
Kejadian penggerebekan basecamp oleh ormas berjubah putih sudah lama berlalu. Meski Jono sudah masuk bui, koneksi ke pihak kepolisian masih terjalin dengan erat. Justru kepolisian mendukung semua bisnis kami, karena kami menyetor banyak banget uang. Khususnya dari usaha judi online, live cam interaktif dan perdagangan organ.
3111Please respect copyright.PENANA0fxH3nFEsK
Saat Jono tertangkap, karena kasusnya adalah korupsi dan itu pun melibatkan KPK bukan kepolisian.
3111Please respect copyright.PENANAWc1d00bwAb
Ratusan perempuan cantik korban penculikan kami sudah pulang ke rumahnya masing-masing, begitu juga dengan Aini dan Liani.
3111Please respect copyright.PENANAk2oqGiD9Tw
Basecamp masih beroperasi, dengan bisnis berbeda. Tetapi setor ke pihak kepolisian masih tetap berjalan.
3111Please respect copyright.PENANAo1jV50LUCc
Malam ini aku melamun di teras rumah, aku merindukan Aini. Pernah aku coba chat dia, tetapi dia gak pernah membalas.
3111Please respect copyright.PENANAmPx4thbt6c
Saking perasaan yang menderaku menyiksa batinku, kucoba untuk bersilaturahim ke rumah Pak Amrizal.
3111Please respect copyright.PENANATEIGlt5UIG
"Tok tok tok."
3111Please respect copyright.PENANAuIegZjDFqj
"Assalamualaikum"
3111Please respect copyright.PENANAWthChk19pu
Pintu dibuka "kreeeek."
3111Please respect copyright.PENANActD3nXuWKm
"Wa'alaikum salam" sapa gadis bermata indah bernama Husna.3111Please respect copyright.PENANAXkNH9Sg2GW
3111Please respect copyright.PENANAPsoPPbwRel
"Kakeknya ada Teh?", Tanyaku.
3111Please respect copyright.PENANAhxVRX2ZheJ
Husna menunduk dengan mata terpancar kesedihan yang mendalam. "Kakek sakit Mas", katanya dengan menunduk penuh kesedihan.
3111Please respect copyright.PENANA8SHUPgg1x3
"Boleh Mas masuk?", Tanyaku.
3111Please respect copyright.PENANAtSLs9zZMzJ
"Boleh Mas", kata Husna.
3111Please respect copyright.PENANA6wAradhDg2
Aku berjalan mengikuti Husna dari belakang, Husna membuka pintu kamar "Kreeek."
3111Please respect copyright.PENANAitFvMTEQNC
Kulihat Pak Amrizal terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang.
3111Please respect copyright.PENANAsNgEnXr8Ol
"Assalamualaikum Pak" sapaku.
3111Please respect copyright.PENANA6uS14Nn19g
Dengan tatapan lemah, Pak Amrizal menatapku.
3111Please respect copyright.PENANATI1fgUrNNc
"Siapa Na?", Tanya Pak Amrizal.
3111Please respect copyright.PENANAgqIU1Z3aga
"Temen Kakek", kata Husna terlihat tersenyum lembut dari sorot matanya.
3111Please respect copyright.PENANAOLPnEM1efa
Lalu aku duduk di samping ranjang Pak Amrizal "Bapak masih inget saya? Saya Amir Pak", kataku.
3111Please respect copyright.PENANArHg7v30zg9
"Iya saya masih ingat", kata Pak Amrizal lemah.
3111Please respect copyright.PENANAhLjpo7WwtH
Sekarang Husna duduk di samping Pak Amrizal dengan memegang tangannya. Kulihat Husna terisak, menangis.
3111Please respect copyright.PENANAGY3HUbZj3s
Melihat gadis disampingku yang rapuh, rasanya aku ingin memeluknya. Tetapi batasan norma agama mencegahku, karena aku tau Husna adalah akhwat bercadar.
3111Please respect copyright.PENANAigzSwuV66p
"Umur saya sudah gak lama lagi Nak Amir", kata Pak Amrizal lemah.
3111Please respect copyright.PENANAiLELAWDRXn
Tangis Husna meledak, Husna menunduk untuk memeluk Kakeknya.
