
Anri menarik napas panjang sambil merenganggkan kedua tangan, ia rapikan kertas-kertas penuh dengan coretan buatannya, dan memilih beberapa di antaranya. Ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9.30, lalu bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Dengan air hangat Anri membasuh tubuhnya yang seksi itu dari pundak hingga kedua gunungnya sambil sesekali memijatnya.
1571Please respect copyright.PENANABEWIKYjT6k
"Sayang akhir-akhir ini jarang pulang, padahal kan aku kangen," gumamnya sembari meremas-remas payudaranya sendiri sambil membayangkan Megumi.
1571Please respect copyright.PENANAA0FjzsVd4n
Setelah setengah jam akhirnya Anri selesai mandi, buru-buru ia menuju dapur dengan tubuh berbalut handuk tipis, dan mengambil beberapa cemilan yang dibuat Megumi untuknya. Dengan tubuh basah, dan rambut yang terurai Anri memakan cemilan tersebut tanpa beban, baru setelah bel rumah berbunyi Anri menjadi panik, dan cepat-cepat ke kamar untuk berganti pakaian.
1571Please respect copyright.PENANAfMhRlmGBBo
Ting! Tong! Ting! Tong!
1571Please respect copyright.PENANA2s3CxjODRi
Bel tersebut terus berbunyi hingga membuat Anri terburu-buru berpakaian sampai lupa mengenakan bra. Dengan langkah pecicilan Anri menuju ke pintu depan, menggunakan lubang kecil yang tersedia di pintu untuk mengintip siapa yang datang.
1571Please respect copyright.PENANAcqt6zeXykb
"Pak Kanda? Kenapa dia kemari?" tanya Anri merasa ragu untuk membuka pintu atau tidak.
1571Please respect copyright.PENANA6Hb894mM2G
Namun setelah melihat sekeranjang penuh sayur kol di samping Kanda, Anri akhirnya membukakan pintu.
1571Please respect copyright.PENANAH3PoTTg5eo
"Eh, Dik Anri," ucap Kanda yang gugup setelah melihat belahan dada Anri yang memang memakai pakaian berbelahan rendah.
1571Please respect copyright.PENANAbeHW9K1nKL
Anri pun menanyakan tujuan Kanda datang, sambil melirik sekeranjang penuh sayur kol yang ia bawa.
1571Please respect copyright.PENANAWLphl2T7Ke
"Oh itu, Tuan Shigeo yang memesannya, dia meminta Nak Megumi untuk membawanya saat ia kembali," jelas Kanda sambil menyeka keringat di dahinya.
1571Please respect copyright.PENANA0hrho4QRs7
Melihat Kanda yang bercucuran keringat Anri menjadi iba, ia pun menawari Kanda minuman dingin karena merasa berhutang budi sebelumnya.
1571Please respect copyright.PENANAmPReEsP33h
"Eh, tak perlu repot-repot Dik Anri. Aku jadi tak enak," elak Kanda.
1571Please respect copyright.PENANAg5pMLR5maA
"Jangan begitu Pak Kanda, kau terlihat lelah setelah berjalan jauh ke tempat ini membawa keranjang penuh kolitu.Kau sudah menolong kami kemarin, sekarang izinkan aku untuk membalas budi," ucap Anri meyakinkan.
1571Please respect copyright.PENANA3jGCkmEmC5
"Apa boleh, kalau begitu terima kasih, Dik Anri," kata Kanda yang memang kerongkongannya sudah sangat kering.
1571Please respect copyright.PENANAQHTdj9wjQr
Anri mempersilahkan Kanda masuk, dan menyuruhnya menunggu di ruang tamu sementara ia menyiapkan minuman. Kanda melihat sekeliling yang sepi sambil sesekali mengintip Anri yang tengah membuatkan minuman untuknya. Sesekali Kanda menelan ludah melihat lekukan tubuh Anri yang menggoda iman itu, pakaianya yang ketat mencetak tubuh sempurna Anri di mata Kanda.
