
Jabatan Jono gak berlangsung lama karena dia tersangkut masalah korupsi. Meski dia mampu memberi loby loby pada penyidik, tetapi dia gak mampu meloby hakim agar membatalkan vonis hukumnya.
3433Please respect copyright.PENANAcTZhLMVMBX
Warga yang mengikuti persidangan bersorak penuh kemenangan. Di hati mereka penuh rasa muak kepada Jono.
3433Please respect copyright.PENANAR2943hEIYr
Saat Jono menjabat, meski pelaku klitih telah lenyap. Tetapi preman berkeliaran dimana-mana, memalak pedagang kecil di pasar, di jalanan. Semakin hari warga jengah, dengan preman-preman yang membuat resah warga, khususnya para pedagang.
3433Please respect copyright.PENANAes9OZfAaNw
Warga tau, preman-preman itu dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Daerah. Bahkan satpol PP pun terkesan diam saja, karena mereka tau dibalik preman-preman itu siapa beking di belakangnya.
3433Please respect copyright.PENANAB39yeKwXBX
Preman-preman itu gak hanya membuat warga resah, tetapi juga membuat warga gak aman.
3433Please respect copyright.PENANAeOrl3WohDo
Saat malam tiba, gak ada yang berani keluar rumah karena klitih sudah berganti dengan perampokan bersenjata.
3433Please respect copyright.PENANA7GRn4pH55V
Dengan ditetapkannya Jono sebagai terdakwa, ormas dengan atribut putih berpatroli di jalanan. Mereka meneriakkan takbir sampai membuat bulu kudukku berdiri.
3433Please respect copyright.PENANAOg1ztILgwe
Ada ratusan orang membawa sepeda motor, truk berpawai mengelilingi kota dengan membawa sajam. Mereka mengancam akan merusak apa pun yang berhubungan dengan Jono.
3433Please respect copyright.PENANApV0PWAAMTJ
Di dalam base camp, aku, Darko, Rudi, Anton, Usman, Prakash, Aini, Liani, Aliyah, Istikomah dan ratusan perempuan berkumpul. Semua perempuan di dalam basecamp dengan pakaian serba hitam, dengan mamakai hoodie hitam dan celana jeans hitam bersiap menghadang amukan ormas berbaju putih itu.
3433Please respect copyright.PENANAMV8rQAozBV
Sekarang aku memeluk Aini dengan erat, Aini ketakutan. "Tenang Sayang, ada Om disini!", kataku.
3433Please respect copyright.PENANAJzw1uktFWj
Aini sekarang memakai longdress putih tanpa hijab, Liani memakai kaos berwana putih dengan celana kain gombrong berwarna abu-abu tanpa hijab. Aliyah memaki kaos hitam, dengan celana jeans hitam tanpa hijab. Sedangkan Istikomah memakai hijab hitam, dengan kaos lengan panjang dengan celana panjang berwarna hitam.
3433Please respect copyright.PENANAHRMHtatfvQ
Ratusan orang dari ormas berjubah putih itu berteriak-teriak di luar basecamp, mereka berteriak bersaut-sautan.
3433Please respect copyright.PENANASRZF5iAVls
Dengan brutal mereka menerobos masuk, naik ke atas gerbang. Seperti air bah mereka yang jumlahnya banyak sekali merusak bangunan sampai gerbang di depan basecamp rubuh.
3433Please respect copyright.PENANALCi3sZ1FEk
Anton melepas belasan serigala milik Jono, serigala-serigala itu berlari menyergap mereka. Ada yang lari pontang-panting, ada yang ususnya terburai karena sayatan gigitan serigala.
3433Please respect copyright.PENANADOA4bIQjTL
Tetapi sisa ratusan orang berjubah putih itu gak menyerah, mereka masuk ke dalam basecamp.
3433Please respect copyright.PENANAfi2bEjw2wV
Saat ratusan orang berjubah putih itu berhadap-hadapan dengan jumlah yang sepadan dengan perempuan cantik di depannya, mereka diam tak berkutik.
