal.
16133Please respect copyright.PENANA5WELXUiyKP
"Bagaimana kamu menyukainya, padahal kamu mengkhianati suamimu sendiri? Apakah gak ada sedikit pun rasa bersalah di hatimu?", Kataku menyangkal lagi.
16133Please respect copyright.PENANAmgejbQmO7H
"Rasa bersalah pada suamiku", kataku berpikir mengawang.
16133Please respect copyright.PENANAtOLTa43JWb
"Deg deg deg" jantungku semakin berdetak kencang dan nafasku memburu.
16133Please respect copyright.PENANALCQgRANNj6
Ada perasaan yang sulit aku ungkapkan. Saat aku mengingat kalau hatiku sudah berpaling, membuat jantungku berdesir.
16133Please respect copyright.PENANADoWAeAQTJV
"Perasaan apa ini?", Batinku.
16133Please respect copyright.PENANAk9C5TKdMIJ
"Kenapa bukan rasa bersalah yang menghampiriku? Justru yang muncul adalah perasaan yang membuat hatiku bergetar", kataku dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANABS4yGsHLgT
Sekelebat muncul pikiran yang gak bisa aku cegah, aku ingin menunjukkan kedekatanku dengan Togar di depan suamiku. Dan aku ingin bercumbu di depan suamiku, bahkan lebih dari itu.
16133Please respect copyright.PENANAJtRQOHvA51
"Ahhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAjvXQtoAXP0
Tubuhku mengejang sekejap. "Apa ini?", Kataku dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANA3LSrimmYqH
Kusentuh celana dalamku, dengan merogoh daster panjangku sampai ke pangkal paha.
16133Please respect copyright.PENANAMW6eN66SJu
"Astaghfirullah basah" kataku terkejut.
16133Please respect copyright.PENANAr8D7aChTdD
Saat jariku menyentuh vaginaku yang masih tertutup celana dalam yang basah. Ada perasaan yang membuat nafsuku melecut.
16133Please respect copyright.PENANAss3R5Nt9GQ
Dengan perasaan khawatir kalau tiba-tiba ada tamu yang datang. Aku berkali-kali menoleh ke belakang. Saking paranoidnya, aku melangkah ke depan untuk menutup pintu rumahku. Setelah pintu aku tutup, aku melangkah ke dalam kamar.
16133Please respect copyright.PENANAz3aa4SwSIv
Karena nafsu yang tak tertahankan, aku hempaskan tubuhku di atas ranjang. Terlentang dengan kakiku mengangkang, kurogoh dasterku.
16133Please respect copyright.PENANAc6F4jTsswi
Jari-jariku yang bermain di garis vaginaku yang sedikit terbuka, yang masih tertutup celana dalamku yang basah, membuatku merasakan geli yang sangat. Perasaan geli itu menjalar merangsang syaraf-syarafku sampai aku memejamkan mataku. Kunikmati desiran demi desiran yang mendorong aliran deras menuju puncak orgasme.
16133Please respect copyright.PENANAqqggsukSYk
"Ahhhh" tubuhku menggigil.
16133Please respect copyright.PENANAerqLFhv4bB
Dengan nafas masih memburu, aku masih belum merasa puas. Kuangkat pinggulku untuk melepas celana dalamku. Lalu celana dalamku, aku buang ke sembarang tempat.
16133Please respect copyright.PENANAO64ev47fPZ
Kucolok-colok vaginaku menggunakan jari telunjukku, rasanya lebih membuatku melayang.
16133Please respect copyright.PENANAa8kqiEMRrI
"Ya Tuhan, maafkan aku", kataku dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANAGgq3lwYK6r
Jariku tak berhenti disitu, sekarang aku coba menekan-nekan klitorisku menggunakan ujung jariku.
16133Please respect copyright.PENANAmAyl3IgwIF
"Bang Togar, ahhh" kataku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAtpy0dWpxPx
Tubuhku kembali kelojotan yang bertubi-tubi dengan cairan yang menyembur beruntun.
16133Please respect copyright.PENANA0PhkcLO9So
"Ahhhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAYHQjPWHw7n
"Huuuuh huuuh huuuh", kucoba mengatur nafasku.
