Maki menceritakan semua kejadian yang terjadi saat Nero pingsan, rautnya diliputi kesedihan saat mengatakan tentang Eimi pada Nero. Dengan hangat Nero memeluk maki dengan tubuh masih berlumur sperma, ia cium kening Maki untuk menenangkannya.
154Please respect copyright.PENANAF18HbxzFVA
"Maki aku yakin mbak Eimi akan baik-baik saja, apa pun yang terjadi—aku pasti akan menyelamatkan. Aku berjanji," ucap Nero sambil mengelus rambut Maki.
154Please respect copyright.PENANA5kLjpFT0GK
Putri Yua berdehem, ia terlihat tak nyaman saat mencium bau sperma yang membasahi tubuh Nero. Ratu Anri memberi Nero handuk untuk mengusap sisa sperma ritual, Nero mengelapnya secara menyeluruh, dan mengembalikan handuk penuh sperma itu ke tangan Ratu Anri.
154Please respect copyright.PENANAVwTWgBGKZS
"Emmmm...."
154Please respect copyright.PENANABVG28Hk7ls
Dengan sedikit jijik, Ratu Anri menerima handuk pemberian Nero. Waka dan Rara yang sudah bersiap membawa pakaian Nero untuk ia pakai, setelah berpakaian lengkap. Nero mengajak wanita-wanita itu untuk datang ke paviliunnya.
154Please respect copyright.PENANAjvuGSJBSQz
Awalnya Ratu Anri hendak menolak, tapi karena Nero bilang ingin mendiskusikan rencana untuk menghadapi Dogma, Ratu Anri berubah pikiran. Putri Yua yang baru bangun dari pengaruh sihir Eimi, Ratu Anri suruh untuk kembali ke kamarnya di temani beberapa prajurit yang sudah Ratu Anri bawa.
154Please respect copyright.PENANA7qOMeBHwEh
Dengan sedikit perasaan iri, Putri Yua dikawal oleh para prajurit itu untuk kembali ke kamarnya. Putri Yua melihat Nero dengan tatapan jealous, lalu pergi bersama pada prajurit suruhan Ratu Anri.
154Please respect copyright.PENANAfPtMSrEvAz
"Sayang....."
154Please respect copyright.PENANAPuoyc63Ply
Tiba-tiba Waka berbisik pada Nero.
154Please respect copyright.PENANAg9E60K1Qiy
"Apa kau yakin?" tanya Nero memastikan.
154Please respect copyright.PENANAvnsxHSSARB
Waka mengangguk, lalu mereka berlima pun pergi menuju paviliun Nero.
154Please respect copyright.PENANAG6U0Hpkuk3
*****
154Please respect copyright.PENANAX0W98ZehhF
Di kamar yang berantakan Nero memeluk Maki yang menangis dari belakang. Ia remas kedua tetek Maki, dan memijatnya dengan lembut untuk menenangkannya. Nero membisikkan kata-kata penyemangat di kuping Maki sebelum mulai menciumnya dengan ganas.
154Please respect copyright.PENANAI5rB4SfjKw
"Ah.... Tuan.... Aku..... Aku...."
154Please respect copyright.PENANA3Z1zsI29Is
Maki mulai terangsang dengan setiap sentuhan Nero pada tubuhnya. Nero lucuti satu persatu pakaian Maki hingga telanjang bulat, lalu mainkan klitorisnya menggunakan tangan kirinya.
154Please respect copyright.PENANAWsfbhGgS2k
"Ahh.... Ah... Ah.... Tuann...."
154Please respect copyright.PENANAkvbKPctjmC
Maki tersipu, memeknya dicolok-colok oleh Nero bersamaan dengan putingnya yang di pelintir. Nero mencium leher Maki, lalu membaringkannya ke ranjang yang penuh bekas peju, dan lendir itu.
