
Yuzuru menggenggam penisnya yang kecil dengan tangan kirinya, dan mulai mengocoknya sambil melihat tubuh telanjang ibunya yang seksi. Pak Tabuchi hanya mengamatinya sambil senyum-senyum, lama Yuzuru mengocok penis mungilnya itu namun tak kunjung keluar hingga membuat Pak Tabuchi tak sabar.
1641Please respect copyright.PENANAB1Zz8EJipg
"Akan kubantu Yuzuru."
1641Please respect copyright.PENANAlFJKinL6pD
Pak Tabuchi lalu menghampiri Chitose dan mendudukkannya menghadap Yuzuru yang tengah coli, setengah sadar Chitose melihat anaknya itu tengah berusaha bermasturbasi sambil melihatnya.
1641Please respect copyright.PENANAKkyhOyQTOb
"Lihat baik-baik Yuzuru, lihat bagaimana aku memuaskan Ibumu yang binal ini."
1641Please respect copyright.PENANAW5FKjYhiAx
Pak Tabuchi memeluk Chitose dari belakang, dan mulai meremas dan memainkan payudaranya. Chitose mendesah lirih dengan rangsangan di dada serta putingnya yang kecoklatan, perlahan ia mendapatkan kembali kesadarannya.
1641Please respect copyright.PENANAv4r1awQ2Mh
"Yu-Yuzuru!? Apa yang kau lakukan!?"
1641Please respect copyright.PENANAFhgzb5Hgc9
Bak tersambar petir Chitose melihat Yuzuru yang tengah coli di depannya, ia mencoba menutupi payudaranya, namun segera dicegah oleh Pak Tabuchi.
1641Please respect copyright.PENANAvlGKsEJhxt
"Biarkan dia melihatnya! Biarkan Yuzuru melihat sebinal apa ibunya."
1641Please respect copyright.PENANA1itqJicAqe
"Tidak! Tabuchi-sama, Tidak jangan lihat Yuzuru! Ahhh..."
1641Please respect copyright.PENANAf0VbejG6qR
Tangan Pak Tabuchi bergerak ke bawah, jari tengahnya langsung nenusuk-nusuk dan mengelus vagina Chitose. Wajah Chitose memerah seperti tomat, sensasi seperti itu baru pertama kali ia rasakan—antara kenikmatan dan rasa bersalah pada anaknya.
1641Please respect copyright.PENANAqwkpYi8l4w
"Ahh! Tabuchi-sama! Ak-aku keluaarr!" erang Yuzuru sambil mempercepat kocokannya.
1641Please respect copyright.PENANArfjDBGWa4m
"Ahhh! Ahhh! Ughh! Tidakk!"
1641Please respect copyright.PENANAWQIB7O5J5T
"Bagus Yuzuru! Keluarlah bersamaan dengan Ibumu!"
1641Please respect copyright.PENANA2Ugpm26Q74
"Ahhh! Ughhh! Ahhh!"
1641Please respect copyright.PENANA05EiSSSY00
"Aaaaaahh!"
1641Please respect copyright.PENANATSRiUCLYqT
Tubuh Chitose dan Yuzuru mengejang bersamaan seperti beresonasi, tak lama kemudian ... Keduanya klimaks secara bersamaan. Sperma putih kental Yuzuru terciprat ke perut berminyak Chitose yang sebelumnya sudah basah oleh peju Pak Tabuchi.
1641Please respect copyright.PENANA0tLgfZa0Un
Pak Tabuchi tersenyum, sensasi ini benar-benar sangat membuatnya senang—kapan lagi dia bisa meng-NTR seorang Janda di depan anak laki-lakinya.
1641Please respect copyright.PENANAw54YVkqvto
"Kerja bagus Yuzuru. Baiklah, kau lulus. Kalau begitu mulai sekarang kau harus coli saat aku memperkosa ibumu. Kau paham?"
1641Please respect copyright.PENANADxt3WNhLbd
Yuzuru mengangguk pelan, Chitose yang melihat anaknya yang menurut seperti itu hanya bisa menangis dalam kekecewaan. Setelah itu, Pak Tabuchi tanpa henti memperkosanya berkali-kali di hadapan Yuzuru sampai sore hari.
1641Please respect copyright.PENANApWm3DA1t7f
Karena terlalu lelah bercinta, Chitose menghubungi bos Ramen tempat ia bekerja kalau ia tak bisa hadir lagi hari ini.
1641Please respect copyright.PENANASUrFjiIev1
Yuzuru membersihkan semua hal yang berantakan karena pergenjotan tadi siang seorang diri, sementara Chitose mandi sambil meringkuk dengan hati hancur.