16133Please respect copyright.PENANAO6ywNLNoeb
Dengan mata terpejam kembali aku masukkan jariku, gak hanya satu jari tetapi dua jariku. Kukocok dengan cepat dengan membayangkan Togar. Aku sudah gak peduli dengan dosa, aku sudah gak peduli dengan kesetiaan. Yang ada di pikiranku sekarang hanya nafsu yang ingin terus dipuaskan.
16133Please respect copyright.PENANAITWW053Ofk
"Clok clok clok" bunyi jari tanganku di dalam liang senggamaku yang becek.
16133Please respect copyright.PENANADUlFCX9b9W
"Baaaaaaang", lagi-lagi aku menyebut nama Togar.
16133Please respect copyright.PENANAcU2iKNuhAi
"Aaahhhh" aku melenguh sekali lagi dengan tubuh melengkung.
16133Please respect copyright.PENANAtxzw8ETNsJ
Cairan cintaku mengalir dengan deras sampai sprei ranjangku basah. Kuatur nafasku lagi dengan mata terpejam.
16133Please respect copyright.PENANAIOcskffjnV
"Tok tok tok" ada bunyi ketukan pintu.
16133Please respect copyright.PENANA2pGpDUFVnS
Kukucek-kucek mataku, kucoba mengumpulkan nyawaku.
16133Please respect copyright.PENANAY8NstCtDdH
"Jam berapa ini?", Kataku dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANAwCJAGhBPWD
Kulihat jam sudah menunjukkan jam 17.00.
16133Please respect copyright.PENANAcamn66ajTc
"Astaghfirullah" aku ketiduran sampai aku terlewat Sholat Dhuhur.
16133Please respect copyright.PENANAG9kivHHQ09
Penyesalan yang biasanya menyelinap di hatiku, muncul sekejap saja lalu menghilang.
16133Please respect copyright.PENANANoReH3ta51
"Aku sudah berubah", kataku dalam hati.
16133Please respect copyright.PENANA40MvP7aJPk
Dengan langkah gontai aku melangkah untuk membukakan pintu.
16133Please respect copyright.PENANAsUG6grZGGO
"Kreekk" kubuka pintu rumahku.
16133Please respect copyright.PENANAyt3KvhT2Ld
"Eh Abang", kataku kaget ternyata suamiku Bang Najib.
16133Please respect copyright.PENANArRmJOuVNkp
"Capek banget Dek", katanya dengan muka kusut.
16133Please respect copyright.PENANAJIzQdbdlnw
"Loh Adek gak make hijab dan cadar?", Tanyanya tiba-tiba.
16133Please respect copyright.PENANARi1a7OJDmT
"Oh iya, Aqila lupa Bang. Tadi Aqila baru bangun tidur", kataku.
16133Please respect copyright.PENANAD9r2CSGbMU
"Oh, yaudah gapapa. Buatkan kopi hitam dong Dek!", kata Bang Najib memerintahku.
16133Please respect copyright.PENANAcFq3Xp23y2
"Iya Bang", kataku dengan sedikit terpaksa.
16133Please respect copyright.PENANAvfdckzC6pH
Dengan langkah berat, kucoba langkahkan kakiku ke dapur. Ada perasaan enggan, aku gak rela diperintah seperti itu meski itu suamiku sendiri. Aku paham istri harus patuh dan taat pada suaminya. Tetapi semenjak kejadian dua minggu yang lalu dan aku sibuk membandingkan Bang Najib dengan Togar, rasa-rasanya aku jengah diperintah seperti itu.
16133Please respect copyright.PENANALmDaXHz9qG
Ada perasaan benci saat aku hanya dianggap seperti pembantu.
16133Please respect copyright.PENANANHGZw6bBtB
"Lama banget sih Dek, bikin kopinya?", Kata Bang Najib menyebalkan.
16133Please respect copyright.PENANADuP34CgLjp
"Ya kan masih dibuat Bang, kalau mau cepet bikin saja sendiri!", kataku dengan nada sinis.
16133Please respect copyright.PENANA8cAslO7BYs
"Loh Adek kok berubah begini? Aku suamimu lho", katanya otoriter.
16133Please respect copyright.PENANAG1pF76Tyub
"Tapi aku bukan pembantu Abang, hiks hiks", Tangisku meledak.