3111Please respect copyright.PENANAei69N4ryMb
"Sudah sudah, jangan bersedih!", Kata Pak Amrizal sambil mengusap-usap punggung Husna.
3111Please respect copyright.PENANADdlpluxIQi
"Husna bagaimana Kek? Hiks hiks. Husna gak punya siapa-siapa lagi", kata Husna terisak.
3111Please respect copyright.PENANA1fMx5Ik718
Aku gak tega melihatnya, ingin kurengkuh tubuh Husna. Kupeluk erat dia, hanya sekedar memberinya ketenangan.
3111Please respect copyright.PENANAjKPMkIXxR7
Pak Amrizal menatapku lekat "Nak Amir, bolehkah Bapak menitipkan Husna pada Nak Amir? Nikahin Husna Nak!", Kata Pak Amrizal.
3111Please respect copyright.PENANAe2Sx3vBR1y
Tanpa sadar aku ikut meneteskan air mata, kulihat tangan Pak Amir bergerak memegang tanganku. Lalu mengangkatnya, ditaruhnya tanganku di atas punggung tangan Husna.
3111Please respect copyright.PENANAIQdF1dCCC6
"Jaga Husna Nak!", Kata Pak Amrizal yang sorot matanya semakin meredup.
3111Please respect copyright.PENANAGkbK9LjjGO
"Kek, Kek", kata Husna menggoyangkan tubuh Kakeknya.
3111Please respect copyright.PENANAb3b1YPUebz
"Kakeekkkkk!!!!", Tangis Husna meledak.
3111Please respect copyright.PENANAN3cz27dFtM
"Hiks hiks hiks" jangan tinggalin Husna Kek!", Teriak Husna lemah.3111Please respect copyright.PENANAdPiO1j33iF
3111Please respect copyright.PENANAiH0Q1G9LLR
Kuberanikan diri memeluk Husna, kuusap-usap punggungnya.
3111Please respect copyright.PENANA202f9Wgwyu
"Ini udah takdir Tuhan Husna. Kuatkanlah hatimu! Biar Kakek tenang di alam sana", kataku mencoba menenangkan Husna.
3111Please respect copyright.PENANATKFpc8wlim
Husna bangkit, lalu menghambur ke dalam pelukanku.
3111Please respect copyright.PENANAPO5TItUevK
"Huuuuuh"kuhembuskan nafasku.
3111Please respect copyright.PENANAG632umurvK
"Yang tegar ya Na", kataku sambil mengusap-usap punggungnya.
3111Please respect copyright.PENANAwKcpqrDC63
Hari ini aku ikut membantu pemakaman Kakek Husna. Gak hanya sehari ini saja, aku berniat sampai 1000 hari kematian Kakek Amrizal.
3111Please respect copyright.PENANACRliZsKgpI
Untuk membalas kebaikan Pak Amrizal, kuputuskan untuk membiayai semuanya. Dan aku juga mengingat amanahnya kepadaku, untuk menjaga Husna dan menikahinya.
3111Please respect copyright.PENANAo4UYJpQgCV
Pernikahan kecil-kecilan pun diselenggarakan, hanya sekedar walimatul ursy dengan cara mengundang tetangga di kanan kiri untuk makan-makan.
3111Please respect copyright.PENANACvknRZwvRH
Husna terlihat sangat cantik, dibalut dengan gamis berwarna biru tua. Hijab yang menutupi lekuk tubuhnya berwarna serupa dan cadar dengan warna serupa juga.
3111Please respect copyright.PENANAGwVWERrVoO
Husna saat Ijab Qabul memakai wali hakim, karena Husna sudah gak punya siapa-siapa lagi. Kulihat ada kesedihan yang mendalam di sorot mata Husna, mungkin karena yang seharusnya ada satu wali dari pihak Ayah. Bahkan sampai saat ini pun, Husna bertemu dengan Ayahnya satu kali pun gak pernah.
3111Please respect copyright.PENANArFIWb9CBXt
Setelah acara pesta pernikahan kecil-kecilan, aku duduk di ruang keluarga bersama Husna, Ibu dan Ayahku. Saat ini Husna gak lagi memakai cadarnya.
