
Saat aku digendong ke dalam rumah Pak Kamto, aku direbahkan ke atas ranjang bambu yang beralaskan tikar.
1419Please respect copyright.PENANA8F2BDVjXj3
"Bapak apa-apaan sih Pak?", Tanya salah satu orang bertubuh kekar.
1419Please respect copyright.PENANA81OUX3IO2B
Aku mengernyitkan dahiku memandangnya, dugaanku salah. Awalnya aku berpikir, dua orang itu akan menyambutku dengan nafsu. Tetapi kenyataannya berbanding terbalik.
1419Please respect copyright.PENANA5gwYv8iPBJ
"Iya Pak, Mbak ini siapa?", Tanya orang bertubuh kekar satunya lagi.
1419Please respect copyright.PENANAQXdJX0jSOG
Lalu dengan senyum-senyum sendiri, Pak Kamto menjawab, "Tadi Bapak ketemu Mbak ini di pemakaman. Trus tiba-tiba aja Mbak ini meluk Bapak, katanya Bapak suaminya yang udah meninggal", kata Pak Kamto.
1419Please respect copyright.PENANADmgARoDbyf
"Ya Tuhan Bapak", kata salah satu orang yang bertubuh kekar, mendekatiku membawa selimut untuk menutupi tubuhku yang telanjang.
1419Please respect copyright.PENANAB4qsSowVS6
"Maafin Bapak kami ya Mbak!", kata orang yang menutupi tubuhku dengan selimut.
1419Please respect copyright.PENANA1PC559pruI
Ntah kenapa mataku berkaca-kaca menatapnya, "Gapapa Mas, terima kasih ya", kataku yang gak sengaja meneteskan air mata.
1419Please respect copyright.PENANAVDW9uiT7Cs
"Saya tau, apa yang Mbak rasakan. Mbak menanggung beban berat karena kehilangan. Saya pernah ngerasain apa yang Mbak rasain, saat istri saya meninggal satu tahun yang lalu", kata orang yang menutupi tubuhku dengan selimut, dengan wajah murung.
1419Please respect copyright.PENANAbSlZ8X9igU
Lalu Pak Kamto duduk di dekatku juga, "Maafin saya Mbak, saya gak seharusnya melakukan ini. Saya seharusnya memposisikan diri Mbak sama kayak saya saat saya kehilangan anak saya. Saya emang bodoh, hiks", kata Pak Kamto yang tiba-tiba meledak tangisnya.
1419Please respect copyright.PENANAoNZoPcV5ES
Orang yang bertubuh kekar satunya keluar dari kamar, membawa pakaian ditangannya."Ini daster milik almarhumah adek saya Mbak. Mbak pake gih! Udara dingin banget, takutnya Mbak sakit", kata orang itu.
1419Please respect copyright.PENANAcWmNnfYwvr
Kutatap orang itu dengan mata berkaca-kaca, "Terima kasih ya Mas", kataku sambil mengusap air mataku.
1419Please respect copyright.PENANADtF2cH0Ohd
"Saya Dudung Mbak dan ini adek ipar saya Mail", kata orang itu.
1419Please respect copyright.PENANAwD3wfvKLBu
"Salam kenal Mas. Saya Husna", kataku sambil mengangguk.
1419Please respect copyright.PENANAHfXxOg3Zms
Tanpa perasaan malu, kupakai daster panjang lengan pendek yang dipinjamkan padaku di depan mereka. "Saya pinjam dulu ya Mas, nanti saya kembalikan!", kataku pada Mas Mail.
1419Please respect copyright.PENANAgffqaJgkXJ
Sekilas kulirik mereka, saat daster panjang lengan pendek yang aku pakai sedikit demi sedikit menutupi bagian intimku. Gak hanya Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail menoleh ke samping saat aku berdiri menampakkan ketelanjanganku.
1419Please respect copyright.PENANAdZxvlXjTC0
Aku terharu melihatnya, baru kali ini aku menemukan laki-laki yang bisa menghormati perempuan. Meski awalnya Pak Kamto sama saja, seperti laki-laki yang lain. Yang punya keinginan buruk, untuk menjamah tubuhku.
1419Please respect copyright.PENANAkNXr7cETh5
"Mbak bawa motor?", Tanya Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANA3MSnNfDDar
"Bawa Mas, saya parkir di depan pemakaman", kataku.