3433Please respect copyright.PENANAtWH4I8xcFl
"Kenapa kalian berhenti?", Kata Liani sok berani sambil membawa katana di tangannya.
3433Please respect copyright.PENANAqfYPdCpvUu
"Bukankah kalian ingin bertemu 73 houris? Kita adalah houris", kata Liani centil.
3433Please respect copyright.PENANAjblWuUm1wB
"Astaghfirullahaladzim", kata ratusan orang berjubah putih itu bersamaan.
3433Please respect copyright.PENANAktRU7o9v9r
Ratusan perempuan cantik di dalam basecamp melepas semua pakaiannya kecuali Aini, Liani, Aliyah dan Istikomah.
3433Please respect copyright.PENANAuAOUXR1ZbN
Satu persatu dari mereka mendekati pejuang berjubah putih. Membelai tubuhnya, meniup telinga mereka.
3433Please respect copyright.PENANAVXaS1lgwvV
Ada juga yang mengelus dada anggota ormas berjubah putih itu, ada juga yang merangsang penisnya yang masih tertutup celana kain cingkrang.
3433Please respect copyright.PENANAbBwWx51sTQ
"Sssssh ahhh" satu persatu dari mareka mendesah.
3433Please respect copyright.PENANAzMqfMGTpwb
Sekarang adegan berlanjut, satu persatu dari mereka tak berkutik, tunduk dengan nafsu yang gak bisa mereka cegah.
3433Please respect copyright.PENANAWN6jwOrglL
Di hadapanku anggota ormas yang sok jago itu sudah telanjang, memacu birahi dengan didominasi oleh perempuan-perempuan cantik.
3433Please respect copyright.PENANA5xdVBcRtuI
"Ampun Mbak! Ampun!", Kata salah satu anggota ormas.
3433Please respect copyright.PENANA7dgWJzcxbQ
"Lemah, baru begini aja keok", ledek salah satu perempuan cantik.
3433Please respect copyright.PENANAixE4uQCgPZ
Tubuh mereka yang gak berdaya telanjang, dengan masing-masing orang disodomi menggunakan strap on dildo.
3433Please respect copyright.PENANAq8xZSarwha
Salah satu anggota ormas berteriak "FEMINIS BAJINGAN!!."
3433Please respect copyright.PENANANqg7TdPOKL
Lalu mareka diikat dalam posisi menungging, karena jumlah dildo gun machinenya terbatas. Sebagian mendesah-desah, seperti perempuan yang merintih.
3433Please respect copyright.PENANA6hg2LyBdlo
Liani yang melihat itu tertawa terpingkal-pingkal "Sok jago ternyata lekong, hahaha", ledek Liani.
3433Please respect copyright.PENANAph97Lp0uet
Salah satu anggota ormas menatap Liani dengan mata melotot.
3433Please respect copyright.PENANAFU7VNFPGT8
Liani menunduk ke arah orang itu "Kenapa? Mas marah?", Tanya Liani.
3433Please respect copyright.PENANAo2qsIHKfR8
Orang itu marah dengan menggerak-gerakkan tubuhnya agar terlepas dari ikatan.
3433Please respect copyright.PENANAettIRX1Vyh
"Cuh, kafir, pelacur!!", kata orang itu sambil meludah marah.
3433Please respect copyright.PENANAJFzxGVmRGa
"Hahaha", lagi-lagi Liani tertawa mengejek.
3433Please respect copyright.PENANAm4ou1zpWqC
Aini mendekati Liani "Udah Dek, jangan!", Kata Aini.
3433Please respect copyright.PENANAZ9A8Ogrfuk
"Aku gak suka mereka Kak. Mereka suka memandang rendah perempuan", kata Liani menggebu-gebu.
3433Please respect copyright.PENANAJhtGnuV98F
Anton mendekati orang itu, menampar mukanya dengan keras. "Yang sopan!", Kata Anton.