3111Please respect copyright.PENANAZiAVdglniw
"Kenapa wajah kalian mirip banget ya?", Kata Ayahku.
3111Please respect copyright.PENANAgvpj2J98n4
"Ya namanya jodoh Yah. Pasti ada mirip-miripnya kan?", Kataku sambil merangkul Husna dari samping. Kulihat Husna hanya senyum-senyum saja.
3111Please respect copyright.PENANAKDLwR6k2RH
"Iya lho kalian mirip banget. Kok bisa ya? Seperti kembar identik gitu", kata Ibu ikut-ikutan berpendapat.
3111Please respect copyright.PENANAA9kuCWjauD
"Masak sih? Kita mirip ya Dek?", Kataku menatap Husna di sampingku.
3111Please respect copyright.PENANADYFm8osweF
"Hihi, engga deh kayaknya Mas. Mas kan brewokan", kata Husna berkelakar.
3111Please respect copyright.PENANAkr6EzqBCcg
Ku usap-usap kepala Husna yang berbalut Hijab panjang sampai menutupi lekuk tubuhnya.
3111Please respect copyright.PENANApbquvf0aBT
"Ya udah ya Bu Yah, Amir bikin cucu dulu sama Husna", kataku mencoba bercanda.
3111Please respect copyright.PENANA2VyNCMs8r6
Ibu menatapku melotot, melirik Husna lalu tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANA7EOMV6hcRy
Husna hanya memanyunkan bibirnya sambil tersenyum tipis, "Aw" Husna mencubit pinggangku.
3111Please respect copyright.PENANAQpIK5WvPFr
"Sakit Sayang", kataku merintih.
3111Please respect copyright.PENANAUep2l1ZhVd
"Mas sih? Nana kan malu Mas", katanya cemberut..
3111Please respect copyright.PENANAkOsmhctgCQ
"Hehe, engga-engga Sayang. Mas bercanda kok. Maaf ya", kataku sambil memeluknya dari belakang.
3111Please respect copyright.PENANANXkiaNgRZk
"Ehm yang pengantin baru, mesra-mesraan mulu", kata Ibu meledek.
3111Please respect copyright.PENANAtzurquGlZm
"Tuh kan Mas, aku tambah malu kan dilihat Ibu", kata Husna manyun..
3111Please respect copyright.PENANABMD3wxcIPt
"Eh Mas" kata Husna terkejut saat aku menggendongnya..
3111Please respect copyright.PENANAXEDurnPscB
Husna menatapku malu-malu saat berada dalam gendonganku, tangannya melingkar di leherku, tersenyum. Lalu aku melangkah, berjalan menuju pembaringanku. Mata kita saling menatap, ada rasa yang gak bisa aku ungkapkan.
3111Please respect copyright.PENANAAyFKhkhItX
Sekarang Husna aku rebahkan di atas pembaringanku. Kutindih Husna secara perlahan. Kita saling menatap, tatapanku semakin dalam saat mataku seakan menyatu dengan sorot mata Husna yang berwarna coklat.
3111Please respect copyright.PENANAbH0ZOln8tI
"Indah banget" batinku.
3111Please respect copyright.PENANA6oJZNxP9mA
"Kamu cantik Husna", kataku sambil tanganku membelai wajahnya.
3111Please respect copyright.PENANA7IqQZnuwfD
Saat tanganku membelai wajahnya, mata Husna terpejam. Gak berhenti disitu saja, aku belai sekitaran telinga Husna yang masih tertutup hijab panjangnya.
3111Please respect copyright.PENANA46UWdkMxqJ
"Ssssshh ahhhh" Husna melenguh dengan mata terpejam.
3111Please respect copyright.PENANAZYn1p4nNND
Kita saling menatap lagi, lalu Husna menoleh ke samping, malu.
3111Please respect copyright.PENANAWOQA6L78l5
"Jangan menatap aku seperti itu Mas! Nana malu", katanya.
3111Please respect copyright.PENANAMBSerO1zLz
"Kenapa malu Sayang? Kita kan udah halal?", Kataku sambil tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANANIVsH9XFVs
"Deg deg deg" jantungku berdetak kencang saat Husna kembali menatapku dengan tatapan sayu.