1419Please respect copyright.PENANAsgF0VfTiMl
"Biar saya yang ambil motor Mbak ya? takut nanti ilang diambil orang", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAosV1ub3f16
"Terima kasih Mas", kataku tersenyum menatap Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAsvk5yVRiZz
Setelah Mas Dudung pergi untuk mengambil sepeda motorku, tinggal aku, Pak Kamto dan Mas Mail.
1419Please respect copyright.PENANAt7MAFF5Pe4
"Saya tinggal dulu ya Mbak!", Kata Mas Mail yang berjalan ke arah belakang.
1419Please respect copyright.PENANA8590QQfGiW
"Iya Mas", kataku tersenyum.
1419Please respect copyright.PENANAfZEKOnszP1
Pak Kamto pun melangkah ke depan rumah, lalu duduk di kursi bambu untuk menyalakan rokok.
1419Please respect copyright.PENANANotIEiOMWy
"Seadanya ya Mbak!", kata Mas Mail kepadaku dengan tersenyum ramah membawakan segelas teh manis hangat.
1419Please respect copyright.PENANAefLetsjbND
"Terima kasih Mas", kataku dengan tersenyum.
1419Please respect copyright.PENANA5jClqQ17VH
Selang beberapa detik, Mas Dudung datang membawa motorku. "Untung aja gak ilang Mbak, soalnya kunci motor Mbak masih nancep di motor", kata Mas Dudung yang turun dari motor berjalan ke arahku.
1419Please respect copyright.PENANA8ju1vq5DOW
"Iya Mas", kataku tersenyum malu-malu.
1419Please respect copyright.PENANAlOn428OtlQ
Ntah aku gak tau, harus berkata apa lagi. Karena yang aku ceritakan penuh kebohongan. Bahkan keinginan awalku yang ingin mencari kepuasan syahwat, aku kubur dalam-dalam. Aku gak mau, mengotori niat baik seseorang dengan niatku yang buruk.
1419Please respect copyright.PENANA8uXN4RYsek
"Mbak saya antar pulang ya?", Tanya Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAaQzuQ4MNJD
"Eh iya Mas!", Aku tersentak kaget saat Mas Dudung membuyarkan lamunanku.
1419Please respect copyright.PENANAk1tz8Piy5J
Mas Dudung naik ke atas motorku, "Jas ujannya dipake Mbak!", Kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAu6xFNgxRQ2
"Pak, Saya antar Mbak Husna dulu ya?", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAtkTwHDHWLK
"Hati-hati Dung, jalanan licin! Jangan ngebut!", Kata Pak Kamto.
1419Please respect copyright.PENANATY8tPcmyg5
"Pak, Mari", kataku pada Pak Kamto dengan tersenyum.
1419Please respect copyright.PENANAxbPDwNnFaD
Setelah aku pamit, aku masuk ke dalam jas hujan di belakang Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAFWSQgewc1Y
"Duluan aja Dung!", Kata Mas Mail yang ikut mengantarku.
1419Please respect copyright.PENANA3I4JWRviA8
"Siap bos", kata Mas Dudung hormat.
1419Please respect copyright.PENANAqhRG2ij6Kt
Melihat dua orang yang baik kepadaku, aku senyum-senyum sendiri. Mereka sama sekali gak menaruh pamrih padaku, bahkan memanfaatkanku agar bersetubuh dengan mereka.
1419Please respect copyright.PENANALJQQDCwvXm
Sekarang motorku mulai bergerak menembus hujan yang semakin deras. Dinginnya hujan yang kembali menusuk syaraf-syarafku, membuatku menggigil. Kupeluk erat tubuh Mas Dudung, dengan menempelkan pipiku ke punggung Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAlTyW7GS8Fg
Perasaan nyaman mulai menjalar ke seluruh tubuhku, apalagi saat Mas Dudung memegang punggung tanganku erat saat tanganku melingkar di pinggangnya.
1419Please respect copyright.PENANAiHLnNeulze
Di perjalanan, pikiranku hanya bisa mengawang. Merasakan kebahagiaan yang aneh yang baru saja tumbuh dari kehampaan yang aku rasakan.
1419Please respect copyright.PENANA9fUvJ6Qpdq
Yang aku inginkan, perasaan ini gak cepat memudar. Agar terus tumbuh memenuhi hatiku yang merindukan sesosok orang yang setara dengan sesosok ayah.
1419Please respect copyright.PENANALLyDNoPX8l
Ntah, perasaan ini kembali muncul saat aku gak memiliki sandaran di hidupku. Yang memberiku perlindungan, keamanan dan mampu menghangatkan hatiku.