16133Please respect copyright.PENANAXUvL7U6dYh
"Kok malah nangis? Ya udahlah Dek, aku capek", kata Bang Najib melangkah masuk ke dalam kamar.
16133Please respect copyright.PENANATLC1prtEbb
Tanpa rasa curiga sprei ranjangku basah, Bang Najib langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
16133Please respect copyright.PENANA1vcfKcKFRZ
"Huuh" aku mendengus. Hampir saja, aku mengatur nafasku.
16133Please respect copyright.PENANA0WmxbzPGHP
Aku benar-benar dongkol hari ini, ego Bang Najib semakin menjadi-jadi. Bang Najib memposisikan dirinya seperti bos, bukan sebagai suami yang menyayangi istrinya.
16133Please respect copyright.PENANAE0E5wPtY2l
"Cepet banget", batinku.
16133Please respect copyright.PENANAtJphNZiBjp
Kulihat ke dalam kamar Bang Najib sudah terlelap. Dengan tubuh terlentang, mendengkur.
16133Please respect copyright.PENANAfW6SkEroeD
Aku risih melihatnya, lalu aku berpikir kenapa aku bisa menikah dengan laki-laki seperti ini ya? Bang Najib dibandingkan secara fisik dengan Togar, sangat jauh.
16133Please respect copyright.PENANAS8g4B6ZNxd
Meski dua-duanya sama, sama-sama gak begitu peduli dengan agama. Itu kenapa meski aku dari kecil dididik oleh orang tuaku dengan nilai-nilai syar'i, semakin lama didikan itu menguap begitu saja.
16133Please respect copyright.PENANAHNWutYABIz
"Huuh" aku mendengus kesal.
16133Please respect copyright.PENANA1Tv2Y0Lt2f
Saat ini aku belum memakai hijab dan cadarku, aku sudah gak peduli dengan identitasku sebagai muslimah bercadar.
16133Please respect copyright.PENANArH0iIhR1cZ
Selang gak begitu lama, Togar pulang.
16133Please respect copyright.PENANAtCfJkuYhg8
"Assalamualaikum" sapanya.
16133Please respect copyright.PENANAKYJfGOKp60
"Wa'alaikum salam" kataku menjawab.
16133Please respect copyright.PENANACTNjnqoqFd
Togar sejak masuk ke dalam rumah, matanya tak henti menatapku.
16133Please respect copyright.PENANAxwUfMXnHGg
"Ehm, Abang kenapa melihatku seperti itu?", Kataku dengan tersenyum malu.
16133Please respect copyright.PENANAHjofmen2yc
"Oh enggak Kak, ada yang beda saja soalnya. Baru kali ini aku melihat Kakak tanpa hijab dan cadar lebih dari sepuluh detik, hehe", katanya terkekeh.
16133Please respect copyright.PENANA3Cmo8achlS
Melihat tatapan Togar aku jadi malu, kutundukkan wajahku lalu sedikit berlari ke dalam kamar. Di dalam kamar kembali aku pakai hijab dan cadarku.
16133Please respect copyright.PENANA3SeLRU8sTA
Nafasku memburu mengingat kata-kata Togar, apalagi tatapannya ke arahku. Meski aku tak lagi merasa dilecehkan karena tatapan nakal seperti itu. Karena rasa kagumku ke Togar menghapus kekurangan Togar di mataku. Bagiku sekarang, memang seperti itulah laki-laki.
16133Please respect copyright.PENANANf7IEKY2JC
Setelah aku keluar dari kamar, kulihat Togar tersenyum ke arahku. Tiba-tiba Togar nyeletuk "Kakak cantik ya. Dulu sebelum aku tau wajah Kakak, aku sudah menebak kalau Kakak itu cantik", katanya.
16133Please respect copyright.PENANAN8sLKV5X0X
"Huuuuh" aku mendengus.
16133Please respect copyright.PENANAEvkezwxNT1
"Semua laki-laki sama saja ya, gombal", kataku sambil tersenyum ke arah Togar.
16133Please respect copyright.PENANAZ7Wwj5sFYP
"Beneran Kak, aku gak bohong", katanya.
16133Please respect copyright.PENANA6eSbrE7Gmj
Togar duduk di atas sofa bermain hp. Ntah kenapa ada dorongan supaya aku mendekat ke arah Togar, duduk di sampingnya.