3111Please respect copyright.PENANA2aHq0BTUvE
"Mas buka ya hijabnya?", Kataku.
3111Please respect copyright.PENANAOjtwFatqsZ
Husna hanya mengangguk saja. Lalu Husna bangkit untuk duduk sebentar, membantuku untuk melepas hijabnya. Rambut indahnya yang setiap hari tertutup hijab, kini terpampang di depanku.
3111Please respect copyright.PENANAXev8Lb95if
Kubelai lagi wajahnya, Husna kembali memejamkan matanya. Tangan Husna memegang tanganku. Sentuhan lembut telapak tangannya membuatku terhanyut.
3111Please respect copyright.PENANA4KWl9RAZTp
Sekarang Husna kembali kutindih, dengan perlahan Husna rebah di atas ranjang.
3111Please respect copyright.PENANAbO5kVZa03Z
Perlahan telapak tanganku hinggap di atas payudaranya yang masih tertutup gamis. Kulihat Husna tertawa kecil, "Kok tertawa Sayang?", Kataku sambil membelai wajahnya lagi.
3111Please respect copyright.PENANAmi3Z2DNxhX
"Engga Mas, Nana merasa lucu aja", kata Husna tertawa kecil dengan menutup bibirnya dengan telapak tangannya.
3111Please respect copyright.PENANAUuW5tTmzUX
Cantik banget, saat Husna tertawa seperti itu. Aku bahagia melihat Husna bisa tertawa, setelah Kakek pergi meninggalkan Husna untuk selamanya.
3111Please respect copyright.PENANAdT8Ho2d7hT
Husna masih tersenyum, "Apa sih Sayang, ada yang aneh ya?", Tanyaku.
3111Please respect copyright.PENANA6IQJ2TZeaD
"Nana boleh tanya, umur Mas berapa sih?", Tanya Husna dengan tersenyum manis.
3111Please respect copyright.PENANAeIqOEEkN2i
"38, kalau kamu?", Tanyaku sambil membelai wajahnya.
3111Please respect copyright.PENANArWhxH9iCR9
"23 Mas, mirip umur Ayah Nana", kata Husna dengan wajahnya berubah murung.
3111Please respect copyright.PENANAiARsaXzyk5
"Kamu ingat Ayah ya Sayang?", Tanyaku tetap sambil membelai wajahnya.
3111Please respect copyright.PENANAJLwiMJCbAD
"Nana belum pernah melihat wajah Ayah, Mas", kata Husna dengan wajah sedih.
3111Please respect copyright.PENANAoIc3qheQep
"Jadi Husna belum pernah ketemu Ayah Husna sama sekali?", Tanyaku yang tiba-tiba sedih, teringat putriku juga.
3111Please respect copyright.PENANAeAbj0B434d
"Belum Mas", kata Husna dengan mata berkaca-kaca lalu menoleh ke samping.
3111Please respect copyright.PENANA6djaOqqf3C
"Bagaimana dengan Ibu, Husna?", Tanyaku penasaran.
3111Please respect copyright.PENANALJP1hT3cxh
"Hiks, hiks, hiks" tangis Husna meledak.
3111Please respect copyright.PENANAXQKjjhD6jE
Husna mendorong tubuhku dengan lembut, aku mengerti lalu berguling ke samping. Sekarang Husna tidur membelakangiku sambil memeluk guling.
3111Please respect copyright.PENANAhaY9v84wfb
Tangis Husna belum mereda, "Maafin Mas ya. Mas gak bermaksud bikin Husna sedih", kataku menyesal sudah bertanya macam-macam.
3111Please respect copyright.PENANAlOK9yPxMpT
Lalu Husna berbalik menatapku, Husna menghapus air matanya. "Gapapa kok Mas", kata Husna tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANAc4xknnR8Vx
Kulihat Husna menutupi kesedihannya, dia berpura-pura tersenyum di depanku. "Jangan nangis lagi Sayang ntar cantiknya ilang lho!", kataku sambil mengusap air matanya yang masih menetes.
3111Please respect copyright.PENANANtkitdfcCJ
"Iya Mas", kata Husna berusaha tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANA4gzSeZcjaO
Saat aku berusaha mengecup bibirnya Husna menghindar, "Jangan sekarang ya Mas!", Katanya.