1419Please respect copyright.PENANAHckLCfEKsK
Perasaan seperti ini gak kutemukan pada Pak Jono maupun Andi. Hanya Malik yang mengerti aku, saat aku membutuhkan dekapan hangat yang siap melindungiku.
1419Please respect copyright.PENANAklIbILCQnA
Mendekapku tanpa mau melepas agar aku tetap bersamanya dan hanya menjadi miliknya. Itu yang aku inginkan, karena perasaan lemahku, aku merindukan sesosok ayah yang bisa menyayangiku. Gak sekedar pelampiasan nafsu sesaat atau membebaskan aku sebebas-bebasnya.
1419Please respect copyright.PENANAn2tpcjTw7i
"Nanti berhenti di depan SMP xxx ya Mas!", Kataku pada Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAtRCq7lvpss
"Oh iya Mbak", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAfjLXbTBkZ0
Kuintip sedikit dari balik jas hujan, hujan semakin deras. Dengan kebun tebu di kanan kiri yang senyap, sepi. Ada perasaan takut menyelinap ke dalam pikiranku. Kupeluk tubuh Mas Dudung semakin erat.
1419Please respect copyright.PENANAMPWNr15KBR
"Dingin ya Mbak?", Tanya Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAgq0Smq9ObE
"Takut Mas", kataku jujur.
1419Please respect copyright.PENANADKtFRKBCRh
"Gak usah takut, ada saya dan Mas Mail disini", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAQXfJGEJdGJ
"Disini sering terjadi klitih kan Mas?", Tanyaku pada Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANALUKufhYK3l
"Iya, bener. Ngomong-ngomong Mbak berani banget lho, berani lewat sini malem-malem, hehe", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAANQTL0N2P8
"Saya lagi kalut Mas", kataku sambil memeluk Mas Dudung semakin erat.
1419Please respect copyright.PENANAB8QIl8wH15
"Iya sih, saya paham. Bapak dan Mas Mail juga pernah kalut kayak Mbak, saat Mbak saya meninggal saat lahiran", kata Mas Dudung yang tiba-tiba sedih.
1419Please respect copyright.PENANAfcFk4aegkO
"Maaf Mas, kalau saya mengingatkan Mas ke almarhumah Mbaknya Mas", kataku merasa bersalah.
1419Please respect copyright.PENANAx21HxhvDjT
"Gapapa Mbak, semua udah takdir Tuhan", kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAykeo1o49pA
"Iya Mas", kataku yang ikut merasakan sedih.
1419Please respect copyright.PENANAFFxqyE4FKT
Suasana yang dingin gak hanya senyap, saat aku dan Mas Dudung gak lagi saling bercengkerama. Sedangkan Mas Mail, berkendara di belakang kami, hanya mengikuti kami dari belakang tanpa seucap kata pun.
1419Please respect copyright.PENANA1vkCf5qZYQ
Keheningan yang kurasakan seakan melepas beban-bebanku. Kesedihan, kekecewaan, kemarahan memuai bersama beban-beban yang terlepas.
1419Please respect copyright.PENANAtuRaAoCrfv
"Ini ya Mbak SMPnya?", Tanya Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANApSMDs6GI9S
Kuintip dari dalam jas hujan, "Bener Mas", kataku dengan tersenyum.
1419Please respect copyright.PENANAfMoKwDmEBx
"Udah jas ujannya Mbak pake aja!", Kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANAPbrYtSvOXl
Lalu Mas Dudung turun dari motorku, berpindah ke boncengan Mas Mail. "Saya pulang dulu ya Mbak? Mari!", Kata Mas Dudung.
1419Please respect copyright.PENANANzLS5RwXpd
Mas Mail mengangguk ke arahku, aku pun membalasnya dengan anggukan sambil tersenyum. Sekarang motor Mas Mail melesat meninggalkanku. Sedangkan aku yang masih termangu-mangu, masih berdiri di depan gerbang rumahku.
1419Please respect copyright.PENANA54xBOj4lAL
Suasana disekelilingku sangat sepi, gak ada satu pun orang yang melintas di depan rumahku. Dengan perlahan kubuka gerbang rumahku, lalu dengan jinjit aku melangkah masuk ke dalam rumah.
1419Please respect copyright.PENANAQ82bQ104Y5
Perlahan kubuka pintu rumahku, aku rasa aman. Aku berjalan jinjit ke arah kamarku. Setelah sampai di depan kamarku, kubuka pintu kamarku perlahan. Dengan perasaan lega, kembali kututup pintu kamarku dan kuhempaskan tubuhku di atas ranjang.