1641Please respect copyright.PENANAMvryDJhcv4
*****
1641Please respect copyright.PENANA8K3sKWSjym
Pagi hari, Yuzuru dan Chitose sarapan bersama tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Suasana canggung membuat Chitose tak nyaman, tapi mengingat kemarin—Chitose tak tahu harus berkata apa.
1641Please respect copyright.PENANAF9HQmuGx13
"Ibu ... Maaf aku coli saat melihatmu diperkosa," ucap Yuzuru yang langsung membuat Chitose mengentikan makannya.
1641Please respect copyright.PENANAs8MCVTtye3
"Ibulah yang harusnya minta maaf Yuzuru, kamu melihat sisi memalukan Ibu. Maafkan Ibu yang membuatmu terseret semua ini, maaf. Maaf. Maaf Yuzuru."
1641Please respect copyright.PENANAutXGuiNnbb
Chitose terisak, namun Yuzuru segera menenangkannya dengan mengelus punggung tangannya.
1641Please respect copyright.PENANAhNorUEVIDr
"Gak memalukan kok Bu, Ibu terlihat sangat cantik saat itu. Aku sayang Ibu, apa pun yang terjadi—Aku tetap anak Ibu."
1641Please respect copyright.PENANApypswVzx6o
"Yuzuru...."
1641Please respect copyright.PENANATCARpZCUlT
Chitose bangkit dari duduknya lalu memeluk Yuzuru dengan penuh kasih sayang, dadanya yang besar itu langsung menekan muka Yuzuru.
1641Please respect copyright.PENANAhIdmjY94Lj
"Ibu ... Ada sesuatu yang harus aku ceritakan pada Ibu. Ibu aku...."
1641Please respect copyright.PENANA2FKoC0y2Gy
Seolah tali di lidahnya putus Yuzuru mulai menceritakan pembullyan yang ia terima di sekolahnya pada Chitose. Chitose yang mendengar itu menjadi marah dan sangat sedih setelah mendengar sendiri pengakuan Yuzuru.
1641Please respect copyright.PENANAweXrdEAuPg
"ANAK-ANAK KURANG AJAR! AKAN IBU BERI PELAJARAN PADA MEREKA NANTI! Kamu gak papa 'kan Yuzuru? Mau bolos aja gak?"
1641Please respect copyright.PENANAbi4nOFQqym
Yuzuru menggeleng, ia tak ingin membuat Chitose lebih khawatir lagi.
1641Please respect copyright.PENANASGS0S8BPvr
"Sekarang sudah gak papa, aku baik-baik saja Bu. Karena aku sudah cerita sekarang gantian Ibu yang cerita tentang Pak Tabuchi."
1641Please respect copyright.PENANAZegDisyEK2
"I-itu..."
1641Please respect copyright.PENANAHa4ob9QHnn
Melihat rasa penasaran di wajah Yuzuru, Chitose pun akhirnya menceritakan hubungan nakalnya dengan Pak Tabuchi yang bermula dari saat ia menunggak uang sewa selama lebih dari 6 bulan. Pak Tabuchi mengancam Chitose untuk mengusirnya dan Yuzuru kalau tak segera membayar uang sewa, Chitose yang tak ingin diusir memohon-mohon pada Pak Tabuchi untuk melakukan apapun agar ia tak diusir.
1641Please respect copyright.PENANAe86CrESN2t
Dan akhirnya, Chitose pun membayar tunggakan uang sewa itu dengan tubuhnya. Saat pertama kali ngentot setelah sekian lama, Chitose merasa begitu lelah setelah digagahi oleh Pak Tabuchi yang perkasa.
1641Please respect copyright.PENANApWYIaaOKiU
Sejak saat itu, setiap sebulan sekali Pak Tabuchi selalu datang ke tempat Chitose untuk menagih uang sewa dengan tubuhnya. Kunjungan awalnya cuma sebulan sekali, namun akhir-akhir ini Pak Tabuchi jadi sering berkunjung ke tempatnya karena merasa puas dengan pelayanan Chitose.
1641Please respect copyright.PENANA2PebIdjZQX
Setelah mendengar cerita Chitose, Yuzuru jadi sedikit lega—dengan itu hatinya jadi sedikit lebih tenang hingga ia bisa berangkat sekolah tanpa beban lagi.
1641Please respect copyright.PENANAg6yO2gEfaa
*****
1641Please respect copyright.PENANAaHpuQmWADy
Yuzuru menghadapi kehidupan sekolahnya lebih berat dari sebelumnya, sejak penisnya itu dilihat banyak orang—ia mendapatkan julukan baru sebagai 'penis bayi' di sekolahnya. Orang-orang menghibahinya dari belakang maupun terang-terangan, Bullyan secara verbal a maupun fisik ia terima dari banyak orang sejak kejadian memalukan itu.
