
Hubunganku dengan Yusuf semakin renggang, bukan hanya karena aku sakit hati kerena sikap Yusuf saja. Tetapi Yusuf juga mulai menghindariku. Saat hubunganku dengan Yusuf retak, retakan hatiku mulai tersusun kembali karena kehadiran Malik.
6496Please respect copyright.PENANAh261SsMfnQ
Seperti hari-hari sebelumnya, aku diantar jemput Malik saat mengajar mengaji. Meski ada banyak bisik-bisik orang yang menggunjingku dengan kata-kata yang buruk. Aku gak mempedulikan itu, tetapi Kakek berusaha menasehatiku. Bukan karena Kakek ingin membatasi kebebasanku, melainkan Kakek gak ingin terjadi apa-apa padaku.
6496Please respect copyright.PENANAg0RaEJbw8n
Hari ini aku memakai outfit serba hitam, dari dress panjang, hijab dan cadar dengan warna serupa. Di perjalanan kupeluk Malik dengan erat.
6496Please respect copyright.PENANAEKtIR3lOg1
Sesampainya di tempat aku mengajar mengaji, ada banyak mata melihatku. Begitu juga Yusuf yang memandangku dengan tatapan sinis. Sepertinya Malik mengetahui gerak-gerik temannya, dengan sorot mata sinis menatap ke arahku. Malik menggandeng tanganku, berjalan berlawanan arah dengan langkah Yusuf yang sedang berjalan ke arahku dan Malik.
6496Please respect copyright.PENANA4CxB9hhP39
Kulirik Malik dengan mendongakkan wajahku, saat Malik berhenti melangkah tepat di depan Yusuf. Yusuf pun juga menghentikan langkahnya di depan Malik. Sorot mata Malik tajam menatap ke arah mata Yusuf.
6496Please respect copyright.PENANAfBFV84xZF9
Genggaman Malik ke tanganku makin erat. Ntah kenapa jantungku berdetak kencang melihat aku diperebutkan oleh dua remaja yang statusnya adalah muridku. Aku balik menggenggam tangan Malik dengan erat.
6496Please respect copyright.PENANAh41a5RoejX
Sorot mata Yusuf menatap Malik dengan tajam, berpindah menatapku. Matanya yang menatap sinis berubah menjadi tatapan sendu. Mendapat tatapan seperti itu, muncul desiran kecil di dalam hatiku.
6496Please respect copyright.PENANAuFsMR3XVwQ
"Huuuuuh" kuhembuskan nafas panjang.
6496Please respect copyright.PENANAoZe8tjjlC7
Setelah kejadian yang membuat hatiku bimbang, aku jadi gak fokus mengajar. Sempat beberapa kali, aku ditergur oleh salah satu muridku, Rohman.
6496Please respect copyright.PENANAit6Wym1C8U
"Ibu kok melamun aja?", Tanya Rohman.
6496Please respect copyright.PENANAAuUbyi82bV
Aku tersentak kaget, "Eh enggak kok Man", kataku mengelak dengan senyuman tipis di wajahku.
6496Please respect copyright.PENANAr060YJYSEe
Semua orang ntah dari teman-temanku, Pak Aziz dan murid-muridku sudah mengetahui kedekatanku dengan Malik. Mereka meresponnya dengan biasa-biasa saja.
6496Please respect copyright.PENANADnpVENsqte
Karena suasana Masjid tempatku mengajar mengaji gak seperti dulu lagi. Di balik itu tersingkap kemaksiatan yang dipamerkan secara terang-terangan. Seperti Nurul yang terang-terangan menjalin hubungan sesama jenis dengan Ima. Lily yang berpacaran dengan Pak Salim, si penjual teh Jumbo di depan Masjid. Begitu juga Hana dan Selly yang gak kalah gilanya. Mereka pernah aku pergoki masturbasi di dalam kamar mandi cewek.
6496Please respect copyright.PENANAvtHKcfGTWX
Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, meski cuaca mendung. Tetapi udara panas begitu menyengat, sampai-sampai keringatku membanjir membasahi dress panjangku.
