
Di atas ranjang yang awut-awutan, Yuzuru dan Pak Tabuchi tertidur pulas sembari memeluk pasangannya masing-masing, di tempat lain terlihat David yang juga ikut tidur dengan ponsel menyala dengan posisi duduk di kursi kecil.
Saat pagi tiba, Chitose bangun lebih dulu dari yang lain, dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sesaat kemudian Pak Tabuchi terbangun, dengan lembut ia elus pipi Ayumi-sensei yang memerah itu dengan tangannya yang kasar lalu pergi ke kamar mandi.
"Oh, Chitose kau sudah bangun duluan rupanya," sapa Pak Tabuchi tanpa malu meski ia bertelanjang bulat.
Chitose sigap menutup tubuh montoknya, mengapitkan kedua pahanya, dan menutup payudaranya yang besar yang tak muat untuk ditutupi dengan kedua tangannya.
"Santai-santai, tenang saja aku tak akan menyentuhmu ... aku sudah janji pada Yuzuru, kenapa kau begitu tegang?"
Chitose mulai menurunkan kewaspadaanya, saat ia lengah tiba-tiba Pak Tabuchi nyelonong masuk untuk ikut mandi bersamanya.
"Boleh mandi bareng gak?"
Chitose tertegun, dada bidang dan penis Pak Tabuchi yang besar menghalanginya dari pintu kamar mandi.
"Hanya mandi saja, tak lebih Tabuchi-sama..." kata Chitose malu-malu.
Pak Tabuchi tersenyum simpul, ia lalu membelakangi Chitose dan keduanya mulai mandi dan membersihkan dirinya masing-masing. Mereka saling membelakangi, tapi punggung mereka berdempet hingga mereka bisa merakan sentuhan kulit mereka yang licin satu sama lain.
"Yah, aku mungkin akan merindukanmu, Chitose. Rawatlah Yuzuru dengan baik, dan kalau kau bosannya dengannya kau bisa menghubungiku kapan pun," celoteh Pak Tabuchi.
Chitose tak merespon, ia sibuk membersihkan tubuhnya yang lengket bekas sperma putranya, dan membersihkan sisa keringat yang masih mengembun di kulitnya.
Setelah mandi singkat keduanya pun berpisah, Pak Tabuchi langsung membangunkan David untuk bersiap pergi, sementara Chitose menyiapkan makan untuk Ayumi-sensei, dan Yuzuru.
Sebelum mulai jam kerja, Pak Tabuchi dan David sudah beranjak pergi dari rumah Chitose.
*****
Ayumi-sensei bangun dengan mental hancur, tubuhnya penuh memar dan luka akibat pemerkosaan yang ia alami. Di dalam vaginanya yang sempit literan sperma pria-pria perkasa itu memenuhinya dari kemarin siang tanpa henti.
"Haaahh! Sialan! Bajingan! Berandal! Busuk! Sampah!"
Ayumi-sensei mengumpat penuh amarah, ia mencoba mengumpulkan kembali tenaganya yang terkuras, dan mulai turun dari atas ranjang dengan lutut lemas.
Saat ia baru saja berdiri, ia berjumpa dengan Chitose yang tengah membawa nampan berisi bubur untuk mereka makan setelah malam yang melelahkan itu. Ayumi-sensei memandangi Chitose dengan sinis, dalam hati ia membencinya dan menyalahkannya atas semua yang telah terjadi padanya.
"Nyonya Chitose sepertinya berat melayani mereka bertiga setiap minggu, tak kusangka putramu akan menjualku pada mereka untuk meringankan bebanmu," kata Ayumi-sensei dengan nada tinggi.
Sontak saja, Chitose langsung meletakkan nampan berisi bubur itu di atas meja dan bersujud di bawah kaki Ayumi-sensei yang tanpa busana itu sambil terus meninta maaf padanya.
"Maaf! Maafkan kami Ayumi-sensei! Maafkan kami!" ucap Chitose dengan penuh penyesalan.
Melihat hal itu Ayumi-sensei malah menjadi risih, tanpa memperdulikan Chitose ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mendengar keributan yang mereka buat, Yuzuru yang terlelap pun terbangun dan melihat ibunya tengah bersujud di depan ranjangnya.
"Ibu, kau sudah bangun? Ah! Apa aku ketiduran!? Ah! Tabuchi-sama dan David juga sudah pergi! Uh kemana Ayumi-sensei?" tanya Yuzuru seperti orang bingung.