1419Please respect copyright.PENANA27ZrZdCcnZ
Sekarang aku rebah di atas ranjang dengan tubuh terlentang, kutatap langit-langit kamarku dengan senyum yang merekah. Aku bahagia saat ini, meski syahwatku gak terlampiaskan.
1419Please respect copyright.PENANAuRfq2A8g8p
Kuambil hpku yang berada di sampingku, kulihat jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Lalu kuhembuskan nafas panjang, kucoba memejamkan mataku. Tetapi lagi-lagi mataku enggan terpejam.
1419Please respect copyright.PENANABL5j5Lf0wO
Yang kurasakan rasa gatal yang sangat di pucuk putingku yang menegang. Kubuka kancing daster lengan pendek yang aku pakai di bagian depan. Kutarik melorot sampai ke perut. Payudaraku yang mengencang, membulat sempurna aku remas sambil aku pejamkan mataku.
1419Please respect copyright.PENANAKq8Tq3ESdp
"Aaaahhh ssssh."
1419Please respect copyright.PENANAn8u3FGbG2q
Gak hanya payudaraku yang sebelah kiri, tetapi juga payudaraku yang sebelah kanan. Kujepit putingku dengan jariku, kanan dan kiri.
1419Please respect copyright.PENANAZpwdbA8LlY
"Ah Mas Dudung, Mas Mail, ssssh aaaah", aku membayangkan Mas Dudung dan Mas Mail sadang menghisap putingku.
1419Please respect copyright.PENANA2eYRruEN8R
Tubuhku menggelinjang dengan kakiku yang mengangkang lebar. Kutarik dasterku ke atas, sampai vaginaku yang tanpa tertutup celana dalam terpampang.
1419Please respect copyright.PENANA5arrSrHPny
Vaginaku pun merasakan gatal, kubayangkan Pak Kamto berada di selangkanganku. Menghisap, menjilat dengan lidahnya.
1419Please respect copyright.PENANAODvsccQqJO
Tubuhku melengkung, dengan wajahku yang mendongak ke atas. Sekarang tangan kiriku berpindah ke vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANAG231GJq2WH
Kugesek-gesekkan jariku ke labiaku yang menggelambir, kubelai dengan ujung jari telunjukku.
1419Please respect copyright.PENANAmfAImNw2AD
"Aaaahh sssssh" aku mendesah gak karuan, sambil merangsang organ intimku.
1419Please respect copyright.PENANAwNNyUGUksm
"Pak Kamto, entot aku! Aaaahhh", kataku mendesah-desah gak karuan.
1419Please respect copyright.PENANAuvFx3ENeYp
Kucolok lubang vaginaku dengan tiga jari sekaligus, kukeluar masukkan secara bersamaan.
1419Please respect copyright.PENANAXJi592yjTg
Clok clok clok..
1419Please respect copyright.PENANACUfgqHQzHW
Vaginaku pun semakin lembab, basah sampai bunyi colokan jariku ke vaginaku menyatu dengan suara hujan yang menyamarkan suara pertemuan jariku dengan vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANAU5WTwWXWVm
Aku terus mendesah gak karuan, membayangkan Mas Dudung, Mas Mail dan Pak Kamto menikmati tubuhku.
1419Please respect copyright.PENANAMXqB4zwVlB
Dengan Mas Dudung berada di samping kiriku untuk menghisap puting kiriku. Mas Mail berada di kananku, untuk melumat putingku yang sebelah kanan. Sedangkan Pak Kamto, berada di selangkanganku. Gak hanya menghisap vaginaku dengan bulu yang cukup lebat. Tetapi juga mencolok, keluar masukkan jarinya ke dalam vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANANMniFjBdkn
Ya aku sadar, ini hanya sekedar fantasyku saja. Tetapi sensasi yang aku rasakan membuat nafsuku membuncah. Sampai aku berkali-kali mengejang, dengan cairan lubrikanku yang menyembur berkali-kali.
1419Please respect copyright.PENANAscu0OQ5nNT
"Aaaaaahhh sssshhh."
1419Please respect copyright.PENANAN5v7mmtDcX
Rasanya sungguh nikmat, gak hanya orgasme sekali. Aku mencoba lagi merangsang organ intimku untuk mencapai orgasme lagi. Lagi-lagi syahwatku melecut saat aku membayangkan Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail menggilir semua lubangku.