6496Please respect copyright.PENANAORvd51q3fE
Kulihat Rohman melirikku dengan tatapan mesum. Melihat Rohman melirikku, justru aku tersenyum ke arahnya.
6496Please respect copyright.PENANAVVuUq2mRXo
Tetapi saat aku membalas menatap Rohman lekat, Rohman tetap menatapku. Sekarang tatapannya gak sekedar tatapan mesum. Mata Rohman seakan menjelajahi sekujur tubuhku. Kupandang Rohman dengan mengernyitkan dahiku. Rasanya aneh, auratku yang tertutup sempurna masih memancing tatapan nakal dari lawan jenis. Meski itu tatapan nakal muridku sendiri yang masih dibawah umur.
6496Please respect copyright.PENANAKtFRADLKgt
Ada perasaan penasaran, sebenarnya apa yang membuat Rohman tergoda. Kutatap Rohman lagi dengan lekat, "Apakah Rohman sedang mengendus-endus bau badanku yang basah oleh keringat?", Tanyaku dalam hati.
6496Please respect copyright.PENANAMbxrWb9bE6
Ternyata gak hanya Nurul yang memiliki fetish yang menurutku jorok seperti fetish keringat. Rohman pun tanpa malu-malu menunjukkan fetishnya yang aneh di dekatku. Kulihat sekilas, cuping hidung Rohman kembang kempis seakan-akan menghirup sesuatu.
6496Please respect copyright.PENANAjSJl9WRpAR
Ntah kenapa, muncul keinginan untuk sekedar memancing Rohman. Aku benar-benar penasaran, apakah benar Rohman fetish terhadap keringatku. Membayangkan saja, sudah membuat dadaku berdesir. Ada kebanggaan tersendiri yang muncul di dasar hatiku. Meski sempat terpikirkan, perasaan jijik tentang fetish jorok sekejap muncul.
6496Please respect copyright.PENANAbCLdtgR5bV
Udara yang panas, ditambah pikiranku yang gak lagi stabil karena bayangan nakal yang bergelayutan, membayangiku, membuatku kepanasan. Tanpa bisa aku cegah, aku melangkah ke arah kamar mandi cewek.
6496Please respect copyright.PENANA3Xd5Zt0dj0
Saat aku berdiri, kulirik Rohman dengan sudut mataku. Dengan sengaja aku berjalan mendekat ke arah dimana Rohman duduk. Samping pinggulku yang berbalut longdress panjang bersentuhan dengan wajah Rohman. Kurasakan wajah Rohman dibenamkan, menempel ke samping pinggulku yang berbalut dress panjang.
6496Please respect copyright.PENANAZvCjBCN5Hj
Dadaku lagi-lagi berdesir, kurasakan Rohman menghirup dalam tubuhku yang masih berbalut dress panjang.
6496Please respect copyright.PENANAWDPqeU6GGo
Dengan jantung deg-degan, aku melangkah semakin menjauhi Rohman dengan senyum di balik cadarku.
6496Please respect copyright.PENANAnsC5WhO6m2
Belum sempat kakiku melangkah memasuki kamar mandi, kudengar langkah kaki di belakangku. "Siapa ya kira-kira?", Tanyaku dalam hati.
6496Please respect copyright.PENANA7ZeVqEr08b
Dengan perasaan yang gak menentu, aku enggan untuk menoleh ke belakang. Kurasakan ada tangan yang memelukku dari belakang.
6496Please respect copyright.PENANAYXZQC40VSr
Mendapat perlakuan seperti itu, kuhentikan langkahku. "Kamu siapa?", Tanyaku.
6496Please respect copyright.PENANAYNrwrMU4UJ
Orang di belakangku gak menjawab pertanyaanku, kurasakan puncak kepalaku dikecup. Tetapi yang kurasakan, kecupan itu berubah menjadi endusan.
6496Please respect copyright.PENANANDQ0vA9zfe
Lalu gak berhenti disitu, tubuh di belakangku memelukku dengan erat. Endusan gak berhenti di puncak kepalaku yang tertutup hijab. Tetapi mulai turun ke leherku yang tertutup hijab pula.