154Please respect copyright.PENANAlqyYWJymee
Nero buka celananya, dan terlihatlah kontolnya yang tengah ereksi berat. Maki yang sudah sange langsung menyambar kontol Nero, lahap Maki menelan, dan mengulum kontol hingga membuatnya berkedut.
154Please respect copyright.PENANA3xUvnfN2Dg
"Maki... Ayo kita ngentot! Biar kontolku ini menghapus kesedihanmu," kata Nero sambil mengacungkan kontolnya yang sudah siap tempur ke wajah Maki.
154Please respect copyright.PENANAVPul7z484G
Secara reflek Maki menunggingkan pantatnya, memeknya yang sudah basah mengundang kontol Nero yang besar untuk masuk.
154Please respect copyright.PENANAI0StvEbjlM
"Argg....."
154Please respect copyright.PENANAlEKmLkY8ws
Maki melenguh kuat, kontol besar Nero sedikit demi sedikit mulai masuk dalam memeknya. Raut sedih di wajah Maki sedikit demi sedikit menghilang, berganti oleh raut sange karena kontol besar yang bersarang di memeknya.
154Please respect copyright.PENANAv59LKKkiGB
"Aku gerakkan," ucap Nero sambil memulai memaju mundurkan kontolnya.
154Please respect copyright.PENANARVMDVE7gvY
Maki mendesah kenikmatan, kontol Nero menabrak dinding memeknya dengan sangat kuat. Suara desahan Maki yang sedang dientot sampai bisa di dengar Ratu Anri, dan Rara yang tengah mengobrol santai tepat di depan kamar mereka.
154Please respect copyright.PENANAhE5VF6d8ba
Ratu Anri sedikit risih mendengar desahan Maki, memeknya mulai gatal membayangkan dirinya ngentot dengan kontol Nero lagi. Rara yang melihatnya hanya tersenyum, ia beri Ratu Anri sebuah teh untuk menenangkan pikirannya.
154Please respect copyright.PENANARMh4iU9vh1
"Bersabarlah, Ratu Anri. Setelah Maki, mungkin selanjutnya kita," ucap Rara sambil menyeruput teh buatannya.
154Please respect copyright.PENANAWyj9smR2As
"Apa kalian selalu melakukan ini!?" kata Ratu Anri dengan gugup.
154Please respect copyright.PENANAcHZ37o9tp9
"Iya, setiap malam. Tuan selalu mengundang orang berbeda untuk memuaskannya. Seharusnya giliran Maki minggu depan, tapi karena kejadian itu Tuan mempercepatnya, hari ini."
154Please respect copyright.PENANA3axBssp7PX
Ratu Anri menerima teh yang Rara suguhkan, dan meminumnya. Perasaannya sedikit lebih baik setelah meminumnya, tapi telinganya masih panas mendengar tiap sodokan yang disertai desahan nikmat dari Maki.
154Please respect copyright.PENANAYMhXNgdeFi
Selama lebih dari 20 menit Nero ngentot dengan Maki, berbagai posisi sudah ia lakukan demi memuaskan Maki yang binal. Sampai akhirnya Maki pun mencapai batasnya, tubuhnya mengejang hebat dengan kontol besar yang bersarang di pantatnya.
154Please respect copyright.PENANAtS5qUBwowu
"Aaaaah..... Maki....." seru Nero mempercepat genjotannya di pantat Maki, sambil menampar bokongnya.
154Please respect copyright.PENANArKFKgKtQ0J
"Aaaaaahh.... Tuan.... Ah... Aku keluar....."
154Please respect copyright.PENANAPJveax8kvP
Maki melenguh kuat saat peju panas Nero membanjiri lubang pantatnya, kedua lubang Maki terbuka lebar, dan berlumur peju Nero yang mengalir keluar dari dalam.
154Please respect copyright.PENANAU94EgNlkD8
Setelah melihat Maki yang sudah sangat kehabisan tenaga, Nero menyelimutinya dengan selimut. Tak sebelum keluar, Nero mencium kening Maki, dan membisikkan kata selamat malam padanya.