3433Please respect copyright.PENANAlL3AN4TjAp
"Aw SAKIT BANGSAT!", Kata orang itu.
3433Please respect copyright.PENANAzMUuIyJKyQ
"Hahahaha", Liani dan Aliyah tertawa terpingkal-pingkal.
3433Please respect copyright.PENANA3WhALN33Un
"Lekong banget, hihi", kata Aliyah.
3433Please respect copyright.PENANAXXqJgPGWB5
"Potong aja Mas tittnya, hihihi", kata Liani meledek.
3433Please respect copyright.PENANAvcfpRB3bmz
Liani membuka pakaiannya sampai telanjang bulat di depan orang itu, Anton yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.
3433Please respect copyright.PENANAZiJoWB91Iz
"Liani Liani, gila banget kamu", batinku.
3433Please respect copyright.PENANAwQhfkXz78I
Tanpa perasan malu, vagina Liani yang lebat digesek-gesekkan ke wajah orang itu.
3433Please respect copyright.PENANAHGsBBiuDna
"Ahhh Mas", kata Liani sambil meremas-remas payudaranya.
3433Please respect copyright.PENANA7IbPgekexT
"Beb kamu udah gila ya?", Tanya Aliyah.
3433Please respect copyright.PENANAGoux4SyOhE
Liani hanya menoleh sekilas sambil menggigit bibir bawahnya lalu menjulurkan lidahnya.
3433Please respect copyright.PENANAuKvIy8labK
"Wlee."
3433Please respect copyright.PENANAvdIuCaz9xs
"Udah biarin aja!", kata Anton merangkul Aliyah dari samping.
3433Please respect copyright.PENANArI3d6iE0a5
Aliyah menoleh, menatap Anton sekilas terkekeh "Hehehe."
3433Please respect copyright.PENANAF2ENMfF22H
"BANGSAT PELACUR!!", Teriak orang itu.
3433Please respect copyright.PENANAnxrUDTNIrm
Dengan nakalnya Liani membuka vaginanya sampai terbuka lebar, dengan jengger bergerigi berwarna kemerahan.
3433Please respect copyright.PENANAaJQc8SxvAh
"Mbak cukup Mbak!", Katanya menjadi memelas.
3433Please respect copyright.PENANAoRmsWXFZQ2
Vaginanya yang menganga mengenai hidung, mulut orang itu.
3433Please respect copyright.PENANAozddR01KnB
"Mas gak suka ya sama Liani?", Tanya Liani dengan suara yang mendayu-dayu.
3433Please respect copyright.PENANADpLPgKy3Rm
Tanpa terduga, orang itu menjulurkan lidahnya mengorek-ngorek liang senggama Liani yang terbuka lebar.
3433Please respect copyright.PENANAg0KvlVmeJX
"Nah gitu dong Mas, ahh Mas", Kata Liani mendesah sambil memegang kepala orang itu agar wajah orang itu semakin menempel di vaginanya.
3433Please respect copyright.PENANAF2GWr22bg7
Posisi orang itu tubuhnya rebah di atas papan kayu dalam posisi kakinya ke bawah, menungging.
3433Please respect copyright.PENANArgbtEmwKzp
"Iya Mas, terus Mas! Jilatin memek Liani Mas, gatel banget!", Kata Liani dengan nada menggoda.
3433Please respect copyright.PENANAeA2F82UAsi
"Srup srup srup" bunyi hisapan mulut orang itu di vagina Liani.
3433Please respect copyright.PENANAH9qA37hZu5
"Nama Mas siapa?", Kata Liani manja.
3433Please respect copyright.PENANAkmVWnKEtEw
"Alfian Mbak", kata orang itu menjadi lemah di depan Liani.
3433Please respect copyright.PENANAznbd6JZyoF
"Mas mau yang lebih dari ini?", Kata Liani sambil menggigit kuku jarinya.