Menyadari hal itu Chitose segera bangkit dari sujudnya, lalu memberikan bubur buatannya untuknya.
"Makan dulu, Yuzuru! Kau pasti lelah," ucap Chitose dengan tatapan lembut.
Tanpa ragu, Yuzuru langsung menyantap bubur itu dengan lahap, sambil meremasi pantat Chitose dari balik roknya yang pendek.
"Bu, setelah makan ayo kita ngentot lagi!" ajak Yuzuru.
"Eh!? Tapi kan kemarin malam udah?"
"Mana cukup Bu, kali ini aku akan memuaskan ibu siang malam sampai kau hamil anakku, Bu."
"Ya Tuhan Yuzuru! Jangan berkata seperti itu, Ibu jadi malu..."
Keduanya tersenyum bersamaan, lalu mulai makan bersama di atas ranjang sambil menunggu Ayumi-sensei selesai dari mandinya.
*****
Saat Ayumi-sensei selesai membersihkan diri, ia mendengar suara desahan Chitose dari balik kamar. Saat ia tiba, ibu dan anak itu sudah saling menjamah seperti binatang liar yang haus akan seks.
Rok mini Chitose dinaikkan ke atas, celana dalamnya menyingkap dengan jari-jari Yuzuru menusuk-nusuk vaginanya. Kaos ketatnya terangkat ke atas sampai payudara yang memudahkan Yuzuru untuk menghisap kuat kedua putingnya yang kecoklatan itu dengan mulutnya yang rakus.
"Apa kalian tak bisa menahan diri? Ya ampun kalian benar-benar binatang berahi!" seru Ayumi-sensei.
Yuzuru dan Chitose tak menanggapi, mereka sibuk memuaskan diri sampai tak sadar kalau Ayumi-sensei sudah ada di depan mereka hanya dengan berbalut handuk putih.
"Ah, Ayumi-sensei ... Ahhh... aku sudah mencuci bajumu, kau bisa memakainya di sana... Ahhh!" kata Chitose dengan pipi memerah dan napas tak beraturan.
Tak ingin lebih lama, berada di sana, Ayumi-sensei segera menyambar pakaiannya yang sudah dicuci itu, dan memakainya cepat-cepat sambil mendengar suara desahan mereka yang membuat kupingnya panas.
"Ahhh! Yuzuru! Ahhh! Jangan lakukan! Ahh! Ayumi-Ayumi-sensei ada di depan kita Ahhh!"
"Gak usah malu, Bu. Biarkan Ayumi-sensei mendengar eranganmu yang manja itu Bu."
"Ahhhhh!"
Yuzuru menusukkan penisnya yang besar kembali ke vagina Chitose, dalam posisi duduk, ia menusukkan penisnya yang besar itu keluar masuk ke vaginanya yang melebar karena Chitose bergerak naik turun.
"Ohhh! Ahhh! Ouuhh! Nikmat banget Yuzuru! Ahhh!"
"Ahhh! Ibu ... aku mau keluaarr! Ahhhh!"
Penis Yuzuru menegang dan berdenyut-denyut sementara daging vagina Chitose terus meremasnya dengan kuat, sesaat kemudian cairan putih kental itu menyembur dari lubang seni Yuzuru dan membuahi Chitose.
"Hmmmm Mmmm"
Keduanya saling berpangutan, merasakan kenikmatan surgawi yang mengalir di bawah selangkangan mereka. Yuzuru meremas dua bongkahan Payudara Chitose dengan gemas, lalu berbisik kata manja ke telinganya.
"Mau ronde kedua di kamar mandi gak, Bu?"
Chitose tersipu malu, "Duh! Yuzuru Ibu baru aja mandi padahal."
"Gak papa toh, kan biar bersih lagi."
Keduanya lalu berciuman, sementara itu Ayumi-sensei yang sudah selesai berpakaian itu pergi keluar dari kamar dengan wajah memerah.
TAMAT766Please respect copyright.PENANAR4G4njHFfu
766Please respect copyright.PENANAWRgrZZNIme
766Please respect copyright.PENANAwWBIhBmF45
766Please respect copyright.PENANArft29LRulF
766Please respect copyright.PENANAl2dNEwGuYL
766Please respect copyright.PENANAF0mu4hHX4o
766Please respect copyright.PENANADQljkADZck
766Please respect copyright.PENANA9XB5kwgzu8
766Please respect copyright.PENANA5gm6GDERUI
766Please respect copyright.PENANAoTKOqAZI3g