6496Please respect copyright.PENANAIZhYamgbIy
Tanpa bisa aku cegah, aku menikmatinya. Apalagi tangan nakal itu meremas lenganku dengan lembut.
6496Please respect copyright.PENANA4JOgw1cHqD
Kupejamkan mataku, menahan sensasi yang membuat nafasku memburu.
6496Please respect copyright.PENANAWCETIrBAwu
"Kamu siapa?", Kataku lagi mencoba bertanya.
6496Please respect copyright.PENANApEjCMq4WWl
Lagi-lagi orang di belakangku, gak menjawab pertanyaanku.
6496Please respect copyright.PENANAh1TZIxJzA0
"Ahhhh sssshhh."
6496Please respect copyright.PENANAmhnCGZLnxH
Mendapat perlakuan intens seperti itu, kakiku lemas. Rasa-rasanya tulang kakiku seperti dillolosi dari kakiku.
6496Please respect copyright.PENANAC4nPsTeHBK
Orang di belakangku melepas pelukannya, seketika aku ambruk ke bawah. Gak berhenti disitu, aliran deras di dalam vaginaku gak bisa aku cegah. Tubuhku mengejang hebat, dengan posisiku mengangkang di atas lantai.
6496Please respect copyright.PENANAyt2GmOxtzm
Kurasakan lagu pelukan dari belakangku. Sekarang dengan nakalnya tangan itu masuk dalam hijabku. Dengan tersentak kaget, aku mencoba menyingkirkan tangan itu dari payudaraku.
6496Please respect copyright.PENANAPPddcWpCoh
Karena tubuhku yang sudah lemas, gak berdaya. Aku hanya bisa memegang punggung tangan itu tanpa berusaha menyingkirkannya dari payudaraku.
6496Please respect copyright.PENANAIgBSZZxOXz
"Ahhh ssshhh."
6496Please respect copyright.PENANAVMRPnE1dZ3
"Mas, lepasin Mas!!", Kataku berusaha melepas tangannya yang meremas payudaraku.
6496Please respect copyright.PENANATl3RKGjpUy
Tetapi justru tangan satunya masuk ke dalam celah dress panjangku. Sekarang dua bagian sensitif tubuhku mendapat rangsangan secara bersamaan. Yang satunya meremas payudaraku, yang satunya menggesek-gesek vaginaku yang masih tertutup dengan celana dalam.
6496Please respect copyright.PENANAiqDauEaP2A
Sentuhan jari-jari nakal itu menjebol pertahananku. Desahanku yang tadi tertahan, gak lagi bisa aku cegah.
6496Please respect copyright.PENANAg1awn5leOt
"Ssssh ahhh Mas", kataku mendesah.
6496Please respect copyright.PENANApJ1EtAmzG8
Tubuhku mengejang hebat, yang membuat tubuhku terkulai lemas. Tetapi tangan itu gak berhenti memberi rangsangan pada tubuhku, nafsuku kembali terpicu.
6496Please respect copyright.PENANAH7Gyu4Iodh
"Enak Ustadzah?", Tanya orang itu berbisik di telingaku.
6496Please respect copyright.PENANAmGslT7E61e
Mendengar suara yang familiar itu, aku mengernyitkan dahiku.
6496Please respect copyright.PENANAKxLTxBffT0
"Pak Aziz?", Tanyaku dengan suara lemah.
6496Please respect copyright.PENANAuYkoIk1iTz
Tubuhku yang gak memiliki tenaga digendong oleh Pak Aziz. Kutatap Pak Aziz dengan tatapan sayu.
6496Please respect copyright.PENANAo0JMBexruu
Sekarang Pak Aziz masuk ke dalam kamar kecil, lalu pintu kamar ditutup. Tubuhku di rebahkan di atas karpet. Pak Aziz menindihku, dengan buas Pak Aziz menciumi seluruh wajahku.