154Please respect copyright.PENANAoQWfRRK9UK
"Selamat malam, Bunda...." ucap Nero, memanggil Maki dengan panggilannya saat kecil.
154Please respect copyright.PENANA9IVdp89Pfj
******
154Please respect copyright.PENANACkQYgudtQM
Nero menceritakan apa yang ia lihat ketika pingsan, Rara dan Ratu Anri terlihat terkejut mendengar penjelasan Nero tentang Jordan yang memberinya petunjuk.
154Please respect copyright.PENANAr2sKk6tR0q
"Kau yakin, kalau orang itu bernama Jordan?" tanya Ratu Anri masih tak percaya.
154Please respect copyright.PENANAKw7ftIb2In
"Iya, dia sendiri yang bilang padaku," jawab Nero dengan yakin.
154Please respect copyright.PENANAjZHR8yD5fW
Ratu Anri menghela napas, tetek besarnya sedikit berguncang.
154Please respect copyright.PENANA4gXDiURaUH
"Nero, orang itu. Dia adalah pendiri Dogma, sekaligus pemilik penis sakti sebelum dirimu."
154Please respect copyright.PENANAidYnyf6efW
"Apa!? Orang itu pendiri Dogma? Tapi kenapa dia membantuku?"
154Please respect copyright.PENANAEv9Kuu8IQk
Rara memotong, "Tuan, mungkin dia menolongmu untuk menebus dosanya. Dari cerita leluhurku sepertinya, Jordan tak ingin Dogma membantai ras lainnya."
154Please respect copyright.PENANANezyY9Ql9N
Ratu Anri menambahkan, "Benar, sama sepertimu.... Jordan juga punya libido yang sangat besar. Ia hanya tertarik pada seks, dan isi kepalanya cuma bercinta dengan wanita. Karena hal itu pulalah ia dihianati oleh orang-orang sendiri."
154Please respect copyright.PENANANA1fukFTOD
Ratu Anri pun menceritakan kisah lain tentang berdirinya Dogma pada Nero, kisah tentang para budak seks Jordan yang saling membunuh untuk mendapatkan kekuasaan, dan kisah tentang anak-anak Jordan yang memiliki kebencian mendalam pada ras selain manusia.
154Please respect copyright.PENANAVCa5hWeH9j
"Anak-anak Jordan mengira kalau ras non manusia lah yang meracuni ayahnya, mereka dihasut oleh para petinggi Dogma saat itu untuk menjadi senjata pemusnah massal. Setelah tugas mereka selesai, anak-anak itu diracun seperti ayah mereka, dan tubuhnya dimutilasi, dan dijadikan senjata sihir oleh Dogma," jelas Ratu Anri yang membuat Nero bergidik ngeri.
154Please respect copyright.PENANAVGRl1WlggH
Ketika mereka bertiga tengah ghibah, Waka datang bersama Maria membawa seorang wanita telanjang dengan wajah tertutup kain. Nero lebih dulu mengenali tetek wanita itu ketimbang wajahnya, dengan perasaan kecewa Nero menghampiri wanita itu, dan membuka penutup kepalanya.
154Please respect copyright.PENANARPCD4q9UyQ
"Asahi...."
154Please respect copyright.PENANAJJ2uDLOnvB
Nero membuka wajah Asahi yang tertutup kain dengan tatapan kecewa, tak mengira kalau Asahi adalah seorang mata-mata dari Dogma.
154Please respect copyright.PENANA9oaOzTFFm4
"Nero maaf," ucap Asahi dengan senyum tipis.
154Please respect copyright.PENANAxFJu6SO1tl
Pagi hari sebelumnya, Waka melihat Asahi keluar diam-diam dari istana. Karena penasaran, Waka mengikutinya lalu terkejutlah ia ketika tahu kalau Asahi bertemu seorang prajurit dari Dogma. Asahi memberikan denah istana Kerajaan pada prajurit itu, dan memberi tahu keadaan istana kepadanya.