3433Please respect copyright.PENANAsVSPcD3Vtf
"I-iya Mbak", kata Alfian terbata-bata.
3433Please respect copyright.PENANAXNbdim7PtL
Ikatan Alfian dilepas, Alfian yang dilanda nafsu birahi mencoba memeluk Liani.
3433Please respect copyright.PENANApDMRjYMRYs
"Eits gak boleh, Mas harus nurut Liani dulu! Baru Mas, Liani kasih kepuasan", kata Liani centil.
3433Please respect copyright.PENANAmoBZ9N219o
Semua orang yang melihatnya hanya terbengong-bengong saja. Bahkan aku, penasaran apa yang akan dilakukan Liani selanjutnya.
3433Please respect copyright.PENANARXDc1gRzBC
Lalu Liani duduk di atas kursi, dengan kaki mengangkang.
3433Please respect copyright.PENANAvECesIC7Fg
Kulirik Anton mengelus penisnya dari luar celananya. Aliyah yang berdiri di samping Anton menyikutnya, dengan menoleh ke samping dengan mata melotot.
3433Please respect copyright.PENANAEA7D7bqMBd
"Hehehe, maaf Mbak, gak tahan", kata Anton cengengesan.
3433Please respect copyright.PENANAfYgTurKY7F
"Nih rasain!!", Kata Aliyah sambil meremas penis Anton dari luar celananya.
3433Please respect copyright.PENANATjLTsgslZc
"Ahhh sssh Mbak", kata Anton melenguh.
3433Please respect copyright.PENANA98YPAOr5Qt
"Lagi dong!", Kata Anton menggoda.
3433Please respect copyright.PENANAQyJXMxjYec
"Nih", kata Aliyah meremasnya dengan kencang.
3433Please respect copyright.PENANAVR7SX9MjRx
"Udah udah Mbak, sakit!", Kata Anton kesakitan.
3433Please respect copyright.PENANAUmkHuPCJ4i
Kulihat Aini tersenyum, "Kamu mau juga seperti itu?", Tanyaku menggodanya.
3433Please respect copyright.PENANA8xBTOia9ud
Mata Aini langsung melotot ke arahku tanpa kata-kata. Kupeluk Aini dari samping dengan erat, "Hehe becanda sayang", kataku.
3433Please respect copyright.PENANAnmlemsYrwM
Aini tersenyum malu-malu, saking gemesnya kupeluk erat lalu kucium kepalanya.
3433Please respect copyright.PENANAhuC99FsjHW
"Muah."
3433Please respect copyright.PENANAUp7im7GYdr
"E e e, malah romantis romantisan", kata Istikomah.
3433Please respect copyright.PENANA5KAXLgIwhb
"Wlee" Aini menjulurkan lidahnya lalu tersenyum.
3433Please respect copyright.PENANADy0vuujGJa
Kembali ke Liani, sekarang Alfian berlutut di bawah Liani dengan menjilati jari-jari kakinya, telapak kakinya.
3433Please respect copyright.PENANADCEyzOltmP
"Pinter, kulum jariku Mas!", Kata Liani.
3433Please respect copyright.PENANA7S4YxOH88n
Mata Alfian menatap Liani "Baik Mbak", kata Alfian patuh.
3433Please respect copyright.PENANARsWx4VGHU5
"Pinter!", kata Liani tersenyum nakal.
3433Please respect copyright.PENANAye5XgqzbJd
Kulihat mata Alfian mengarah ke arah payudara Liani. Liani tau mata Alfian jelalatan menatap payudaranya.
3433Please respect copyright.PENANAlYGQDK2qad
"Mas matanya jangan kemana-mana dong!! Mau gak sih Liani kasih nikmat?", Kata Liani jutek.
3433Please respect copyright.PENANAs0pzCTpqYV
"Makanya nurut sama Liani! Ngerti kan?", Tanya Liani jutek.3433Please respect copyright.PENANAM9KijzWxth
3433Please respect copyright.PENANAsUY4LTrCuo
Alfian mengangguk-angguk menurut "Ngerti Mbak."