6496Please respect copyright.PENANAQj5tz3O2Xv
"Pak, udah. Aku gak bisa nafas Pak", kataku mencoba mendorong wajah Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAAoqYgiHjw4
Tetapi Pak Aziz gak menghiraukanku, Pak Aziz hanya menyeringai menatapku.
6496Please respect copyright.PENANAeIJkpJ5ity
Sekarang Pak Aziz menatapku dengan posisi masih menindihku. Tatapan mesum Pak Aziz ke arahku, membuatku salah tingkah. Ntah kenapa aku gak merasa dilecehkan oleh Pak Aziz. Justru dengan perasaan malu, aku menoleh ke samping dengan tersenyum.
6496Please respect copyright.PENANA2CpnxUVb9B
Tangan Pak Aziz yang masih berada di dadaku, aku pegang. "Remas lagi Pak!!", Kataku dengan malu-malu.
6496Please respect copyright.PENANA6bj9oAt8jY
Aku gak tau, kenapa bisa senakal ini. Pak Aziz hanya tersenyum saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
6496Please respect copyright.PENANAwvSebJe3ZM
"Ahhh aaahhhh."
6496Please respect copyright.PENANAaqYFSJy7xB
Gak hanya meremas payudaraku yang masih tertutup hijab dan dress panjangku. Tubuh Pak Aziz yang menindihku, bagian bawah tubuh Pak Aziz ditekan-tekan ke bawah. Kurasakan sesuatu yang besar, di selangkangan Pak Aziz menekan vaginaku yang masih terlindungi oleh dua lapis kain, dress panjangku dan celana dalam.
6496Please respect copyright.PENANA3ISSwBOcs0
Merasakan nikmat yang gak terperi, kupejamkan mataku. Kurasakan wajah Pak Aziz dibenamkan ke dadaku.
6496Please respect copyright.PENANAulahBjHnYj
Pak Aziz gak hanya mengendus-endus dadaku yang tertutup hijab dan dress panjang. Tetapi juga menghisap-hisapnya dengan kuat. Kudongakkan wajahku, saat hisapan, endusan di dadaku diiringi dengan remasan kecil di dadaku.
6496Please respect copyright.PENANAfaio387QeB
Meski di dalam ruangan ini ada kipas angin, tubuhku tetap merasa gerah. Apalagi mendapat cumbuan yang begitu kasar Pak Aziz pada tubuhku.
6496Please respect copyright.PENANA34mFXh8hxG
"Singkap aja Pak, hijabku!!", Kataku pada Pak Aziz sambil tersenyum.
6496Please respect copyright.PENANA9Nbc8Wux5F
Tanpa mengucapkan kata-kata, Pak Aziz menyingkap hijabku yang sepanjang pantat ke atas. Sampai payudaraku yang menyembul di balik dress panjangku terpampang di depan Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAGxU1GqUs0T
Kubelai rambut Pak Aziz yang beruban, "Pak Aziz suka?", Tanyaku dengan tersenyum genit.
6496Please respect copyright.PENANAk7Etu3vOhR
"Suka Mbak", kata Pak Aziz yang pertamakali mengucapkan satu patah kata.
6496Please respect copyright.PENANAWGtV1pAdT9
Tangan Pak Aziz kembali meremas payudaraku, "Sssssh ahhhh" kataku mendesah dengan memejamkan mataku.
6496Please respect copyright.PENANAqFp45OTRS4
"Cium aku Pak!!", Kataku pada Pak Aziz dengan menahan perasaan nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhku.
6496Please respect copyright.PENANAd2C7qklzvC
Tanpa harus memaksaku, aku sudah memberi kesempatan kepada Pak Aziz untuk mencumbuku. Kulihat senyumnya merekah di bibir Pak Aziz yang berjambang.
6496Please respect copyright.PENANAZ72GX03Q4W
Alasanku kenapa aku gak merasa dilecehkan dan justru memberi ruang Pak Aziz mencumbuku karena sejak aku di dalam ruangan untuk mengajar, birahiku sudah meletup-letup. Dimulai dari sisi ekshibisionisku yang menguar, saat mengetahui Rohman dengan sengaja menghirup bau keringatku.