16133Please respect copyright.PENANAC3rbiti3sS
Lalu Togar menoleh, tersenyum menatapku. "Najib sudah pulang Kak?", Tanyanya.
16133Please respect copyright.PENANAp2kJRDzkBN
"Udah Bang, sekarang tidur di dalam", kataku.
16133Please respect copyright.PENANAook9oPw3of
"Kecapekan kali dia Kak, katanya dia ada urusan sama temannya di luar kota", katanya.
16133Please respect copyright.PENANAbgG3814z2Y
Togar menatapku, aku yang tau Togar menatapku, aku tolehkan wajahku ke samping. Tubuh Togar semakin mendekat ke arahku.
16133Please respect copyright.PENANAt3VVGNB2fG
"Kak", katanya dengan lembut.
16133Please respect copyright.PENANAF7sRiIUCdA
Dengan nafas memburu kujawab "Iya Bang?"
16133Please respect copyright.PENANAlv0CrHEl8D
Wajah Togar semakin dekat, kita saling menatap. Tangan Togar membelai wajahku yang tertutup cadar lalu kupejamkan mataku. Dibalik cadarku, kugigit bibir bawahku.
16133Please respect copyright.PENANAKw1CTqQyWH
Nafasku semakin tak beraturan, begitu juga dengan detak jantungku.
16133Please respect copyright.PENANAZ0ge4MfAWm
"Muach" Togar mengecup bibirku yang masih tertutup cadar.
16133Please respect copyright.PENANAPkAuYGYvyP
Kita saling menatap lagi, aku tersenyum di balik cadarku. Lalu Togar berdiri menggandeng tanganku.
16133Please respect copyright.PENANAvGkgCC9tKV
Saat Togar menarikku lembut ke arah dapur, aku gak bisa menolak. Begitu juga bibirku, rasanya lidahku terasa kelu.
16133Please respect copyright.PENANAw0lQHC2hkD
Sekarang aku digendong agar duduk di atas meja. "Bang?", kataku lirih.
16133Please respect copyright.PENANAPRjilKHOOK
"Iya Kak?", katanya tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAZAkFJubz9V
"Deg" jantungku berdetak kencang melihat senyumnya tanpa tatapan cabul membuat hatiku tertawan.
16133Please respect copyright.PENANA1UvrZ1HzmX
Togar memegang tanganku agar melingkar di lehernya.
16133Please respect copyright.PENANAcn4rwM2aSB
"Boleh aku memanggilmu Aqila?", Tanyanya.
16133Please respect copyright.PENANAbmozMfwS73
Aku mengangguk "Boleh Bang", kataku malu-malu dengan menundukkan wajahku.
16133Please respect copyright.PENANAyAirVwZiKe
"Terima kasih ya Aqila", katanya sambil tangannya membelai wajahku.
16133Please respect copyright.PENANA1UUBmrnJCp
Rasa geli yang aku rasakan menjalar ke seluruh tubuhku, membuat putingku mengeras.
16133Please respect copyright.PENANAXFqeAkWCnE
Kubusungkan dadaku saat aku memejamkan mataku menerima sentuhan-sentuhan lembut di pipiku, bibirku yang tertutup cadar dan kupingku yang tertutup hijab.
16133Please respect copyright.PENANAq7HgH0rgx3
"Muach" Togar kembali mengecupku.
16133Please respect copyright.PENANA6qYSKIEfFR
Sekarang bibir kami saling bersentuhan meski masih terhalang cadar. Jantungku berdegup kencang merasakan sensasi dari perlakuan Togar yang lembut.
16133Please respect copyright.PENANAIcNiNtpHeQ
Aku menarik wajahku yang masih tertutup cadar. Kubuka cadarku, lalu aku letakkan ke atas meja.
16133Please respect copyright.PENANAFjl91tMbPy
Kita saling tatap lagi dan Togar kembali membelai wajahku dengan lembut.
16133Please respect copyright.PENANAjevokJAk5P
"Ahhhh" aku melenguh dengan memejamkan mataku.
16133Please respect copyright.PENANAAyfmcavdrA
Togar tersenyum menatapku, "Kamu cantik Aqila", katanya lembut.