3433Please respect copyright.PENANAbpAdZ8Acwj
"Nah pinter, jilatin lagi gih! Emut! Mas mau ini kan?", Sambil Liani membelai vaginanya yang lebat mulai basah.
3433Please respect copyright.PENANA6Al86Onbtm
Kulihat Alfian menelan ludah "Glek."
3433Please respect copyright.PENANAsY6Mp1la8F
"Loh kok malah bengong? Kesel deh", kata Liani sambil mendorong wajah Alfian dengan telapak kakinya.
3433Please respect copyright.PENANAzmaLFMfczY
Bukannya Alfian menghindar malah memegang telapak kaki Liani, menjilatnya dengan rakus.
3433Please respect copyright.PENANAWOeJrA0YKm
Aku geleng-geleng kepala melihat Liani "Dasar Succubus", kataku sambil tersenyum tipis.
3433Please respect copyright.PENANAs0uelkOzdu
Kualihkan pandanganku, "Loh dimana Aini?", Tanyaku dalam hati.
3433Please respect copyright.PENANAAFpicnNS6z
Di sekelilingku berubah menjadi pesta sex, semua anggota ormas itu sudah dilepas ikatannya. Mereka gak lagi garang, hanya patuh disiksa secara seksual tanpa perlawanan. Misalnya seperti double penetrasi, dari mulut dan anusnya yang disodok dildo secara bersamaan.
3433Please respect copyright.PENANAbIhfXTd2nA
Tanpa aku sadari Aini menghilang, kucari Aini, "Dimana dia ya?", Tanyaku pada diri sendiri.
3433Please respect copyright.PENANAKQMNHsJiPD
Perasaan khawatir mulai menyergap hatiku, Jangan-jangan Aini ikut kegilaan ini? Engga-engga aku gak mau.
3433Please respect copyright.PENANATTNmCyV2Ap
Siyal, gak kutemukan Aini. Kucari kemana pun Aini gak aku temukan. Aliyah dan Istikomah bisa kutemukan, sama seperti Liani.
3433Please respect copyright.PENANAPmrF3eJzLo
"Deg."
3433Please respect copyright.PENANAbpWZ8ReCbV
Perasaanku mulai berkecamuk, memikirkan segala kemungkinan yang terjadi.
3433Please respect copyright.PENANAiju5RwpQ8r
"Elm, srup srup"
3433Please respect copyright.PENANAVmNheDG6PX
Aku mendengar bunyi orang berciuman. Kukepalkan tanganku, lagi-lagi cemburu menderaku.
3433Please respect copyright.PENANAkRIkOJ1lUF
Suara itu sangat jelas, tetapi sudah kucari kemana pun gak kutemukan sumber suara itu.
3433Please respect copyright.PENANAfWD3mu2xZi
Kucoba melangkah dibalik tembok, satu orang perempuan sedang dikerjai beberapa laki-laki.
3433Please respect copyright.PENANAiubrAMUKCK
Kucoba membuka kerumunan itu, setelah aku semakin dekat kudekati perempuan itu ternyata bukan Aini.
3433Please respect copyright.PENANATaMxrrhMaq
Kakiku lemas karena kehilangan Aini, tiba-tiba ada yang memegang pundakku.
3433Please respect copyright.PENANA6labHmiN6J
"Om!"
3433Please respect copyright.PENANAGN1Fg7N9Co
"Suara itu? Aini?", Kataku dengan tersenyum tipis.
3433Please respect copyright.PENANA2K5HLNCzlo
Kubalikkan badanku, menatap Aini yang berada di belakangku. Mataku berkaca-kaca melihatnya "Sayang darimana saja?", Tanyaku sambil membasuh air mataku.
3433Please respect copyright.PENANA1GcW7RyZsm
"Emm Aini abis buang air kecil Om. Maaf", kata Aini sambil menunduk.
