
[WARNING! DISTURBING CONTENT]789Please respect copyright.PENANAraBmUSyqx7
Pada hari sabtu, Pak Tabuchi sekali lagi datang berkunjung menemui Yuzuru dan Chitose ... kali ini dia datang sendirian tanpa mengajak David setelah tahu kalau David bercinta dengan Chitose di belakangnya. Agak kesal Pak Tabuchi memandang Yuzuru dan Chitose yang tengah duduk bersama sambil saling membuang pandang, ia masih tak terima kalau wanitanya itu disentuh pria lain tanpa izinnya.
"Kalian sudah mulai berani ya, apa kalian tahu apa konsekuensinya jika tak patuh padaku?"
Yuzuru dan Chitose saling pandang, baru kali ini mereka melihat Pak Tabuchi semarah ini ... untuk meredakan amarahnya—Yuzuru langsung berlutut meminta maaf diikuti dengan Chitose.
"Maaf Tabuchi-sama, aku sudah lancang ... itu semua salahku Tabuchi-sama, tolong jangan salahkan Ibuku," kata Tabuchi membela Chitose.
"Tidak Tabuchi-sama, ini semua salahku karena terlalu mudah diperkosa ... anakku tak bersalah, tolong maafkan dia Tabuchi-sama."
Keduanya saling melimpahkan kesalahan pada diri sendiri, melihat hal itu bukannya lebih baik Pak Tabuchi justru semakin kesal.
"Yuzuru! Apa kau sudah ngentot dengan Chitose?" tanya Pak Tabuchi.
"Mana berani aku melakukan itu, Tabuchi-sama kami tak melakukannya. Aku bersumpah Tabuchi-sama," jelas Yuzuru sambil menyentuhkan dahinya ke lantai untuk meminta pengampunan Pak Tabuchi.
Pak Tabuchi sedikit lebih baik, ia melihat kejujuran dari apa yang Yuzuru katakan, dan menghela napas panjang.
"Kalian ini—perlu kuberi hukuman. Yuzuru! Tunjukkan kontolmu!" seru Pak Tabuchi.
Tak ingin membuat Pak Tabuchi semakin marah, Yuzuru langsung melepas celana pendek hitam yang ia kenakan,dan terlihatlah penisnya yang sedang tidur mengantung seperti timun.
"Sudah lebih baik sekarang! Baiklah Chitose! Sekarang buka celanamu!"
Malu-malu Chitose melepas celana jeans ketat yang ia kenakan ... celana dalamnya yang besar, dan berwarna putih itu terlihat tak muat untuk menampung bongkahan panta besarnya yang menggoda itu.
Kedua Ibu dan anak itu kini bertelanjang bawah, keduanya tampak risih, dan berusaha untuk mengalihkan pandangan satu dengan yang lain. Pak Tabuchi lalu membuka tas kerja yang ia bawa, dan mengeluarkan sebuah anal plug panjang bergerigi.
Chitose reflek menggeleng karena tahu apa yang akan terjadi padanya begitu melihat alat itu, ingin rasanya ia berlari dari tempat itu dari pada harus memasukkan benda itu ke duburnya yang masih perawan, dan belum pernah dimasuki benda asing.
"Yuzuru, kau tahu apa ini?"
"Tidak Tabuchi-sama, benda itu ... apakah sejenis dildo?"
"Hahaha! Kau taksalah, tapi benda ini lebih bagus dari dildo. Kau mau tahu?"
Yuzuru mengangguk setuju, namun berbeda dengan Chitose yang tampak ketakutan meihat benda itu. Pak Tabuchi menghempaskan Chitose, lalu membuatnya dalamposisi menungging dengan ia berada di depan pantatnya sambil memegang anal plug di tangannya.
"Yuzuru! Pelajaran kali ini adalah anal! Kau tahu wanita punya 2 lubang di antara kedua pahanya ... satu lubang untuk membuat anak, sedangkan yang satunya lubang untuk membuang kotoran. Dua hal itu seperti Yin dan Yang, dan saling melengkapi satu sama lain, seperti sebuah harmoni."
"Berbeda dengan vagina, kalau kau keluarkan pejumu di pantatnya wanita tak akan hamil, selain itu dubur juga lebih elastis dan sempit dari pada vagina hal itu akan membuat penisnya merasa nikmat 2 kali dari biasanya."
Pak Tabuchi terus menjelaskan tentang anal sambil mempersiapkan alat-alat yang diperlukan, Pak Tabuchi menyiapkan sebuah suntikan besar yang ia isi dengan air yang sudah dilarutkan obat pencuci perut sambil sesekali menekan dubur Chitose dengan jari-jarinya.
"Ini merupakan hal tabu, semua orang meragukan hal macam ini karena mereka menganggapnya hanya membawa penyakit, dan menjijikkan ... tapi faktanya tak begitu."
Sambil menjelaskan Pak Tabuchi menyuntikkan cairan yang berisi obat pencuci perut itu ke dubur Chitose hingga membuatnya melenguh kecang.
"Selama ratusan tahun, orang terus mencari metode yang aman untuk melakukan anal seks ... seks itu terus berkembang, seperti halnya teknologi ia terus berkembang karena manusia membutuhkannya. Hanya dengan beberapa obat, dan penanganan yang tepat, anal seks yang bisa menjadi aman kalau dilakukan dengan penuh persiapan."
"AAAAAAAAAAAaaaaaa!"