1641Please respect copyright.PENANAWiqZ9ZX4XE
Saat istirahat, Yuzuru memilih menyendiri dari pada harus terlibat dengan teman-temannya yang jahat. Sambil menatap hamparan awan di atap gedung sekolah, Yuzuru membayangkan Ibunya dan Pak Tabuchi yang tengah bercinta dengan brutal.
1641Please respect copyright.PENANAyacICRrpwn
Yuzuru langsung pulang saat bel pelajaran terakhir berbunyi, untuk menghindari para pembully ia sengaja pulang lebih awal atau mengambil jalan memutar untuk menghindari mereka.
1641Please respect copyright.PENANAgPqNvXzxx7
Ketika dalam perjalanan pulang, Yuzuru dihampiri oleh sebuah mobil benz berwarna hitam yang ternyata dikendarai oleh Pak Tabuchi. Pak Tabuchi menawarinya tumpangan, dan langsung ia terima setelah melihat para pembully yang mulai mencarinya dengan ekspresi marah.
1641Please respect copyright.PENANA100f6Bv5A4
"Tampaknya kau dalam masalah Yuzuru," kata Pak Tabuchi sambil memacu mobilnya pergi.
1641Please respect copyright.PENANA2doyAAcmAH
"Kurasa begitu, Tabuchi-sama."
1641Please respect copyright.PENANAHEriBmyR07
"Siapa mereka? Apa kau dibully Yuzuru?"
1641Please respect copyright.PENANAqvLeMgYfee
"Sepertinya begitu, Tabuchi-sama."
1641Please respect copyright.PENANAFBB0dn9DQb
"Ohh..."
1641Please respect copyright.PENANAGmhjAve0dI
Pak Tabuchi tak berkomentar lagi, ia hanya fokus memacu mobilnya untuk mengantar Yuzuru.
1641Please respect copyright.PENANAeqMyAKf6b1
"Tabuchi-sama, bagaimana dengan latihanku kemarin?"
1641Please respect copyright.PENANAAhYNpdOIFx
"Yah, lumayan. Tapi hanya 3 kali? Mungkin itu batasmu untuk saat ini. Tapi seiring kau terbiasa jumlahnya pasti akan bertambah."
1641Please respect copyright.PENANApqTLiUntms
"Terimakasih atas bimbingannya, Tabuchi-sama ... Aku belajar banyak."
1641Please respect copyright.PENANA5LQpXYoOvB
"Hahaha, itu bagus untukmu ... Anak muda seusiamu punya libido yang besar. Aku yakin kau akan terus berkembang."
1641Please respect copyright.PENANAXziJzj0WUn
Yuzuru sedikit gugup, "Em, Tabuchi-sama ... Kapan latihan selanjutnya..."
1641Please respect copyright.PENANA2sBDRtnz9E
Pak Tabuchi mengangkat alis, ia tak menyangka kalau Yuzuru menantikan lagi saat ibunya diperkosa olehnya.
1641Please respect copyright.PENANABAsB3DJr2d
"Hmmm biar kulihat, seperti untuk dua minggu ini aku tak bisa. Sebelum itu bagaiman dengan penismu? Aku menyuruhmu untuk mengurutnya secara rutin setiap mau tidur untuk memperbesarnya kan?"
1641Please respect copyright.PENANALemszsPU87
"Aku sudah melakukan sejak kemarin malam Tabuchi-sama, tapi entah kenapa rasanya begitu sakit saat aku ingin tertidur."
1641Please respect copyright.PENANA8Kg6Youw97
"Hmm... Apa kau pakai celana dalam saat tidur? Jangan lakukan itu Yuzuru ... Penis akan bertambah besar saat kita tidur, celana dalam hanya akan menghambat pertumbuhannya saja."
1641Please respect copyright.PENANAt9f29dorOJ
"Begitu rupanya, terimakasih atas nasihatnya Tabuchi-sama."
1641Please respect copyright.PENANAtNAnuHcs4r
Tiba-tiba Tabuchi terpikir sesuatu yang nakal yang melibatkan Yuzuru dan Chitose.
1641Please respect copyright.PENANAKiQTjvmNtp
"Yuzuru, aku punya tugas penting buatmu ... Anggap saja ini pekerjaan rumah. Aku memintamu untuk memfoto aktivitas Ibumu di rumah dan melaporkannya padaku."
1641Please respect copyright.PENANAHXuWoCeGu4