3433Please respect copyright.PENANA9iMTknWl4J
"Ya ampun sayang, kok gak izin Om sih?", Tanyaku menyeka air mataku.
3433Please respect copyright.PENANARwdptGkbtU
"Maaf", kata Aini dengan menundukkan pandangan.
3433Please respect copyright.PENANAV9Ffi8oPZg
Kulihat wajah Aini seperti merasa bersalah, kupegang pundaknya "Ai, udah gagapa kok", kataku sambil tersenyum.
3433Please respect copyright.PENANAd1xtyqWTIn
Aini menatapku tersenyum, lalu Aini menggandengku, mengajakku masuk ke dalam ruang tempat penyekapan.
3433Please respect copyright.PENANAZbox4ujLmF
"Mau kemana sayang?", tanyaku.
3433Please respect copyright.PENANAO9xZkTqplR
"Ke kamar aja Om. Aini gak mau liat gituan", kata Aini dengan bibir manyun.
3433Please respect copyright.PENANA6cu9M17VY5
Sesampainya di dalam kamar penyekapan aku dan Aini duduk di atas ranjang.
3433Please respect copyright.PENANAYTwqZI5RSL
Aini mengajakku mengobrol banyak hal. Kukira Aini benar-benar pendiam, ternyata dugaanku salah. Wajah Aini riang banget, dia ngobrol apa saja padaku.
3433Please respect copyright.PENANAHb2nvMrQFP
Sikapnya yang terkesan pendiam hilang sudah. Setiap bercanda, Aini tertawa terpingkal-pingkal.
3433Please respect copyright.PENANAMxLUbYohrM
Aku senang banget melihat Aini bahagia, kubelai rambutnya dengan lembut.
3433Please respect copyright.PENANAFsIvDVNld5
Kupegang telapak tangannya, lalu Aini menatapku dengan tatapan ceria.
3433Please respect copyright.PENANAOAhXPfpup4
"Aini bahagia Om, bisa berada di samping Om", katanya tersenyum.
3433Please respect copyright.PENANAmTVI4JDbQ6
"Benarkah?", Tanyaku.
3433Please respect copyright.PENANAP2qKLu42mT
"Iya, seumur hidup Aini gak pernah merasakan sebahagia ini. Om tau masa kecil Aini di Panti Asuhan?", Tanya Aini.
3433Please respect copyright.PENANAERqbXJcASz
Wajah Aini menjadi murung, "Aini diadopsi sama keluarga Liani Om", katanya dengan air mata menetes.
3433Please respect copyright.PENANAfBVYf2a9cm
"Aini berhutang budi sama Liani. Bantu Aini untuk menjaga Liani ya Om, seperti Om berusaha menjagaku!", Kata Aini dengan wajah masih menunduk.
3433Please respect copyright.PENANAy5sIoew8JE
"Huh" aku menghembuskan nafasku.
3433Please respect copyright.PENANA3LvmzpBChL
Kupegang tangannya, kutepuk-tepuk punggung tangan Aini "Pasti Aini", kataku dengan tersenyum.
3433Please respect copyright.PENANAWlIXURq8qK
Aini menatapku dengan mata berkaca-kaca "Terima kasih ya Om", kata Aini menghapus air matanya.
3433Please respect copyright.PENANAsnVkmEH5qA
"Sama-sama sayang", kataku.
3433Please respect copyright.PENANA92YpRN4fGK
Lalu Aini berdiri, memegang tanganku. "Ayok Om kita ke ruang tengah, Aini takut Liani kenapa-kenapa", kata Aini.
3433Please respect copyright.PENANA1ucRcpfaO8
"Ayok", kataku.
3433Please respect copyright.PENANAs9fLSkBqcr
Aini menggandengku, manarik tanganku dengan sedikit berlari.
3433Please respect copyright.PENANAc76YkBCMA1
Sesampainya di ruang tengah, aku dan Aini terbelalak melihat Liani.