16133Please respect copyright.PENANAI7uGSHeeqN
"Benarkah?", Tanyaku dengan tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAKOpcFqdyRR
"Iya Sayang", katanya.
16133Please respect copyright.PENANAIrEcYpQfTi
Lalu aku sibakkan hijabku yang menjulur panjang ke belakang. Sekarang lekuk tubuhku terpampang di depan Togar yang masih terbalut daster longgar.
16133Please respect copyright.PENANAHElZ69yDNW
"Anggun sekali", kata Togar.
16133Please respect copyright.PENANAwhZFzKa2wl
"Terima kasih", kataku malu-malu.
16133Please respect copyright.PENANA1uGsDbX61r
Togar kembali menciumku, ciuman Togar berganti dengan pagutan. Dengan memagut bibir bawahku, tangan Togar membelai pundak dan lenganku yang gak lagi tertutup hijab panjang.
16133Please respect copyright.PENANAXoqYW4cPDu
Aku semakin melayang dibuatnya, lalu Togar menyentuh bibirku dengan ujung lidahnya. Kubuka mulutku, lidah Togar menyapu setiap inci rongga bibirku.
16133Please respect copyright.PENANAGcWUdMMr9D
"Ahhhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANASCV0pciMrL
Dari pagutan, jilatan berganti lumatan. Tanpa henti-hentinya Togar menghisap bibirku, percampuran ludah kita menyatu.
16133Please respect copyright.PENANANWN6XFFTl6
Aku coba menarik wajahku, ludah kami yang menyatu membentuk seuntai bening yang saling mengikat. Kita saling tatap, Togar kembali membelai wajahku. Belaian lembut Togar ke wajahku membuatku terhanyut. Kembali kupejamkan mataku.
16133Please respect copyright.PENANArDu81ZJfOm
"Ahhhhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAOGbNP5ucsr
"Boleh?", Tanya Togar meminta izin untuk menyentuh payudaraku.
16133Please respect copyright.PENANAZSdknnwVM9
Ada pertentangan di dalam hatiku saat Togar meminta izin untuk menyentuh payudaraku.
16133Please respect copyright.PENANAW9YxFfYZGs
Kugelengan kepalaku lalu aku menunduk, Togar kembali membelai wajahku.
16133Please respect copyright.PENANAcPPCeJUswb
"Aku mengerti Aqila", katanya tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAduvONEiEpB
"Terima kasih Bang", kataku tersenyum merasa dimengerti.
16133Please respect copyright.PENANAzymjIKRsgj
"Sama-sama Aqila", katanya tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAcgI29aS0fk
Aku turun dari atas meja, dengan posisi berdiri aku jinjit lalu melingkarkan tanganku ke leher Togar. Kucoba untuk berciuman lagi.
16133Please respect copyright.PENANASZi2u6HeQm
Saat aku tarik wajahku ke belakang untuk menatap Togar, Togar tersenyum. Dalam posisi berdiri, Togar menggendongku agar kembali duduk ke atas meja.
16133Please respect copyright.PENANAksEwcEX7ku
Aku tersenyum menatapnya," Tampan banget", batinku. Kita kembali berciuman dengan panas. Gak berhenti diciuman dan lumatan. Wajahku tak luput dari hisapan Togar.
16133Please respect copyright.PENANAxWQH7EaPdC
"Aqila" kata Togar memanggilku lembut. 16133Please respect copyright.PENANA9M8Q805PAy
16133Please respect copyright.PENANA7RkvmvrGd6
"Iya Bang?", Kataku dengan tersenyum.
16133Please respect copyright.PENANAqcUaPP75YL
"Boleh aku?", Katanya dengan sorot matanya ingin menyentuh payudaraku.
16133Please respect copyright.PENANAo1fnV9yBWC
Aku kembali menggeleng "Aqila belum siap Bang", kataku menahan malu.
16133Please respect copyright.PENANAeUe5ctrj4L
Togar hanya tersenyum saja, dengan tangannya membelai, meremas lenganku. Sekarang kita kembali berciuman.
16133Please respect copyright.PENANAtzfFCbiuZT
Tanpa izin dariku, telapak tangan Togar sudah berada di atas payudaraku yang masih tertutup daster dan BH.
