
Anri perlahan keluar dari kamar mandi dengan rasa was-was, cepat-cepat Anri berlari menuju kamarnya untuk memanggil polisi. Saat ia tiba, kamarnya sudah sangat berantakan dari terakhir kali ia bangun … rangkaian bunga yang berada di atas kasur berserakan di setiap tempat bersama pakaiannya.
561Please respect copyright.PENANAkC17y9HbTT
“Apa yang sebenarnya terjadi!? Sayang, di mana kamu!?” gumam Anri tak mengerti.
561Please respect copyright.PENANApZ8WVROpdu
Buru-buru Anri mencari ponselnya namun tak ketemu, tak kehilangan akal Anri pun mencoba memakai telepon rumah yang berada di ruang keluarga. Akan tetapi begitu ia tiba, kabel telepon sudah dipotong bersama dengan kabel koneksi internet yang selalu Anri pakai untuk mengirim designya.
561Please respect copyright.PENANAY7HrR0O5LH
Anri berkeringat dingin, ia mencoba kabur keluar rumah … namun pintu terkunci dari arah luar. Anri melihat sekeliling, dan menjadi panik saat tahu semua jendela telah dipaku dengan papan, dan semua pintu keluar telah dikunci. Anri ketakutan, menyadari dirinya dikurung di rumahnya sendiri tanpa tahu apa yang terjadi.
561Please respect copyright.PENANAxDqn6jzTLy
Dirinya berusaha mengingat-ingat tentang apa yang terjadi sebelum ia tak sadarkan diri, ingatannya samar-samar melihat suaminya sedang bercumbu dengan seseorang, namun segera ia tepis pikiran negatif itu dari benaknya. Anri tak percaya kalau Megumi akan menghianatinya, ia berharap kalau ingatan samar itu hanyalah khayalannya belaka.
561Please respect copyright.PENANAhoQkUrudTn
“Aku harus keluar dari sini,” batin Anri, sembari mencari perkakas milik Megumi yang ia simpan di dapur.
561Please respect copyright.PENANAmM88HnMTBL
Brak!
561Please respect copyright.PENANAnitIWgcb9E
Ketika Anri tengah mencari linggis, tiba-tiba pintu rumah terbuka, dan suara beberapa langkah kaki datang mendekatinya. Anri mendadak panik saat sebuah tangan bahunya, disertai sebuah remasan di teteknya. Bulu kuduk Anri berdiri mendengar suara pria yang menariknya, ia langsung berteriak namun segera ditampar oleh pria lain yang juga ikut datang bersama pria yang menarik bahunya.
561Please respect copyright.PENANAVCadsF2YZN
PLLLAAAKKK!
561Please respect copyright.PENANAa02u5A1DTe
“Diam!” seru Kanda menyuruh Anri diam dengan tatapan garang.
561Please respect copyright.PENANAX8EYn4yiBY
“Hei, jangan melukainya, Kanda! Tuan Shigeo bisa marah!” ucap Eiji yang tengah merangkul Anri sambil meremas-remas kedua tetek besarnya.
561Please respect copyright.PENANAUY62FnvYRG
“AAAA! Tidak! Tidakk! AAAA!” pekik Anri, melihat dua pria yang menjadi sumber rasa takutnya itu.
561Please respect copyright.PENANACd8wwa8A4x
Anri meronta sambil berteriak saat kedua pria bejat itu membawanya ke ruang tamu, di sana telah menunggu Tuan Shigeo yang tengah duduk manis di atas sofa dengan bersandar pada sebuah tongkat kayu. Anri mematung melihat Hitomi, dan Roy yang berdiri diam di belakang Tuan Shigeo, mereka hanya mengamati—tanpa niat untuk menolong Anri yang tengah di grepe oleh Kanda, dan Eiji.
561Please respect copyright.PENANAMOyEByAIDC
“Selamat siang, Dik Anri … atau mungkin harus aku panggil Anri saja mulai sekarang,” sapa Tuan Shigeo.
561Please respect copyright.PENANAOF04N53upk
“Tuan Shigeo apa maksudnya ini!?” bentak Anri, sambil terus berusaha melepas cengraman dua pria bejat itu darinya.
561Please respect copyright.PENANAgw8iYOMpMO
Plakk!
561Please respect copyright.PENANAunhkOyDI9x
Kanda kembali menampar Anri, dan mencekik lehernya untuk membuatnya diam … Anri memekik menatap Hitomi yang sejak tadi hanya diam menyaksikan, mata Anri berkaca-kaca berharap Hitomi akan menolongnya. Sebuah tali melingkar di tubuh Anri, dan mengikatnya seperti sosis … Kanda menahan tubuh Anri semetara Eiji mengikatnya dengan tali mati.
561Please respect copyright.PENANAONY2p9YldU
“Kurasa kau sudah sedikit tenang, Anri. Mungkin kau bingung tentang apa yang terjadi padamu … baiklah, aku akan menjelaskannya padamu,” ucap Tuan Shigeo sembari memberi isyarat pada Roy untuk membawa kertas di atas meja untuk Anri baca.
561Please respect copyright.PENANAJpU9PvATkv
Mata Anri terbelalak melihat isi kertas itu, mulutnya tak dapat berkata-kata, dan hatinya seakan pecah.
561Please respect copyright.PENANApsAp4WlwYl
“Ini tidak mungkin … suamiku…. Suamiku tidak mungkin akan melakukan ini!? Kau bohong!” tolak Anri.