3111Please respect copyright.PENANAnwWxGLijtt
Aku gak mau memaksa, kutunggu sampai Husna benar-benar siap. Sekarang Husna kembali memunggungiku memeluk guling. Kupeluk erat Husna dari belakang.
3111Please respect copyright.PENANARGPxgnRUc4
Tangan Husna memegang telapak tanganku, meletakkan tanganku di atas payudaranya.
3111Please respect copyright.PENANAoB1DUYECxo
Kuremas payudaranya perlahan "Sssssh ahhhh", Husna mendesah perlahan.
3111Please respect copyright.PENANAXgDpsOJCEM
Kurasakan jantung Husna berdegup dengan kencang.
3111Please respect copyright.PENANAwl8KGOSNGf
"Husna mau cerita Mas", kata Husna.
3111Please respect copyright.PENANAJ97T1x6Mqe
"Iya, Mas dengerin", kataku masih meremas lembut payudaranya.
3111Please respect copyright.PENANAcc7b8Ayhrx
"Ibu Husna meninggal karena bunuh diri Mas. Saat itu umur Ibu Husna masih 15 tahun di Aceh", kata Husna terisak.
3111Please respect copyright.PENANAnPSdZWSj6y
"Deg" jantungku rasanya seperti ditusuk pisau.
3111Please respect copyright.PENANAZ9yWxp1m0X
"Ibu Husna dihukum cambuk karena.... ", Kata Husna dengan tangis meledak.
3111Please respect copyright.PENANAjCtLMDRiT3
Dengan masih terisak-isak Husna meneruskan ceritanya "Ibu Husna bernama Fatimah Azzahra dan Ayah Husna bernama, hiks hiks hiks."
3111Please respect copyright.PENANAzoP4F4YCye
Husna langsung terduduk, begitu juga aku. Mendengar pengakuan Husna, apalagi mendengar nama Ibunya ada kepingan yang telah lama hilang, kini mulai menyatu.
3111Please respect copyright.PENANAK8gx41dxmc
"Dan Ayah Husna bernama Amir Mustofa", kata Husna menatapku lekat.
3111Please respect copyright.PENANAnu7MyShPti
Aku mengernyitkan dahiku, "Kabupaten Pidie, Aceh. Kakek Husna dari jalur Ibu bernama Rahman. Nenek Husna bernama Siti Humairo."
3111Please respect copyright.PENANAWQlMgmoyFG
Tubuhku membeku mendengar apa yang dikatakan Husna, tangisku meledak. Kupeluk Husna dengan erat.
3111Please respect copyright.PENANAebDQktYZ59
"Mas, Mas gapapa?", Tanya Husna.
3111Please respect copyright.PENANAvVjchkTcvH
"Kamu putriku Husna. Aku ayahmu", kataku terisak-isak.
3111Please respect copyright.PENANABfMEZZ5PK7
Lalu kita saling tatap, ada pandangan tak percaya dari sorot mata Husna terhadap apa yang aku ucapkan. "Ayah?", Kata Husna dengan sorot mata bertanya-tanya.
3111Please respect copyright.PENANA7ZYuu3gyrQ
Aku mulai menjaga jarak "Ini gak bener Husna, kita sedarah. Kita gak seharusnya menikah", kataku sesenggukan.
3111Please respect copyright.PENANAdcZOod3B6x
Husna mendekatiku, menatapku lekat. "Aku lahir di luar pernikahan Ayah. Ayah tau aku lulusan Pesantren. Menurut Madzhab Syafi'i, anak yang lahir diluar nikah, meski anak biologis nasab ke Ayahnya terputus. Nasabku hanya tersambung ke Ibu Yah, kita boleh menikah", katanya tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANASR0iSXOPJE
Aku mengernyitkan dahiku, aturan macam apa itu yang memperbolehkan incest.
3111Please respect copyright.PENANAm69xs2Laci
Lalu Husna menunduk murung, "Ayah gak suka sama Husna?", Tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
3111Please respect copyright.PENANApXYyiLxlAK
"Bukan seperti itu Husna, Ayah merasa aturan seperti itu gak etis. Ayah adalah Ayah biologismu."