Chitose tak kuat menahan rasa mulas di perutnya saat tetes terakhir suntikan Pak Tabuchi selesai memasuki tubuhnya, sensasi panas, dan perasaan mulas menjadi satu dalam tubuhnya. Menyadari hal itu, Pak Tabuchi langsung menyumbat dubur Chitose dengan anal plug yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Aaaaaaaa! AAAAA!"
Chitose berteriak kencang saat anal plug bergerigi itu terpasang di anusnya, air mata Chitose keluar saat wajahnya yang biru menyentuh lantai karena tak kuat lagi untuk bersangga pada tangannya.
"Ini hukuman untukmu Chitose!" kata PakTabuchi sambil tersenyum puas.
"Kau akan tahu nikmatnya anal seks, dan akan kecanduan dengannya kalau kau takhati-hati Yuzuru! Banyak sekali pria di luar sana yang tersesat karena kenikmatan lubang dubur dan berakhir menghancurkan hidupnya."
Pak Tabuchi kembali menjelaskan, kali ini tatapannya menjadi sangat serius.
"Penjelasannya sudah cukup, sekarang Yuzuru saatnya untuk hukumanmu."
Pak Tabuchi tersenyum jahat, melihat hal itu Yuzuru hanya bisa menelan ludah.
Sepuluh menit Chitose merasa sangat tersiksa dengan anal plug di anusnya, rasanya perutnya seperti dipukul-pukul oleh puluhan orang saat itu, lelehan vesesnya yang bau tersumbat karena anal plug yang menahannya.
"Berbaringlah Yuzuru! Chitose berjongkoklah di atas kepala Yuzuru!"
Chitose menggeleng, ia tahu apa yang dipikirkan Pak Tabuchi segera ia menolak, dan ingin melawan namun segera dihentikan oleh Yuzuru yang langsung menahan ibunya itu dengan menggenggam pergelangan tangannya.
"Gak papa Bu, aku gak akan membencimu, kok."
Chitose ingin menangis, dengan terpaksa ia melakukan apa yang Pak Tabuchi suruh dengan berjongkok di atas kepala Yuzuru. Chitose menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak mendalam yang membuatnya tersiksa sejak tadi.
"Anal seks memang candu, tapi anal seks tetaplah anal seks ... senikmat-nikmat apa pun itu kau harus melihat sendiri betapa tak sempurnanya lubang kenikmatan itu."
Dengan satu hantaman keras, PakTabuchi memukul perut Chitose hingga membuatnya berteriak kencang. Gelombang mulasnya pun semakin kuat, cairan kuning bau itu sudah sangat terkumpul di ujung duburnya, satu pukulan Pak Tabuchi membuat cairan kuning itu memuncrat keluar.
789Please respect copyright.PENANAKEhF1LFqiZ
789Please respect copyright.PENANAj041sSK8AV
789Please respect copyright.PENANAzBE7zDhBRD
789Please respect copyright.PENANAQpK10FkcYs
789Please respect copyright.PENANA4cOYhcTdVu
789Please respect copyright.PENANA2i2hIMWCZT
789Please respect copyright.PENANApmCG2o3HBi
789Please respect copyright.PENANACiRlIly0VG
789Please respect copyright.PENANATpxkbrY9O2
789Please respect copyright.PENANA5nPe0YL9oU
789Please respect copyright.PENANAzrN0pAdKZS
789Please respect copyright.PENANAXWWtCi8iyF
789Please respect copyright.PENANAMwbv4PDmTP
789Please respect copyright.PENANAYHq3l8GVuW
789Please respect copyright.PENANA3ze9oUIoBR
789Please respect copyright.PENANA06Ex6gRjcK
789Please respect copyright.PENANAD5wc7QpfDf
789Please respect copyright.PENANAEVjahizsm7
789Please respect copyright.PENANAOUgUFyWkVM
789Please respect copyright.PENANAuoqi2L1uuB
789Please respect copyright.PENANACArOnKbKU1
789Please respect copyright.PENANA4UpdgIlkYk
789Please respect copyright.PENANAFSlFdAyBxd
789Please respect copyright.PENANAJqOitzZLvx
789Please respect copyright.PENANAyqprbmV4Z0
789Please respect copyright.PENANAOuaaOZeJyi
789Please respect copyright.PENANAPo0zELcqxt
789Please respect copyright.PENANAoo6gmKPFaH
789Please respect copyright.PENANAJaxMcwlZ48
789Please respect copyright.PENANAsGdVzh3M7o
789Please respect copyright.PENANA9KJffNJe8j
789Please respect copyright.PENANA1M6oLsuuXS
789Please respect copyright.PENANAX5ohEs7sW8
789Please respect copyright.PENANA2jNhfOvs7q
789Please respect copyright.PENANAk0rEgwMiTO
789Please respect copyright.PENANAEmDMmtkdiT
789Please respect copyright.PENANAswxEEeF2tv
789Please respect copyright.PENANAW7XlFA7d4O
789Please respect copyright.PENANAv0q8YLxRQH
789Please respect copyright.PENANAf38VXxL05j
789Please respect copyright.PENANA4ZsAIDhgm2
789Please respect copyright.PENANAViVLlOtngp
Anal plug di dubur Chitose terbang, bersamaan dengan itu mencretan kental berbau busuk langsung mengguyur dengan kencang seperti shower membasahi wajah serta rambut Yuzuru. Chitose menangis karena tak bisa menghentikan cairan menjijikkan yang terus keluar dari duburnya, apalagi saat mendengar suara mual dan teriakan putus asa Yuzuru di bawah selangkangnnya.
ns18.216.234.191da2