16133Please respect copyright.PENANAbQElPE7u8J
"Ahhhhhh", dengan lembut telapak tangan Togar yang besar meremas payudaraku dengan lembut.
16133Please respect copyright.PENANAUZrfwfBIET
"Ahhhhh" aku kembali melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAyDdHOYw21j
Kita saling tatap, dengan tatapan nanar aku geleng-gelengkan kepalaku.
16133Please respect copyright.PENANAQIwmJy0UOW
Togar hanya tersenyum menatapku lalu berbisik di telingaku "Nikmati saja sayang!", katanya.
16133Please respect copyright.PENANA2rQflc0bWU
Tanpa bisa menolak, aku hanya bisa melenguh dengan memejamkan mataku. Lalu aku terlentang di atas meja, dengan sabar Togar melepas kancing dasterku yang berada di depan sampai sebatas perut.
16133Please respect copyright.PENANAmdQaz4Y6zK
"Bang" kataku dengan tatapan nanar.
16133Please respect copyright.PENANAa0qkn953y7
Togar menurunkan cup BHku, payudaraku yang berukuran besar terpampang sudah di hadapan laki-laki bukan suamiku. Dengan perasaan bercampur malu, aku tolehkan wajahku ke samping.
16133Please respect copyright.PENANASPug6hGTnN
"Cantik", kata Togar memuji payudaraku.
16133Please respect copyright.PENANAqrJHadBMYU
Aku hanya tersenyum tanpa mampu menjawab. Rasanya sangat malu, karena mendapat pujian tentang rupaku saja aku gak pernah. Ntah itu oleh orang tuaku atau suamiku Bang Najib. Apalagi sekarang yang memujiku Togar, yang bukan mahramku. Tentu saja perasaan campur aduk yang aku rasakan.
16133Please respect copyright.PENANAASwvpADS48
Ada perasaan bangga, tetapi juga rasa malu. Malu karena yang dipuji adalah payudaraku yang setiap hari aku jaga agar tertutup rapat oleh pakaian syar'iku. Dan sekarang terpampang jelas di hadapan laki-laki non mahramku tanpa tertutup sehelai benang pun.
16133Please respect copyright.PENANATFBt7qwTZU
Belum sempat aku mengatur nafasku yang memburu. Telapak tangan Togar meremas payudaraku yang terbuka dengan lembut.
16133Please respect copyright.PENANAaJ98mYPDVl
"Ahhhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANAaxZqqhXLb7
Sentuhan lembut Togar gak hanya membuatku lupa banyak hal. Aku melupakan janjiku pada diriku sendiri. Gak ada lagi penolakan seperti sebelumnya, dengan tetap menjaga agar payudaraku tetap terjaga.
16133Please respect copyright.PENANAMrJtZ7B6ul
"Ahhhh Bang" aku melenguh lebih keras.
16133Please respect copyright.PENANAUstajLB6Wm
Togar gak hanya meremas payudaraku dengan lembut, tetapi Ibu jarinya sudah berada di aerolaku. Sentuhan-sentuhan lembut berputar-putar di sekitaran aerolaku yang lebar.
16133Please respect copyright.PENANA0iueFV7T8g
"Uuhhh Ooohhh", aku melenguh lebih keras.
16133Please respect copyright.PENANAkdgtWEsXZP
Aku tak kuasa, sampai aku mendongakkan kepalaku dengan mata terpejam.
16133Please respect copyright.PENANAbgTdOktqsU
"Enak sayang?", Tanya Togar.
16133Please respect copyright.PENANArV9C7Szljt
"Hu'um" kataku mengangguk malu-malu.
16133Please respect copyright.PENANA2qndd32tYk
Aku tersenyum lalu menoleh ke samping. Lalu Togar kembali menundukkan wajahnya, kita berciuman lagi. Saling lumat, saling bertukar ludah. Gak ada perasan malu-malu lagi.
16133Please respect copyright.PENANA0ADajnYwDt
"Srup srup" bunyi bibir yang saling menghisap dan melumat.
Kupegang telapak tangan Togar agar meremas payudaraku lebih kencang.
16133Please respect copyright.PENANAjpDx1RYMpN
"Ahhhhh" lenguhku.