1419Please respect copyright.PENANANpad8yuyMK
"Ah ah ah" aku mendesah gak karuan.
1419Please respect copyright.PENANAwCt2i9Sh53
Jariku gak hanya aku masukkan ke dalam lubang vaginaku. Tetapi juga ke dalam lubang analku.
1419Please respect copyright.PENANAYACKIE5oTW
"Aaaah Mas, enak banget Mas. Double penetrasi kayak gini, aaaah" tubuhku lagi-lagi melengkung.
1419Please respect copyright.PENANAhSXF7dAyzh
Kurasakan gelombang besar dari dalam vaginaku, membuat tubuhku menghentak-hentak, beruntun. Dengan mata terpejam, sampai aku menggigit bibir bawahku karena rasa nikmat yang aku rasakan. Tubuhku mengejang, aku mengalami squirting yang lebih hebat dari biasanya.
1419Please respect copyright.PENANAf0tF17MUes
"Aaaaaahhh" tubuhku mengejang dengan wajah mendongak ke atas, melepas orgasmeku dengan semburan yang lebih keras dari sebelumnya.
1419Please respect copyright.PENANABEZUOwUJmX
Setelah aku orgasme yang kesekian kali, kucoba atur nafasku. Kulihat sprei ranjangku basah, membasahi sprei yang menutupi ranjangku.
1419Please respect copyright.PENANAztKWXTmk36
Kutatap langit-langit kamarku, terbayang Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail sedang telanjang sambil memegang penisnya yang menegang.
1419Please respect copyright.PENANAwBzSJrWpbi
"Aaaahhh ssssh" syahwatku kembali terpicu, dengan tanganku membelai vaginaku karena membayangkan Pak Kamto sekeluarga.
1419Please respect copyright.PENANAlWRPLiOnnu
Aku yang rebah, terlentang di atas ranjang. Bangun, duduk di atas ranjang. Kulepas dasterku sampai aku telanjang bulat. Lalu aku kembali terlentang dengan posisi kaki mengangkang.
1419Please respect copyright.PENANAKTv4Vm6BJe
Sebelum aku merangsang lagi vaginaku, terbersit di dalam pikiranku untuk mengambil terong kecil di dalam kulkas di dapurku. Tanpa memakai dasterku lagi, aku melangkah ke dapurku dalam kondisi telanjang.
1419Please respect copyright.PENANA0Zj4gahpwe
Kubuka pintu kamarku, dengan jantung deg-degan karena cemas ketahuan oleh kakekku. Aku berjalan mengendap-endap, dengan perasaan gak menentu. Dinginnya malam, disertai hujan deras yang menambah dinginnya malam menambah sensasi yang gak biasa.
1419Please respect copyright.PENANAHufAWQVthx
Aku benar-benar dikuasai nafsu hari ini, karena keinginanku untuk dijamah Pak Kamto, Mas Dudung dan Mas Mail gak menjadi kenyataan. Sebenarnya aku kesal, meski aku berterimakasih pada Pak Kamto sekeluarga karena menghormatiku sebagai perempuan. Disisi lain, aku menginginkan mereka menjamahku.
1419Please respect copyright.PENANAmClAqkrLxA
Di dalam bayanganku, aku membayangkan foursome dengan mereka. Padahal aku sudah siap konsekuensi yang aku hadapi. Bahkan aku membayangkan konsekuensi yang terburuk, diperkosa.
1419Please respect copyright.PENANArwOqw2Syrc
Aku membulatkan tekadku, kalau memang aku benar-benar diperkosa oleh mereka. Akan kuserahkan tubuhku dengan suka rela pada mereka. Tetapi mereka justru enggan menyentuhku dan terlalu jauh saat aku menginginkan mereka memberi kepuasan padaku.
1419Please respect copyright.PENANA1saFY2b3Gn
Hari ini aku benar-benar tersiksa, syahwatku yang gak pernah puas selalu ingin dipuaskan. Hanya kontol-kontol mereka yang bisa menyembuhkanku.
1419Please respect copyright.PENANADssRTwsvxK
Sekarang aku berada di dapur, dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benang pun. Dinginnya malam, gak membuat tubuhku menggigil kedinginan. Syahwatku memanaskan seluruh tubuhku. Bahkan rasa gatal di vaginaku, mengubah ras gatal menyebar ke seluruh syarafku menjadi panas yang membuatku gerah.
