
Ayumi-sensei mengantar Yuzuru pulang menggunakan mobilnya, dengan tubuh penuh keringat Ayumi-sensei menyetir mobil dengan Yuzuru duduk di sampingnya. Saat ini memang sedang musim panas, tak heran meski sudah menyalakan AC Ayumi-sensei dan Yuzuru tetap berkeringat.
838Please respect copyright.PENANA4k7h5qpeqT
"Panas banget ya, hari ini Yuzuru," ucap Ayumi-sensei sensei sambil menarik-narik bra olahraganya yang basah.
838Please respect copyright.PENANAOcfxByqysv
"Iya Sensei, di gym memang gak terasa karena banyak AC ... Tapi pas di luar kayak dipanggang," balas Yuzuru sambil matanya terfokus pada gumpalan putih di balik bra olahraga Ayumi-sensei.
838Please respect copyright.PENANACZHEfYi0Fz
Ayumi-sensei tentu tahu Yuzuru tengah melihat payudara yang sedikit tersembul saat ia menarik-narik bajunya, namun ia membiarkannya saja—membiarkan Yuzuru menikmati tontonan gratis itu dengan penis yang mulai mengintip lagi dari balik celananya.
838Please respect copyright.PENANA9H9SqgFgUQ
Mobil Ayumi-sensei pun sampai di depan rusun tempat Yuzuru tinggal, Yuzuru membungkuk berterima kasih pada Ayumi-sensei sebelum masuk ke rusun tiga lantai itu dengan gelisah.
838Please respect copyright.PENANAUttlRgy49T
Saat Yuzuru selangkah lagi masuk ke rusun, David kebetulan berpapasan dengannya. Melihat David yang berseri-seri Yuzuru menyipitkan mata—merasa curiga kalau David berlebihan lagi seperti sebelumnya.
838Please respect copyright.PENANAotNzDgavhb
"Kau gak main kasar kan!?" tanya Yuzuru.
838Please respect copyright.PENANAMTHlllkSoc
David hanya menggeleng sambil senyam-senyum seperti habis mendapatkan pencerahan.
838Please respect copyright.PENANAAbMCMtY0UR
"Kalau mau tahu kenapa kau tak pastikan saja sendiri?"
838Please respect copyright.PENANAHP4vFNqicW
Jantung Yuzuru berdebar kencang, penisnya yang memang sudah ereksi sejak tadi semakin membengkak membayangkan akan seperti apa Ibunya saat ia kembali.
838Please respect copyright.PENANAGt7XqSdwKM
*****
838Please respect copyright.PENANAIp4Bm8Vcht
Chitose tersengal-sengal, selangkangannya terbuka lebar dengan sperma putih kental yang terus mengucur dari dalam. Dalam posisi terduduk di sebuah kursi kayu tanpa sehelai benang pun, Chitose bersandar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang seharian dipermainkan oleh tubuh hitam kekar David.
838Please respect copyright.PENANARIXxM8pkOv
"Haah hoooh haaah aaahh..."
838Please respect copyright.PENANAa63oDLkxMe
Chitose melebarkan pahanya sambil melirik ke payudara besarnya yang dipenuhi bekas cupangan, putingnya masih keras libidonya masih tinggi meskipun ia sudah berkali-kali digenjot oleh David dalam berbagai posisi.
838Please respect copyright.PENANAXUz3TC1anN
Kleekk!
838Please respect copyright.PENANAYRTqzH7aqg
Pintu rumahnya terbuka lagi, suara langkah kaki terdengar berjalan ke arahnya dengan tergesa-gesa. Chitose gusar, ia mencoba untuk berdiri namun lututnya itu terlalu lelah untuk di gerakkan, alhasil ia hanya bisa menunggu suara langkah kaki itu menemukan dalam posisi memalukan tersebut.
838Please respect copyright.PENANAXUz1BOo5AF
"Yuzuru..."
838Please respect copyright.PENANANlIE1hrdTl
Saat melihat Yuzuru datang tubuh Chitose langsung bereaksi, perasaan malu, bersalah sekaligus terangsang menjadi satu, dan sebuah semburan cairan bening encer menyembur deras ke badan Yuzuru yang basah oleh keringat.