Togar gak hanya meremas payudaraku yang sebelah kanan saja, Togar juga meremas payudaraku yang sebelah kiri.16133Please respect copyright.PENANANH94p6ipLW
16133Please respect copyright.PENANALCMGNHGl0J
"Bang ahhhh", kataku melenguh keras.
16133Please respect copyright.PENANAPtBReNoMeJ
Tanpa sadar, aku buka pahaku lebih lebar. Mengetahui itu, Togar menatapku dengan tersenyum. Lalu telapak tangan Togar menyentuh vaginaku dari luar dasterku.
16133Please respect copyright.PENANA5XwY7o1i3x
Gesekan pada vaginaku membuat tubuhku menggelinjang, kutarik kepala Togar agar Togar semakin dekat dan erat saat kita berciuman.
16133Please respect copyright.PENANAqhokymE1P5
"Srup srup" bunyi lumatan dua bibir yang menyatu.
16133Please respect copyright.PENANAXXACA28oUN
Togar menegakkan tubuhnya, dasterku yang hanya terbuka di bagian depan dilepasnya secara perlahan. Sekarang dasterku terlepas sebatas perut.
16133Please respect copyright.PENANAi5bb3O5HyH
Belum sempat aku mengatur nafasku, Togar menciumi bagian tubuhku yang terbuka.
16133Please respect copyright.PENANACKi3Duxe5F
"Aw Bang", Togar mencupang leherku.
16133Please respect copyright.PENANALVugV3urqN
Lalu leherku yang sudah terbuka gak luput dari jilatan dan hisapan Togar. Ini benar-benar membiusku, nafsuku sudah gak lagi bisa terbendung.
16133Please respect copyright.PENANAOnST7XnXvR
"Srup srup" bunyi hisapan Togar pada tubuhku yang terbuka.
16133Please respect copyright.PENANA8QQ3aCEfTF
Sesekali pinggulku aku gerakkan maju mundur, ke samping kanan dan kiri. Aku gak kuat, rasa gatal di vaginaku semakin menyeruak.
16133Please respect copyright.PENANAk8zqMDfqbS
"Ahhhh Bang" lenguhku.
16133Please respect copyright.PENANAw9lkkBrs7P
Lalu Togar berhenti merangsang tubuhku, saat ini Togar menatapku sambil tersenyum. Kita saling tatap, senyumannya membuatku nyaman.
16133Please respect copyright.PENANAbLQQ8kKk98
Lalu telapak tangan Togar menyapu keringat yang membasahi dahiku. Togar tersenyum lagi dengan lembut, aku terbuai. Dalam hatiku aku berkata "puaskan aku Bang, puaskan aku. Aku ingin lebih daripada ini."
16133Please respect copyright.PENANAvaVLHDDChO
Kupegang telapak tangan Togar yang sedang menggesek-gesek vaginaku yang masih tertutup celana dalam dan daster. Kugerak-gerakkan telapak tangan Togar agar menggesek vaginaku lebih cepat lagi.
16133Please respect copyright.PENANA9KFgwDdid6
"Ahhhhh" aku melenguh.
16133Please respect copyright.PENANATd2BV1aKwl
Aliran orgasmeku gak bisa aku bendung, dengan tubuhku yang mengejang-ngejang hebat.
16133Please respect copyright.PENANAGxTBGCvrMF
"Creeettt creeettt" aku squirting.
16133Please respect copyright.PENANA5AIdLqAbdE
Dengan tatapan nanar, kulihat Togar berdiri, menarik celana dalamku lepas. Disibakkan daster bagian bawahku sampai ke perut.
16133Please respect copyright.PENANAqc6le4MyAr
Sekarang vaginaku yang tembem dengan bulu yang sudah tercukur rapi terpampang jelas di depan Togar. Dengan nafas memburu aku hanya bisa menunggu, apa yang akan dilakukan Togar selanjutnya.
16133Please respect copyright.PENANAWMf7NQtp8B
Kutatap Togar dengan tersenyum, Togar bilang "Maafin aku ya, aku udah sejauh ini Aqila".
16133Please respect copyright.PENANAPCEfZwjhFE
Mataku berkaca-kaca mendengarnya "Aqila maafin Bang", kataku.
ns 15.158.61.18da2