6496Please respect copyright.PENANAUB5HRaXYUW
Pak Aziz menundukkan wajahnya ke wajahku, kecupan-kecupan kecil mendarat ke bibirku yang masih tertutup cadarku. Lalu Pak Aziz kembali mencium bibirku, dengan hanya sebatas antara dua bibir saling bersentuhan meski masih terhalang oleh cadar.
6496Please respect copyright.PENANAcos6TCebCR
"Singkap aja Pak cadarku!!", Kataku pada Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAZY9EEsnOyz
Dengan raut wajah ceria, Pak Aziz menyingkap cadarku. Sekarang cadarku menutupi mataku ke atas.
6496Please respect copyright.PENANAvpdl28xy8M
"Pak", kataku memanggil nama Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAOO7inDpz9C
"Iya Mbak", kata Pak Aziz menanggapiku.
6496Please respect copyright.PENANAynHxQeP5rY
"Kenapa Bapak gak cium-cium aku sih?", Tanyaku sedikit manja.
6496Please respect copyright.PENANA6WO6J10ECm
"Hehe, maaf Mbak. Saya masih terpesona melihat wajah Mbak. Apalagi hidung dan bibir Mbak", kata Pak Aziz terkekeh.
6496Please respect copyright.PENANAzThPcUwetl
"Kenapa hidungku Pak?", Tanyaku terbawa suasana karena kecenderungan narsistikku mulai mendominasi.
6496Please respect copyright.PENANAWBSgugv1bM
"Hidung Mbak cantik, apalagi bibir Mbak", kata Pak Aziz memujiku.
6496Please respect copyright.PENANAFjXD4NqIfc
Mendapat pujian Pak Aziz, hatiku melambung tinggi.
6496Please respect copyright.PENANAB03xDNAMw3
Kurasakan tangan Pak Aziz membelai pipiku, "Ssssshh Pak", kataku mendesah.
6496Please respect copyright.PENANAhBsMHNLh2p
"Saya suka banget Mbak, melihat bibir Mbak yang merah itu mendesah", kata Pak Azis.
6496Please respect copyright.PENANA9k5ab6Vmbp
Ujung jari Pak Aziz menyentuh bibirku, berputar-putar menyentuh seluruh bibirku. Saat ujung jari Pak Aziz, berada di tengah-tengah antara bibir atasku dan bibir bawahku. Kubuka bibirku, kuhisap ujung jari Pak Aziz dalam-dalam.
6496Please respect copyright.PENANAd6CFkwgLxH
Pak Aziz membelai rambutku yang tertutup hijab. Mendapat sentuhan lembut seperti itu aku tersenyum.
6496Please respect copyright.PENANA4UVikotS3V
"Mbak cantik ya kalau tersenyum", kata Pak Aziz memujiku.
6496Please respect copyright.PENANASAeYGb39AN
Dengan perlahan kulepas cadarku, kutatap Pak Aziz dengan tersenyum lembut.
6496Please respect copyright.PENANAexxgaFGeDD
"Cantik banget Mbak. Ternyata apa yang saya bayangkan dulu benar", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAIieJGnqzyr
Aku tersipu malu mendapat pujian yang terus dilontarkan Pak Aziz padaku.
6496Please respect copyright.PENANAsHtDfCcJH3
"Cium aku lagi Pak!!", Kataku pada Pak Aziz dengan menggigit bibir bawahku.
6496Please respect copyright.PENANAj6OZt5xKEi
"Sebentar Mbak, beri saya waktu untuk mengagumi wajahmu", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAybBerGxlAm
Karena Pak Aziz menunda-nunda untuk menciumku, kudorong kepala Pak Aziz bagian belakang untuk maju ke depan ke arah wajahku.
6496Please respect copyright.PENANAO8F039E8x6
Wajah Pak Aziz masih tertahan di depanku dengan jarak beberapa senti. Mata kita saling menatap, dengan wajah cemberut aku menatap Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANA6A2YpZj2s0
"Pak Aziz gak mau mencium bibirku?", Tanyaku dengan wajah cemberut.