3433Please respect copyright.PENANA86No4kRb3F
Liani dalam posisi woman on top, disampingnya Darko dan Rudi sedang dikocok penisnya oleh Liani.
3433Please respect copyright.PENANAfAHkHWD3GK
"Dek" Aini memanggil Liani.
3433Please respect copyright.PENANAFUG6hJw2C0
Mata Aini melotot menatap Liani, "Hehehe, Kak Aini", kata Aini cengengesan.
3433Please respect copyright.PENANAFOxP97dYzj
Dengan malu-malu Liani melepas kocokannya pada penis Darko dan Rudi.
3433Please respect copyright.PENANAsgMIbQuWnY
Lalu Liani berdiri sampai penis Alfian lepas dari vaginanya.
3433Please respect copyright.PENANAPwrLw2Bqg5
"Liani nih yang maksa Kak Ai", kata Darko merasa gak enak.
3433Please respect copyright.PENANARSn052N6uE
"Liani yang maksa, serem lah kalau Mak Lampir ini yang maksa, hehe", kata Rudi terkekeh.
3433Please respect copyright.PENANAqpoWS6o34N
"Enak aja, cantik gini dibilang Mak Lampir", kata Liani cemberut.
3433Please respect copyright.PENANAnT3Cunlx2i
"Masih cantikan Kak Ai lah", celetuk Darko.
3433Please respect copyright.PENANAPyDYao61vZ
Aini dipuji seperti itu menunduk malu-malu sambil tersenyum tipis.
3433Please respect copyright.PENANAzFREwKEF2s
Mata Aini menatapku lekat, dengan mendongakkan wajahnya. Karena memang Aini lebih pendek daripada aku.
3433Please respect copyright.PENANAfrNNyC9gEU
"Kenapa sayang?", Tanyaku sambil merapikan rambutnya di telinganya.
3433Please respect copyright.PENANADYPsCUV4EL
"Ehm" kata Liani berdehem.
3433Please respect copyright.PENANAPmw8doT1bA
Lalu Liani berbisik ke telinga Darko, lalu ke Rudi dan Alfian.
3433Please respect copyright.PENANAUArMQhRgk2
"Om nanti cemburu? Gimana nih Kak Ai?", Kata Liani padaku dan Aini.
3433Please respect copyright.PENANAopBNo0U24a
Penis Darko, Rudi dan Alfian tiba-tiba menegang.
3433Please respect copyright.PENANA6MpYIfqTrX
"Apa sih Li?", Tanyaku masih gak mengerti.
3433Please respect copyright.PENANAlqJm0PKlYZ
"Aduh masak gak paham sih Om? hahaha", kata Liani cekikikan.
3433Please respect copyright.PENANAQJcyVX1k9v
"Beneran deh, Om gak paham", kataku menatapnya bertanya-tanya.
3433Please respect copyright.PENANAebKsztPOtf
Aini menggelendot manja, memegang lenganku dengan erat. Lalu mendongakkan wajahnya menatap wajahku. Tatapan sayunya menatapku tajam.
3433Please respect copyright.PENANAFdCekedvVB
"Apa sayang? Om gak ngerti deh. Coba bilang!", Kataku memandang Aini penuh arti.
3433Please respect copyright.PENANAwV01Dh2d9H
Aini tersenyum menatapku "Boleh gak?", Tanyanya dengan tatapan memohon.
3433Please respect copyright.PENANAJEMQh7tIjZ
"Gak jadi deh", kata Aini lalu menundukkan wajahnya seperti menahan malu.
3433Please respect copyright.PENANAVucDxAM5g1
"Ya elah Kak, jujur aja napa!", kata Liani.
3433Please respect copyright.PENANAzNqtEeF68H
Lalu Aini melirikku dengan sudut matanya, dengan sedikit mendongak menatapku. Pegangan Aini di lenganku semakin erat.