561Please respect copyright.PENANAOGA5m216DS
Tuan Shigeo tersenyum, lalu menyuruh Anri untuk melihat sekali lagi kertas yang berisi perjanjian itu.
561Please respect copyright.PENANAy0THc5cbpe
“Seperti yang sudah kau baca, suamimu menjualmu padaku untuk melunasi hutangnya. Kau bisa pastikan itu dia dari tanda tangannya. Anri mulai sekarang kau akan menjadi budakku,” jelas Tuan Shigeo.
561Please respect copyright.PENANAPmNyfzHTej
“Tidak! Tidak! Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Megumi! Tidak mungkin!” sangkal Anri masih tak percaya.
561Please respect copyright.PENANA7Sy1NJkiXo
“Mau kau percaya atau tidak, yang jelas sekarang kau itu budakku. Aku akan melatihmu dengan baik sebelum festival dimulai, tahun ini kau lah yang akan menjadi Miko, Anri.”
561Please respect copyright.PENANAZ4RE65iEgw
“Tidak! Tidak! Ini bohong ‘kan! Tidak mungkin!”
561Please respect copyright.PENANANGTY8ai1Lx
“Mulai saat ini, setiap hari akan ada pria yang datang ke rumah ini untuk ngentot denganmu. Ini adalah ujian Anri, kau akan terus melakukannya sampai semua pria di desa ini merasakan memekmu.”
561Please respect copyright.PENANAsI0AbBe9nX
Anri terbelalak mendengar pernyataan Tuan Shigeo.
561Please respect copyright.PENANAZnMKnGkonD
“Jangan bercanda! Mana sudi aku melakukannya!”
561Please respect copyright.PENANARSgzFjNCwC
“Bukan kau yang menentukan Anri, tenang saja … aku akan menugaskan Roy di sini untuk memenuhi kebutuhanmu. Dokter juga akan datang setiap hari untuk mengecek kesehatanmu, jadi kau jangan khawatir.”
561Please respect copyright.PENANAgNauVYu6Eb
Anri berusaha lari dengan tubuh masih terikat, namun segera dijegal oleh Honda yang telah menunggu di samping pintu. Pendeta itu, lalu menyeret Anri kembali ke ruang tamu, dan membaringkan tubuhnya di atas meja.
561Please respect copyright.PENANAT8NdLpRiDj
“Tuan Shigeo, boleh aku mulai dulu!” kata Kanda sembari menurunkan resleting celananya.
561Please respect copyright.PENANABOjVTVqgpI
Tuan Shigeo membalas dengan anggukan setuju, merasa direstui segera saja Honda melepas celananya—melepaskan kontolnya yang sudah siap tempur. Anri merinding melihat kontol Honda yang sudah ngaceng, berusaha keras Anri melawan Honda yang mencoba melucuti pakaiannya hingga tersisa bh dan celana dalam.
561Please respect copyright.PENANA3OYK9gztsv
“Tidakk! AAA! Jangan! AAAA!” raum Anri.
561Please respect copyright.PENANAxpCEdTcowb
Honda langsung membungkam Anri dengan kontolnya, rambutnya dijambak, dan mulutnya dipaksa menelan kontol Honda yang ereksi berat. Anri gemetar ketakutan, ia terpaksa menelan maju mundur kontol Honda di dalam mulutnya, Honda merem melek menikmati kuluman Anri yang tak sempurna … nafsunya semakin memuncak tatkala Anri berhasil membuatnya orgams.
561Please respect copyright.PENANAudZm5en6Bv
“AAAAaaa! Sial Aku keluarr!” eram Honda sambil menodorong kepala Anri semakin dalam menelan kontolnya.
561Please respect copyright.PENANA4tbrXCjAyZ
“Hmmm Eemmmm EEmmm”
561Please respect copyright.PENANAk8wqBcqxkW
Anri tersedak, saat peju kental Honda memenuhi keronkongannya … sesaat setelah Honda mencabut kontolnya, Anri langsung memuntahkan keluar peju Honda. Honda terlihat tak senang dengan hal itu, segera ia tindih Anri, dan menarik bhnya hingga terlepas.
561Please respect copyright.PENANAIHiMZw71j2
Kedua payudara Anri tersembul menantang semua orang di ruangan itu, puting kecoklatannya menengang saat Honda mencubitnya. Anri memalingkan muka, saat Honda mencoba menciumnya … sambil meremas-remas dua tetek besar itu, Honda mencupangi leher Anri.
561Please respect copyright.PENANAE2Smr1pKzg
“AAAA! Hentikan! AAAA!”
561Please respect copyright.PENANAjlCbZk8Ecw
Setelah puas bermain dengan tetek Anri, Honda pun segera beralih pada selangkangan Anri yang masih tertutup celana dalam. Dengan satu kali gerakan ia turunkan celana dalam Anri sampai lutut, lalu ia arahkan ujung kontolnya ke memek Anri yang merekah setengah basah itu.
561Please respect copyright.PENANAJ3tsNhI3As
“Tidakk! Jangan! Tidak! AAAA! Jangan!”
561Please respect copyright.PENANAO9HPvDoBJ8
Anri terus memohon, dan berusaha keras melawan saat Honda ingin menerobos memeknya … namun dengan mudah Honda berhasil mengatasi penolakan Anri, dan mendaratkan rudalnya dalam gua terlarang Anri.
561Please respect copyright.PENANA9GSqhPOkUD
“AAArrggh! Kesempitan ini! Nikmat sekaliii! AAA” ucap Honda saat kontolnya sudah sepenuhnya masuk dalam tubuh Anri.
561Please respect copyright.PENANApsLorDpBe7