838Please respect copyright.PENANAuHLYI3HzaQ
Bau pesing tercium ke mana-mana, Yuzuru tertegun dengan penis mengeras seperti batu. Pikirannya tak lagi jernih, tumpukan rasa horny mulai menggelapkan matanya.
838Please respect copyright.PENANArXGZ5aiC7c
"Ibu! Akuu!"
838Please respect copyright.PENANAwFJZHXHMlS
Satu tarikan Yuzuru menurunkan celananya sendiri menampakkan penisnya yang keras yang sekarang ukuran termasuk ukuran rata-rata pria dewasa. Yuzuru melepas pakaiannya satu persatu hingga telanjang bulat, lalu mendekati Chitose yang gemetaran dan menggeliat sehabis klimaks dihadapan anaknya.
838Please respect copyright.PENANAI3kdGKDJL4
"Ibu, boleh aku menggesekkan padamu?" pinta Yuzuru dengan tubuh sangat dekat dengan Chitose hingga ujung penis bisa menyentuh payudara besar Chitose yang penuh tanda merah.
838Please respect copyright.PENANA1Q1rZXkEy5
Antara sadar atau tidak Chitose hanya mengangguk pelan saat diminta Yuzuru, begitu mendapat izin dari ibunya—Yuzuru langsung meremas dua payudara besar di depannya, lalu menjepitkan penis di antaranya.
838Please respect copyright.PENANAyoE5G7mgMI
"Ahhh! Ahhhh"
838Please respect copyright.PENANAmqRf8Z1xr7
Yuzuru serasa akan terbang merasakan lembutnya dua gunung yang mengapit penisnya itu, mengikuti nalurinya ia mulai memaju mundurkan penis di antara jepitan payudara Chitose. Penisnya bergetar hebat, liurnya seakan mau jatuh saat Yuzuru mulai mempercepat genjotannya, suara gesekan penisnya dan payudara Chitose, dan sensasi panas di batangnya membuat Yuzuru langsung orgasme hanya dalam beberapa detik.
838Please respect copyright.PENANAKyDXXq2v5S
Semburan sperma Yuzuru tertahan oleh lembutnya payudara Chitose, napasnya tersengal-sengal saat ia menarik keluar penisnya yang mengkilap karena cairannya sendiri. Yuzuru tersenyum bangga melihat lelehan pejunya yang turun dengan cepat melalui perut berlemak Chitose, belahannya yang mengkilap, dan ekspresi horny yang Chitose tunjukkan membuat Yuzuru kembali keras.
838Please respect copyright.PENANAso1ZRtNAFH
"Ibu, boleh kugesekkan kontolku ke memekmu? Cuma gesek aja, gak bakal aku masukin kok," kata Yuzuru meminta izin.
838Please respect copyright.PENANAVqQt5Wzfwv
Chitose terdiam, liang kewanitaannya sudah basah sedari tadi. Sensasi panas batang Yuzuru di antara payudaranya membuat liang itu semakin banjir—mengeluarkan peju David dan cairan cintanya sendiri.
838Please respect copyright.PENANAasIcQMJSCO
"Cuma gesek aja, gak lebih."
838Please respect copyright.PENANAFQf2QOpHEV
Yuzuru begitu sangat senang, ia dekatkan penisnya ke bibir vagina wanita yang telah melahirkannya itu dengan hati berdebar. Bibir vagina Chitose masih terbuka lebar karena penis David, hingga saat Yuzuru ingin menggeseknya tanpa sengaja sedikit bagian kepalanya masuk dalam baginya Chitose yang mengangga.
838Please respect copyright.PENANAz4iPIjCxiI
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAhhh!"
838Please respect copyright.PENANAdQiyUxbOKj
Chitose mendesah keras, Yuzuru segera menarik penisnya, dan langsung meminta maaf padanya.
838Please respect copyright.PENANAyxPxLXk9oz
"Maaf Bu, aku gak sengaja! Maaf!"
838Please respect copyright.PENANA2KBfA6CETu
Tanpa Yuzuru duga, tangan Chitose yang sejak tadi diam tiba-tiba menerkam batang penisnya yang sensitif hingga membuat Yuzuru meringis sesaat.
838Please respect copyright.PENANA8HbPVb3Ls1
"Dasar anak gak berguna! Ngarahin aja kamu gak bisa!" seru Chitose dengan suara membesar sumbang.