3111Please respect copyright.PENANAFaqWed2dEV
Wajah Husna berubah jadi murung "Ini yang Husna rindukan sejak dulu Yah, hiks hiks", kata Husna terisak lagi.
3111Please respect copyright.PENANAhDsNX6BOA3
"Tapi bukan berarti Ayah harus menjadi suami kamu kan?", Kataku sedikit keras.
3111Please respect copyright.PENANAPMNqtOnAdH
"Ayah jahat!!", Kata Husna turun dari ranjang.
3111Please respect copyright.PENANAqKQzwkteb0
"Tunggu Husna, kamu mau kemana?", Tanyaku berusaha mencegahnya.
3111Please respect copyright.PENANA9TewqqiUQ1
Lalu tanpa memakai hijab dan cadarnya kembali, Husna keluar kamar sambil berlari.
3111Please respect copyright.PENANA2JCChpTmgi
"Husna, mau kemana kamu?", Tanya Ibu yang kebetulan berpapasan dengan Husna.
3111Please respect copyright.PENANAS6EZs1RAHa
Saat aku mengejar Husna dengan terisak, kuberhenti melangkah untuk bicara dengan Ibu "Husna cucu Ibu", kataku.
3111Please respect copyright.PENANAOi2QvwOGaZ
"Apa!", Kata Ibu lalu pingsan.
3111Please respect copyright.PENANAjjTCkLXM66
Husna yang baru melangkah keluar pintu rumah, berbalik berlari ke arahku. Menghambur ke neneknya yang pingsan.
3111Please respect copyright.PENANADAa9uAvTCT
"Nenek!!", Husna terisak sambil memeluk neneknya yang pingsan.
3111Please respect copyright.PENANAKP2boffRfX
Mengetahui ada keributan, Ayah keluar. Kuceritakan semuanya, sekarang Ayah memeluk Husna dengan erat. Cucunya yang selama ini dia rindukan, kini ada dalam pelukan. Ayah menangis sesenggukan.
3111Please respect copyright.PENANAFxLrFyg1d8
"Kakek jangan nangis!!", Kata Husna menghapus air mata Kakeknya.
3111Please respect copyright.PENANAwFL6VmflaL
"Cucu Kakek udah gede ya, cantik", kata Ayah membelai rambut panjang Husna.
3111Please respect copyright.PENANA9wPec5b8PI
Kuambil minyak kayu putih, lalu aku oleskan sedikit di hidung Ibu. Mata Ibu mulai mengerjap-ngerjap "Dimana Husna? Dimana cucu Nenek?", tanya Ibu sambil terisak.
3111Please respect copyright.PENANAKBu89NZ4rX
Ibu memeluk Husna dengan erat, mengusap-usap punggungnya "Nenek mencarimu kemana-mana Husna. Nenek rindu sama Husna, cucu Nenek", kata Ibu terisak.
3111Please respect copyright.PENANALYAXEoN5Et
"Husna juga Nek, hiks hiks", kata Husna sesenggukan.
3111Please respect copyright.PENANAYQHTGAKeOg
"Kenapa tadi Husna lari?", Tanya Ibu.
3111Please respect copyright.PENANAykJ2IV6tZg
Husna menceritakan semuanya, dari wajah Ibu dan Ayah gak bisa mencerna semuanya.
3111Please respect copyright.PENANA0QWSdcwCO9
"Gila, mana boleh seperti itu", kata Ayah sedikit emosi.
3111Please respect copyright.PENANAW2gZzUwC2F
Lalu Ibu memegang tangan Ayah sambil menggelengkan kepalanya.
3111Please respect copyright.PENANABsNE4FxSqf
Husna kembali meledak tangisnya "Biar Husna pergi dari sini saja", kata Husna mengancam.
3111Please respect copyright.PENANAaqIJUa8uUX
"Huuuuuh" Ayah menghembuskan nafasnya.
3111Please respect copyright.PENANAvVOfsjaRGN
"Kalau memang aturannya memperbolehkan, apa yang bisa Kakek perbuat", kata Ayah berubah menjadi bijak.
3111Please respect copyright.PENANA7Udawq198z
Ayah memegang telapak tanganku lalu menaruhnya di atas punggung tangan Husna.