3433Please respect copyright.PENANArcbkWejXbV
"Sebenernya Aini... ", Kata Aini terputus.
3433Please respect copyright.PENANA717mEkFuMx
Nafas Aini memburu, aku tau itu. Terlihat dadanya kembang kempis tak beraturan. Lalu Aini menghembuskan nafasnya panjang.
3433Please respect copyright.PENANA4z1vhN9ON6
"Huuuuuh"
3433Please respect copyright.PENANAokE3BDy4lM
"Boleh gak Aini nakal sekali aja? Please, boleh ya? Ya?", Kata Aini dengan wajah memelas.
3433Please respect copyright.PENANAypW0D5T7mp
Aku kaget mendengar kejujuran Aini, kutatap Aini dengan melotot. Aini mengernyitkan dahinya, tangannya yang memegang lenganku terlepas. Sekarang Aini tertunduk lesu menangis "Hiks hiks, maaf Om."
3433Please respect copyright.PENANAlldApjrg5H
Liani mendekati Aini lalu menarik tangannya "Sini Kak!", Kata Liani.
3433Please respect copyright.PENANAc5L2XcJEkS
Darko melangkah menuju belakang tubuh Aini, menyibakkan rambut Aini yang panjang yang menutupi tengkuknya. Lalu tangannya memegang lengan Aini kiri dan kanan meremasnya pelan.
3433Please respect copyright.PENANASDOGqMBnhK
"Muah" Darko mengecup tengkuk Aini.
3433Please respect copyright.PENANAlb9ToKXogx
"Ssssshhh ahhh", bibir Aini mendesah pelan dengan mata terpejam.
3433Please respect copyright.PENANAF1qfuNe0gs
Melihat pemandangan di depanku tubuhku membeku, perasan marah, cemburu, terangsang menjadi satu. Aku gak habis pikir gadis pendiam seperti Aini menginginkan dijamah oleh laki-laki. Apakah karena Aini sudah beberapa kali dijamah secara paksa? Aku gak tau.
3433Please respect copyright.PENANAMjK4eAesXr
Nafasku tersengal-sengal tak karuan, rasanya ingin aku rebut dekapan Darko pada gadis manisku.
3433Please respect copyright.PENANAXXtidEaNX8
Aini digendong Darko, dengan senyum malu-malu tangan Aini melingkar ke leher Darko.
3433Please respect copyright.PENANAUhJZnhEGRZ
"Mau dibawa kemana Ainiku?", Batinku.
3433Please respect copyright.PENANA0Dnx2B5bvC
Kuikuti Aini dan Darko dari belakang, Aini menoleh ke belakang menatapku dengan tatapan sayu tersenyum.
3433Please respect copyright.PENANAQyN1EO62Mc
Lalu Aini berbisik pada Darko, Darko menundukkan wajahnya. Kulihat Darko hanya manggut-manggut.
3433Please respect copyright.PENANAydcYsr4ozv
Sekarang Aini bersimpuh di atas matras yang lebar, dikelilingi oleh banyak laki-laki.
3433Please respect copyright.PENANATpg52wUdtV
"Kalian hanya boleh ngocok ya! Kecuali Kak Aini yang minta", kata Darko.
3433Please respect copyright.PENANA611d90GDqQ
"Om Om."
3433Please respect copyright.PENANADnwFbOrwJ3
Lamunanku buyar seketika "Ayok Om ke ruang tengah. Aini gak mau Liani kenapa-kenapa", kata Aini menarik tanganku.
3433Please respect copyright.PENANA5I3PvnOaAk
"Eh iya Ai", kataku ketika aku tersadar dari lamunanku.
3433Please respect copyright.PENANAc9HUOwFl9e
"Om ngelamunin apa sih?", Kata Aini tersenyum manis.
3433Please respect copyright.PENANAvK7xH60nds
"Oh engga, Om gak ngelamunin apa-apa", kataku berbohong.
3433Please respect copyright.PENANAduYeLrATwR