154Please respect copyright.PENANAKyZ3E10P63
Setelah memergoki Asahi, Waka kembali ke istana, ia ingin melaporkan hal itu pada Nero, tapi ternyata pada malam itu juga istana telah disusupi.
154Please respect copyright.PENANAgjxDNfG63f
Plakkk!
154Please respect copyright.PENANAtgcVesaKEr
Maria menampar Asahi dengan penuh amarah, tak menyangka kalau Asahi yang selalu bersamanya adalah bagian dari Dogma.
154Please respect copyright.PENANAowgQMQ2Ukv
"Jadi semua yang kau lakukan selama ini adalah bohong! Asahi kenapa! Kenapa Asahi!" ucap Maria sembari menangis mengingat kenangannya besama Asahi.
154Please respect copyright.PENANAlofdEWzgBZ
"Maaf, Maria.... Tapi waktu yang kuhabiskan bersama club Milf terasa sangat menyenangkan. Terima kasih sudah mengajakku bergabung, aku tak akan melupakannya seumur hidupku," kata Asahi yang pasrah akan dirinya sendiri.
154Please respect copyright.PENANA8mH8yF1uR1
Asahi tahu kalau hukuman yang pantas bagi mata-mata di Kerajaan ini adalah hukuman mati. Ketika dirinya tertangkap maka berakhir sudahlah kehidupannya, tapi dari pada melawan Asahi lebih memilih pasrah.
154Please respect copyright.PENANAz4l1lFhWyt
"Ratu Anri, apa Asahi akan dihukum mati?" tanya Nero memastikan.
154Please respect copyright.PENANA3WorXvQLPr
"Iya, tak ada hal yang lebih pantas dari tiang gantung untuk seorang penghianat," jawab Ratu Anri dengan tegas.
154Please respect copyright.PENANAx4xLIu2Roj
Nero memandang Asahi dengan iba, meskipun hanya sebatas teman ngentot. Nero merasa kalau ia akan sangat merindukannya jika Asahi mati.
154Please respect copyright.PENANALFrs9cqf3l
"Ratu Anri.... Aku punya ide yang lebih baik, dari tiang gantungan untuknya," usul Nero, tak tega.
154Please respect copyright.PENANAP9I1OedCMi
"Hukuman apa Nero? Jangan karena dia orang yang kau kenal jadi ia bisa selamat," ucap Ratu Anri meragukan keadilan dalam hati Nero.
154Please respect copyright.PENANAeLqQnosuGe
"Ratu Anri, sebentar lagi 'kan kita akan berperang. Tentu para tentara kita akan tertekan baik secara fisik maupun mental."
154Please respect copyright.PENANAOMpYmLf1CK
"Apa maksudmu?"
154Please respect copyright.PENANAoBT1mje7sy
"Dari pada wanita secantik Asahi digantung, bukankah lebih baik menjadikannya pemuas nafsu untuk para tentara kita?"
154Please respect copyright.PENANArt5wOH7cKn
Asahi terkejut mendengar usulan Nero, ia ingin protes tapi Waka dengan cepat menyumpal mulutnya.
154Please respect copyright.PENANAsJ6shMXB5i
"Kau gila.... Tapi sepertinya bisa dicoba," tanggap Ratu Anri sambil memandang Asahi yang terlihat sangat ketakutan.
154Please respect copyright.PENANAuzHn7CkUbK
Dengan begini Asahi tak jadi di eksekusi, dan tak menutup kemungkinan juga suatu saat Asahi akan diampuni karena telah berjasa memuaskan nafsu para tentara. Meskipun begitu Asahi tampaknya tak terima, membayangkan dirinya di gangbang oleh kontol-kontol tentara setiap hari bahkan lebih buruk dari kematian.
154Please respect copyright.PENANAks9Mu6hjX5