3111Please respect copyright.PENANA5YFgXXE6cv
"Jaga istrimu baik-baik Mir!", kata Ayah.
3111Please respect copyright.PENANAb9Szj9S7Yh
"Ini membingungkan buat Ayah, Husna menantu Ayah atau cucu Ayah? Haha", kata Ayah tertawa.
3111Please respect copyright.PENANAZowVCVNP6f
"Menantu sekaligus cucu", kata Husna tersenyum mantap.
3111Please respect copyright.PENANATepDDSC2vZ
Lalu Ibu bilang "Kalau Nenek menganggap Husna cucu gapapa kan? Nenek sudah lama merindukan cucu Husna", kata Ibuku.
3111Please respect copyright.PENANAILoheEJw5L
"Hihi, kan Husna emang cucu Nenek", kata Husna tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANAGRhUBLXquI
Lalu Husna menatapku sambil tersenyum "Husna udah siap suamiku", kata Husna tersipu malu.
3111Please respect copyright.PENANA3eIgiDw0FV
"Ayah yang jadi grogi Husna", kataku.
3111Please respect copyright.PENANA7DO0Bc63iW
"Kenapa grogi?", Tanya Husna tersenyum manis.
3111Please respect copyright.PENANAkiwkAruk7c
"Gak mau manggil Ayah, maunya manggil Mas", kata Husna lalu melirik Ibu dan Ayah.
3111Please respect copyright.PENANAyib1hXDmen
"Ayah manggil Husna, Nak aja ya?", Tanyaku cekikikan.
3111Please respect copyright.PENANADb9x5TM0px
"Yee gak mau Mas, panggil Husna Adek aja", kata Husna cekikikan.
3111Please respect copyright.PENANAQfghQdcQkk
"Udah sana, malam pertama sana sama Ayahmu!", Kata Ayah yang ikut tertawa.
3111Please respect copyright.PENANA942X6k81kd
"Sepertinya Husna nih yang ngebet", kata Ibu melirik Husna sambil tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANA74GRpgpBUm
Tanganku dipegang oleh Husna, Husna menarikku sambil berdiri. Aku menoleh ke arah Ibu dan Ayah, "Nih cucu Ibu dan Ayah ngebet banget, hehe", kataku tertawa.
3111Please respect copyright.PENANArCh5wZSo2F
"Udah buruan, kekepin Husna sana di kamar! Hehe", Kata Ayah tertawa.
3111Please respect copyright.PENANAv4sJY2LYhD
"Kakek!", kata Husna manja, dengan cemberut.
3111Please respect copyright.PENANAzvlUquqtce
Setelah masuk di dalam kamar, pintu kamar ditutup. Tangan Husna melingkar di leherku. Dengan sedikit jinjit, Husna mengecup bibirku.
3111Please respect copyright.PENANA3ITdffYUJv
Jantungku rasanya berdetak gak karuan, lalu Husna melangkah mundur melepas pakaiannya satu persatu. Dari gamisnya, turun ke lantai. Dengan perlahan Husna melepas Bhnya.
3111Please respect copyright.PENANAvuTEPQE5N0
Nafasku memburu melihat penampakan tubuh Husna yang putih tanpa cacat. Payudaranya pun membulat, dengan puting berwarna kemerahan agak merah muda.
3111Please respect copyright.PENANAbxwC1L6vMx
"Glek" aku menelan ludahku.
3111Please respect copyright.PENANAtQHxsaqC9C
Lalu dengan perlahan Husna melepas celana dalamnya yang berwarna putih, secara perlahan celana dalam Husna mulai terlepas. Terpampanglah vagina putriku yang cantik.
3111Please respect copyright.PENANAxqsrYQapFv
"Husna cantik kah Mas?", Tanya Husna sambil tersenyum.
3111Please respect copyright.PENANAwI5lbLW4SA
"Cantik banget Sayang", kataku sambil menahan gejolak birahi.
3111Please respect copyright.PENANAJeSRrbdoCa
''Ayok Mas! Udah waktunya cinta satu ikatan bertemu", kata Husna mengerlingkan matanya.
3111Please respect copyright.PENANAoNpWUMtrMg