1571Please respect copyright.PENANATQhGPXgMNn
Selang beberapa menit, Anri kembali dengan sepasang esteh di atas nampan yang selesai ia buat. Ia menyuguhkan esteh itu pada Kanda yang sejak tadi melonggo menatap belahan dada Anri yang sedikit terbuka karena menunduk saat menaruh esteh.
1571Please respect copyright.PENANALoNofQ4CtL
"Gluk...." Kanda menelan ludah, ketika tanpa sengaja ia melihat puting merah muda Anri saat ia menunduk.
1571Please respect copyright.PENANALdpQLjDnRd
"Pak Kanda, ada apa?" tanya Anri yang melihat Kanda kembali berkeringat.
1571Please respect copyright.PENANAi3fMnhYyvW
Dengan tangan gemetaran, Kanda mengambil esteh yang disuguhkan Anri, dan meminumnya dengan lahap. Selangkangan Kanda sudah sangat gerah karena burungnya itu terus berontak untuk keluar, dilihatnya jam dinding yang menunjukkan pukul 10.21 menit dengan perasaan gelisah.
1571Please respect copyright.PENANAVB8eoutpXK
"Dik Anri, kira-kira kapan Nak Megumi akan kembali?" tanya Kanda.
1571Please respect copyright.PENANA8JCMgLQn4K
Tanpa perasaan curiga, dan penuh kepolosan Anri menjawab pertanyaan Kanda dengan sangat jujur.
1571Please respect copyright.PENANAXnnl9RzO1y
"Megumi biasanya pulang larut malam, akhir-akhir ini dia sering sekali lembur."
1571Please respect copyright.PENANARaF4V5UQ4z
Kanda tersenyum licik mendengar jawaban Anri yang seakan memberinya kesempatan, perlahan Kanda mendempet Anri yang mulai merasa sedikit curiga dengan tindakan Kanda.
1571Please respect copyright.PENANA6EQoZgo6dV
"Pak Kanda ada apa?" ucap Anri sambil bergeser sedikit saat Kanda ingin mendempetnya.
1571Please respect copyright.PENANA0UEI4mQC8d
"Dik Anri, kau sangat seksi. Nak Megumi pasti sangat bahagia setiap malam karena bisa ngentot dengan wanita sesemok dirimu," balas Kanda yang tak lagi bisa menahan nafsunya itu.
1571Please respect copyright.PENANARcpSPqypMl
"Pak Kanda, apa yang!?" seru Anri ketakutan, ia pun akhirnya sadar dengan tatapan sange Kanda yang sejak tadi terus memandangi dadanya.
1571Please respect copyright.PENANATcNNVRoMGT
"Dik Anri!"
1571Please respect copyright.PENANA69nGqltC0a
Kanda menyergap Anri, dan meremas kedua teteknya yang tak tertutup bh itu dengan kasar. Anri berteriak sambil meronta, berusaha memukul Kanda yang terus mengerayangi tubuhnya sambil terus menciumi lehernya.
1571Please respect copyright.PENANAP9PtWRU6Cw
"AAAAA! TIDAKKKK JANGAN PAK! JANGAN! AAAAAA LEPASSKANNN!"
1571Please respect copyright.PENANAISHHDjzxYw
Anri berteriak kencang sambil meronta, dan memukuli Kanda hingga akhirnya berhasil lepas dari dekapan Kanda. Ia langsung lari saat itu juga, namun Kanda berhasil menangkapnya tepat di dapur rumahnya. Meskipun sudah berumur Kanda tetaplah seorang laki-laki, melawan Anri yang tak punya dasar beladiri sangatlah mudah.
1571Please respect copyright.PENANARb92QjR3wx
"AAAAAA! JANGAN! AAAA! KUMOHON! TOLONG! TOLONG! SIAPA PUN TOLONG!" pekik Anri ketika Kanda hendak melucuti pakaiannya.