6496Please respect copyright.PENANAvr4ll0LFWV
"Mau kok Mbak", kata Pak Aziz tersenyum.
6496Please respect copyright.PENANAW5TzNlU0mm
"Kenapa Pak Aziz gak cium-cium aku sih?", Tanyaku dengan manja.
6496Please respect copyright.PENANAa9RMg7jdyi
"Cup" Pak Aziz mengecup pipiku.
6496Please respect copyright.PENANAuyK15kf9Ei
"Cup cup cup" masih mengecup area wajahku tanpa menyentuh bibirku sama sekali.
6496Please respect copyright.PENANA3Gueiu0XtG
Kurasakan tangan Pak Aziz di payudaraku kembali meremas perlahan.
6496Please respect copyright.PENANASZrxnGxac2
"Sssshh ahhh" aku mendesah lirih.
6496Please respect copyright.PENANAOuSPz6a5km
"Enak Mbak?", Tanya Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANA1LdGCOfRb2
"Iya Pak. Terus remas Pak!!", Tanyaku dengan mendesah manja.
6496Please respect copyright.PENANArTFzNmlQ0g
"Mbak suka ya diginiin?", Tanya Pak Aziz meremas payudaraku lebih kencang.
6496Please respect copyright.PENANA3ZAodVmLJz
"Iya Pak, aku suka", kataku sambil memejamkan mataku.
6496Please respect copyright.PENANAT11UKx9yrQ
Dengan masih meremas-remas payudaraku yang hanya dilapisi oleh kain BHku dan dress panjangku, Pak Aziz mulai mencium bibirku. Bibirku yang awalnya terbuka, menikmati remasan tangan Pak Aziz di payudaraku, kini tersumpal oleh bibir Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANA5mwdfG9eou
Pak Aziz gak hanya mengecup bibirku, tetapi sudah mulai melumat bibirku. Bibir bawahku dikulum Pak Aziz. Bibirku mulai merespon kuluman bibir Pak Aziz pada bibir bawahku dengan mengulum bibir atas Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAi0CWE5066Y
Bibir Pak Aziz sekarang mulai menghisap bibirku, terasa bibirku terhisap ke dalam bibir Pak Aziz. Kudorong tubuh Pak Aziz agar melepas kulumannya pada bibirku.
6496Please respect copyright.PENANAtoVRAuHEHt
"Maaf Pak, aku gak bisa nafas", kataku dengan nafas tersengal-sengal.
6496Please respect copyright.PENANAcQgUpZTuAV
"Gapapa Mbak", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAzvjQHJsqnS
"Pak Aziz mau lihat rambutku?", Tanyaku dengan menggigit bibir bawahku.
6496Please respect copyright.PENANAXyYGXFvgG2
Pak Aziz hanya tersenyum saja, tanpa menjawab pertanyaanku. Tanpa menunggu jawaban Pak Aziz, kubuka hijabku dengan perlahan. Aku yang dalam posisi terduduk, membuka perlahan kain yang menutupi lekukan tubuhku.
6496Please respect copyright.PENANAllvJk0k3WN
Dengan perlahan, kain hijabku turun ke atas lantai.
6496Please respect copyright.PENANA4ZfuBgs2Ht
"Pak Aziz suka?", Tanyaku saat rambutku kini tergerai ke depan menutupi dadaku yang masih tertutup BH dan dress panjangku.
6496Please respect copyright.PENANAK1TyEvALzu
Tangan Pak Aziz merapikan rambutku yang hitam legam, memanjang.
6496Please respect copyright.PENANA80WtaDiiCL
"Suka Mbak. Mbak cantik", kata Pak Aziz kembali memujiku.
6496Please respect copyright.PENANAiU9yObm2hH
Kulingkarkan tanganku ke leher Pak Aziz, sekarang giliran aku yang aktif mencium bibir Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAIqtd384aJ8
Mendapat serangan dariku, Pak Aziz membalasnya dengan ciuman pula. Bunyi hisapan-hisapan dari pertemuan bibirku dan Pak Aziz, menggema memenuhi ruangan.