1419Please respect copyright.PENANAEC6e11J0fs
Kubuka pintu kulkas perlahan, sekarang aku sedikit menungging untuk mengambil terong kecil di dalam kulkas. Saat angin malam disertai dinginnya malam menerpa vaginaku, kupejamkan mataku.
1419Please respect copyright.PENANAxHYbWXwXKK
"Ssssh aaahhh" aku gak bisa menahan desahanku, merasakan terpaan vaginaku yang tertutup bulu kemaluan yang cukup lebat.
1419Please respect copyright.PENANAFaYwbLfvvP
Bulu-bulu kemaluanku terasa tertiup angin, dinginnya malam bercampur dinginnya hujan menstimulus jaringan syarafku, menyebar ke seluruh tubuhku. Dengan payudaraku yang semakin mengencang, dahiku yang mulai berkeringat menandakan orgasmeku yang kesekian kali akan tiba.
1419Please respect copyright.PENANAMSbZlrwJGA
"Aaahhh sssssh" tanganku memegang pantatku. Kubuka belahan pantatku dengan tangan kananku.
1419Please respect copyright.PENANAcew3URyqQ9
Saat aku membayangkan Pak Kamto sedang menggenjotku dari belakang, tubuhku mengejang hebat.
1419Please respect copyright.PENANAJoZUiyJF41
"Aaaahhhh" kakiku lemas bersamaan semburan cairan lubrikanku yang mengalir deras dari vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANASMnuldChVR
Kakiku yang lemas, membuatku terjatuh ke bawah, bersimpuh. Kuatur nafasku yang tersengal-sengal.
1419Please respect copyright.PENANAx5gsUgSbit
"Na, kamu ngapain?", Tiba-tiba aku mendengar suara kakekku.
1419Please respect copyright.PENANAkocIfk7TKf
Tubuhku yang masih lemas, berusaha berdiri. Kurasakan di vaginaku, cairan cintaku yang menyembur keluar masih berleleran keluar dari vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANAvNcunJQaQD
"A aku lagi", kataku gugup, gak tau mau menjawab apa.
1419Please respect copyright.PENANAsKpabG5cOA
Kakekku mendekatiku sambil membawa selimut untuk menyelimuti tubuhku yang telanjang, "Kakek gak marah, itu normal, Husna."
1419Please respect copyright.PENANA2I5XOQfhzQ
"Iya Kek, makasih", kataku sambil menahan sisa-sisa orgasmeku sambil merasakan cairan lubrikanku yang masih berleleran keluar dari vaginaku.
1419Please respect copyright.PENANAMutMi3hF3v
Kakek membelai rambutku yang panjang terurai, "Cucu Kakek udah dewasa", kata Kakek tersenyum.
1419Please respect copyright.PENANAhR0e7y3XRh
Sekarang aku menggelendot ke tubuh kakekku, yang bersimpuh di lantai. "kenapa Kakek gak marah?", Tanyaku ke Kakek dengan nada manja.
1419Please respect copyright.PENANAPL9BqmYwuY
"Kakek gak berhak marahin kamu Na. Karena Kakek gak mau mengulangi apa yang menjadi penyebab kematian ibumu, cucu Kakek dan kakekmu, anak kakek yang ikut menderita karena pola pikir saklek kayak gitu. Yang menjadi penyebab kematian kakek nenekmu. Kakek gak peduli dituduh liberal, apa pun itu. Yang jelas Kakek sangat sayang sama Husna, tubuh Husna adalah otoritas Husna. Kakek gak berhak mencampuri", kata Kakek.
1419Please respect copyright.PENANAgxTvu8D0uf
"Tapi Kakek kan ustadz? Apa dong arti gelar Lc.MA yang Kakek sandang?", Tanyaku cemberut.1419Please respect copyright.PENANAWfBVSK5M0o
1419Please respect copyright.PENANAlnfDWab3T7
"Semua gelar itu gak penting", kata kakekku lalu berdiri sambil mengangkat tubuhku berdiri.
1419Please respect copyright.PENANAMtQX96Jmby
"Pake baju gih! Dingin", kata Kakek.
1419Please respect copyright.PENANAwhWSo0YT03
"Iya Kek, Husna sayang sama Kakek!", Kataku memeluk kakekku.
1419Please respect copyright.PENANA7qJa0ajtzu
"Kakek juga sayang sama Husna."
1419Please respect copyright.PENANA5eQmKwPQ4N