1571Please respect copyright.PENANA5IY7Tph7IF
"DIAM!"
1571Please respect copyright.PENANAaPITVYxVkF
Plaakkk!
1571Please respect copyright.PENANA6Yx1Afc1uq
Satu tamparan keras mendarat di pipi Anri hingga meninggalkan bekas merah, tak berhenti sampai di situ—Kanda juga menjambak rambut Anri, dan melempar tubuhnya yang lemah hingga membentur dinding.
1571Please respect copyright.PENANA9uMy9C85l7
"AAAAAAaaa!"
1571Please respect copyright.PENANAgxKZaZggiq
Anri berteriak histeris saat Kanda mulai menelanjangi dirinya, sejenak Kanda tertegun melihat tetek Anri yang berisi saat ia menyingkap pakaiannya. Dengan penuh nafsu Kanda segera membenamkan kepalanya di antara dua gunung itu sambil meremas-remas sisinya.
1571Please respect copyright.PENANAnBFs0GJD2i
"AAAAAH HENTIKAN! TOLONG! JANGAN! AAAAA!" pekik Anri yang disertai air mata saat melihat pria lain selain suaminya bermain dengan teteknya.
1571Please respect copyright.PENANAEZrmohasS7
Kanda semakin berani, ia kenyot satu demi satu puting Anri hingga membuatnya tersentak geli. Anri terus berusaha melawan meski usahanya harus dibayar dengan sebuah tamparan dan jambakan yang sangat menyakitkan.
1571Please respect copyright.PENANAcxvx9aYsi6
"Jangan melawan atau aku akan membunuhmu!" ancam Kanda yang sekarang hendak menurunkan rok serta celana dalam Anri sekaligus.
1571Please respect copyright.PENANADEsbe6TwM1
"JA...JANG...JANGAN......" isak Anri yang suaranya mulai habis karena terus berteriak, dan di tampar.
1571Please respect copyright.PENANAHZ4zWuQ7CM
Slurutt!
1571Please respect copyright.PENANAI3VhUFqMwF
Dengan satu tarikan Kanda melepas rok dan celana dalam Anri sekaligus, memek Anri yang ditumbuhi bulu-bulu tipis langsung menyambut Kanda. Menggunakan jari tengahnya, Kanda munusuk-nusuk memek Anri sementara jarinya yang lain memilin-milin klitoris Anri.
1571Please respect copyright.PENANAkedvXhgkp5
"AAAAA..... AAAAAA... AAAAAA...."
1571Please respect copyright.PENANAXvFykU7t2a
Anri hanya bisa merintih, dan menangis tatkala Kanda mempermainkan bagian kewanitaanya. Tusukan jari tengah Kanda yang semakin lama semakin cepat itu membuat Anri banjir, dan membuatnya lemas.
1571Please respect copyright.PENANAIno96invkr
"Hahahah! Aku tahu kamu sange juga, Dik Anri. Apa kau mau kontolku," ucap Kanda sambil melepas belenggu kontolnya dari celananya.
1571Please respect copyright.PENANAWxQmf7Mk5m
Anri semakin takut tatkala melihat kontol hitam penuh bisul milik Kanda yang berdiri tegak, mengumpulkan sisa tenaga terakhirnya Anri berusaha merangkak pergi.
1571Please respect copyright.PENANAvqvTNHsNkq
"Mau kemana?" seru Kanda sambil menginjak kaki kiri Anri dengan kaki kanannya.
1571Please respect copyright.PENANAjODEnLOnaI
Anri memekik saat telapak kaki kiri Kanda menggesek-gesek bibir vaginanya, Kanda turun lalu membuka lebar paha Anri hingga membuat memeknya yang sudah becek penuh lendir itu terbuka lebar. Sejenak ia mengendus aroma pesing yang keluar dari jembut Anri yang basah, lalu mulai mengarahkan kontolnya ke depan memek Anri.
1571Please respect copyright.PENANAusKMNe9voe