6496Please respect copyright.PENANANBtXGsga3C
Ciuman-ciuman kecil, lumatan-lumatan di bibirku membuat aku ingin melangkah lebih jauh.
6496Please respect copyright.PENANA86wsl1caDT
Saat tanganku ingin membuka resleting dress panjangku, Pak Aziz menahan tanganku.
6496Please respect copyright.PENANA1kA7337s4X
"Jangan Mbak!!", Kata Pak Aziz mencegahku.
6496Please respect copyright.PENANAV9LxbPKJWQ
Aku mengernyitkan keningku menatap Pak Aziz heran, "Kenapa Pak?", Tanyaku.
6496Please respect copyright.PENANAuLdhpuiOx9
"Saya gak mau melebihi batas Mbak. Saya takut saya menginginkan lebih dari ini", kata Pak Aziz yang tiba-tiba murung.
6496Please respect copyright.PENANAZ83Py2gOfe
"Tapi kalau aku yang minta, gimana Pak?", Kataku dengan nafas berat menahan gejolak nafsu.
6496Please respect copyright.PENANA2bWC1T6Gdl
"Perawan Mbak untuk suami Mbak", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAcmoqHSNhA2
Aku terkejut, pikiran Pak Aziz sejauh itu. Padahal aku hanya ingin menunjukkan auratku yang selama ini tertutup rapat. Gak ada pikiran yang melintas, lebih dari itu. Dan aku sama sekali gak terpikir untuk melepas keperawananku.
6496Please respect copyright.PENANAXlrkAvTyJ1
"Terima kasih ya Pak", kataku dengan tersenyum lembut.
6496Please respect copyright.PENANApyWWS7Fx6U
"Sama-sama Mbak. Maaf tadi saya mencoba mencabuli Mbak", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAAjs2L3Qcji
Kupegang punggung tangan Pak Aziz, "Aku juga menginginkannya kok Pak."
6496Please respect copyright.PENANAnUS5pJxOlG
Lalu kita kembali berciuman, lebih panas lagi. Gak ada penetrasi, hanya ada ciuman dan remasan pada payudaraku tanpa aku melepas dress panjangku.
6496Please respect copyright.PENANA831UUQNK2a
"Tok tok tok" pintu kamar diketuk.
6496Please respect copyright.PENANA1iWeXRPWxR
Karena kaget, Pak Aziz melepas kulumannya pada bibirku. Aku dan Pak Aziz buru-buru merapikan pakaian.
6496Please respect copyright.PENANAWvOclkgnsy
Lalu Pak Aziz memintaku untuk bersembunyi di balik lemari besar. Dengan jantung berdetak karena takut ketahuan, kutahan nafasku.
6496Please respect copyright.PENANACeiIptApDn
"Rohman", kata Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAzo8OfmiSr7
Jantungku berdetak gak karuan mendengar kata Rohman.
6496Please respect copyright.PENANALQd03qnMiz
"Ada apa ya?", Tanya Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANABcKS9OUWtn
"Husna disini Pak?", Tanya Rohman.
6496Please respect copyright.PENANAC35TH0jDQK
"Deg" jantungku terasa seperti dihujam tombak.
6496Please respect copyright.PENANAjoGhfysXPS
"Eh em", kata Pak Aziz gelagapan gak mampu menjawab pertanyaan Rohman.
6496Please respect copyright.PENANA1HkQk9j7JD
"Tenang Pak. Saya akan jaga rahasia", kata Rohman.
6496Please respect copyright.PENANAl6UGbIrllk
Aku memicingkan mataku, ternyata Rohman tau keberadaanku sedang bercumbu dengan Pak Aziz.
6496Please respect copyright.PENANAyS06KPWYlP
"Jaga keperawanan dia ya Pak!! Jangan sampai berlebihan", kata Rohman.
6496Please respect copyright.PENANA80or7gPXVr
"Apa maksud Rohman?", Tanyaku bertanya-tanya.
6496Please respect copyright.PENANAR71xALBfVm