838Please respect copyright.PENANAu43xwUWaRQ
Yuzuru terkejut bukan main melihat Ibunya yang selalu berkata lembut, dan tak pernah membentaknya tiba-tiba berkata kasar, dan menghinanya.
838Please respect copyright.PENANAmfZYqo5e5R
"Dasar anak durhaka! Mesum! Cabul! Penis bayi! Masak harus Ibu yang ngarahin sih dasar Babi rendahan!"
838Please respect copyright.PENANA9XCZntKWfw
Chitose mencengkram penis Yuzuru dengan keras hingga membuat Yuzuru berteriak kesakitan, namun bukannya lemas penis Yuzuru justru semakin keras dan membengkak hingga membuat Chitose terkaget-kaget.
838Please respect copyright.PENANANDpBUAgh3L
"Apa ini!? Kenapa jadi keras dan berdenyut-denyut? Apa kamu masokis? Dasar Babi! Anak sama bapak sama aja! Sama-sama Babi masokis!"
838Please respect copyright.PENANAJBshUQCzEa
Yuzuru semakin nafsu, perkataan kasar Chitose justru membuatnya semakin bersemangat. Segera Yuzuru mencium bibir Chitose, dan menyerang lidahnya dengan mulutnya.
838Please respect copyright.PENANADFVHIEio4X
"Hmmm hmmmm hmmmm."
838Please respect copyright.PENANAOaiqpkb1OU
Keduanya berciuman dengan liar, lidah mereka saling melilit, mulut mereka tak bisa diam saling maju mundur untuk membuat yang lain kenikmatan.
838Please respect copyright.PENANAEebsdcT5OR
Gengaman Chitose mulai melemah, memanfaatkan itu Yuzuru langsung menarik penisnya, dan mengarahkan batangnya ke bibir vagina Chitose.
838Please respect copyright.PENANAie4UfeGppy
"Aaahhhhhh! Ouhhh! Hmmm! Hmmm! Enak! Ahhh! Bagaimana gesekan saja bisa seenak ini! Aaaaaahh"
838Please respect copyright.PENANArYeEg8oyFL
Chitose mengeliat, sementara Yuzuru menggerakkan pinggulnya naik turun menggesekkan batangnya ke bibir vagina Chitose.
838Please respect copyright.PENANAIFx6tEwQBu
"Ahhh! Aahhh! Ibuu! Ahhh"
838Please respect copyright.PENANA6W9nDGfM7H
"Ahhh! Ahhh! Ahhh! Yuzuruuu! Ahhh!"
838Please respect copyright.PENANAPihMXcneIE
Gerakan pinggul Yuzuru semakin cepat, penisnya yang keras menggesek daging lembut licin berlendir itu hingga membuat kursi yang diduduki Chitose bergoyang tak kuasa menahan nafsu ibu dan anak itu.
838Please respect copyright.PENANAg9A0CYLXst
"Ahhhhhh! Ibuuuu!"
838Please respect copyright.PENANAgAoH91thxD
"Yuzuruuu!"
838Please respect copyright.PENANAwYJZbWswHY
Keduanya lagi-lagi keluar secara bersamaan, penis Yuzuru yang dipenuhi lendir Chitose menyemburkan cairan putih kental ke jembut dan perut Chitose yang sebelumnya juga sudah kotor karena pejunya.
838Please respect copyright.PENANALAkinPBAru
Yuzuru memeluk ibunya itu sambil tersengal-sengal, penisnya yang terus keluar itu menempel di perut Chitose dengan precum masih keluar sedikit demi sedikit.
838Please respect copyright.PENANA2Omow48ifz
"Yuzuru..."
838Please respect copyright.PENANAirS2jDuYcY
"Ibu..."
838Please respect copyright.PENANAAyFLLSq2NE
Keduanya pun lalu berciuman, dan berpelukan untuk waktu yang lama sampai Chitose menawan Yuzuru untuk mandi bersama. Hari yang melelahkan itu pun di akhiri dengan Chitose dan Yuzuru saling menggosok lagi di kamar mandi, dalam bathtub keduanya berendam bersama dengan Chitose berada di bawah sambil menceritakan kejadian yang mereka alami hari ini.
838Please respect copyright.PENANAx1EVR4uHMB