
Saat Roy kembali dia mendapati pintu depan rumah terbuka, dan dua pria paruh baya tengah pingsan dengan luka bekas perkalahian. Cepat-cepat Roy naik ke lantai atas, memanggil Anri, dan mencarinya ke setiap sudut ruangan namun tak ketemu. Dengan penuh kepanikan Roy membangunkan salah seorang pria paruh baya untuk diinterogasi, setelah beberapa kali menampar wajah mereka … salah seorang di antara mereka terbangun dengan lemah.
402Please respect copyright.PENANAEtdkUw3LbZ
“Apa yang terjadi!?” tanya Roy sambil mengentakkan tubuh pria paruh baya yang baru sadar itu.
402Please respect copyright.PENANAPmPj32ZpEC
“Se-Seseorang datang dan menyerang kami, dia… dia membawa Anri….” ucap pria tersebut dengan terbata-bata.
402Please respect copyright.PENANAOoY3aTtky5
Wajah Roy seketika berubah pucat, keringat dingin mengucur dari dahinya bersamaan dengan rasa cemas, dan dada terasa sesak. Pria paruh baya itu melanjutkan ucapannya dengan terengah-engah, darah segar yang mengalir dari kepalanya membuat ucapannya terpotong-potong.
402Please respect copyright.PENANAO2SK5LILMt
“Hito… Hitomi… Dia… Dia… di sa… sana…” tutur pria itu dengan bola mata juling.
402Please respect copyright.PENANA9K5WxPVEhr
“Hitomi!? Apa dia juga ada di sana!?” kata Roy terkejut, sambil berusaha menampar pelan pria itu agar tetap sadar.
402Please respect copyright.PENANABnLGUMUF7w
Pria paruh baya itu tak menjawab, dia hanya menggangguk pelan sebelum akhirnya kembali tak sadarkan diri karena kekurangan darah.
402Please respect copyright.PENANA60c2DkuTqA
“Hitomi!?” geram Roy sembari mengepalkan tangan.
402Please respect copyright.PENANA220aJek95K
Perlahan Roy letakkan tubuh pria itu lalu memanggil ambulance, dan memberitahu lokasinya. Roy lalu berganti pakaian, membuang pakaian penuh cipratan darah yang ia kenakan, memplester luka di wajahnya, lalu pergi menggunakan mobil menuju rumah Tuan Shigeo.
402Please respect copyright.PENANAzTsoJ103ka
Brumm! Brumm!
402Please respect copyright.PENANAhh60K3PsW3
Roy memacu mobilnya ugal-ugalan melewati jalan pegunungan yang berliku hingga akhirnya sampai di rumah Tuan Shigeo di mana tengah diadakan rapat untuk membahas festival yang sebentar lagi diadakan. Roy memakirkan mobilnya paling ujung di antara barisan mobil yang terparkir di halaman Tuan Shigeo, Roy keluar sambil mengamati sekitar di mana belasan pria berjas hitam tengah berkeliaran di setiap sudut.
402Please respect copyright.PENANAuMF5mDF4Fm
Roy berjalan pelan sambil memasukkan kedua tangan di saku, masuk rumah Tuan Shigeo, dan langsung menanyakan keberadaan Hitomi pada pelayan yang ia temui. Sebagain besar dari pelayan mengatakan hal yang sama tentang mereka yang tak tahu keberadaan Hitomi sejak kemarin malam, para pelayan sibuk menjamu para tamu penting yang datang … hingga mereka sama sekali tak menyadari kalau Hitomi belum kembali.
402Please respect copyright.PENANAObGaWtjOsO
“Oh, Roy! Kenapa kau berada di sini!?”
402Please respect copyright.PENANAyZ3QNh2ENT
Seorang pria botak berpakaian tradisional memanggil Roy yang tengah bertanya pada pelayan.
402Please respect copyright.PENANAQIMDu1d89g
“Honda….” tanggap Roy.
402Please respect copyright.PENANAbjPMvGSta6
“Tunggu, bukannya kau harusnya menjaga Anri? Kenapa kau ada di sini? Apa ada masalah?” tanya Honda, merasa ada yang tak beres setelah melihat beberapa luka kecil di wajah Roy.
402Please respect copyright.PENANAbv4l1Qiss8
Roy menggeleng, “Tak ada apa-apa, hanya mampir…. Ngomong-ngomong apa kau tahu ke mana Hitomi pergi?”
402Please respect copyright.PENANASljeJnTjB1
“Hitomi ya!? Lacur itu pergi ke klinik untuk bermain dengan budak seksnya, sialan! Apa sih hebatnya pemuda kurus seperti itu!?” ucap Honda yang merasa kesal karena Hitomi sekarang lebih sering ngentot dengan Megumi dibanding dirinya.
402Please respect copyright.PENANA8dXCvtubjx
“Oh terima kasih infonya, Honda. Kau sangat membantu,” kata Roy sambil tersenyum tipis.
402Please respect copyright.PENANAGYRGrX67Tn
“Roy, ngomong-ngomong apa kau tahu di mana Eiji?”
402Please respect copyright.PENANA1at1NQPY3l
Roy menggeleng, “Entahlah, aku tak tahu.”
402Please respect copyright.PENANA2NfT7qzS2N
“Si bodoh itu, padahal lagi sibuk-sibuknya tapi dia malah menghilang. Kalau kau lihat dia, tolong kabari aku.”
402Please respect copyright.PENANAU8Jj0dPjKl
“Baik, Honda. Akan kuberitahu kau kalau aku melihat dia.”
402Please respect copyright.PENANA5skVVX7M4Q
“Aku sangat terbantu, terima kasih Roy.”
402Please respect copyright.PENANARiMY42OXlA
Roy tersenyum lalu pamit pergi dari hadapan Honda dengan alasan harus kembali, Honda melihat gelagat mencurigakan dari Roy yang terlihat lebih ekspresif dari biasanya. Honda lalu memberitahu kedatangan Roy pada Tuan Shigeo, dan mengatakan gelagat mencurigakannya padanya.
402Please respect copyright.PENANAEoKOoCxzzm
Tuan Shigeo langsung mengerahkan anak buahnya untuk mengecek kediaman Megumi setelah mendengar ucapan Kanda, dan benar saja … saat anak buahnya tiba ambulance yang dipanggil Roy telah tiba. Mereka langsung melaporkan hal tersebut pada Tuan Shigeo yang tengah menunggu kabar, mendengar berita tersebut Tuan Shigeo langsung naik pitam.
402Please respect copyright.PENANA5szBZlvc7U
“Panggil semuanya! Sekarang! Anri hilang!” bentak Tuan Shigeo dengan dahi penuh urat.
402Please respect copyright.PENANA3xMDJk6Dl0
*****
402Please respect copyright.PENANAZULT5vmNZb
Megumi dan Anri tak bicara apa pun selama perjalanannya menuju klinik Dr. Kazuki, setelah tiba Ruri langsung membawa Anri untuk diperiksa sementara Hitomi mengikuti mereka dari belakang. Megumi turun terakhir setelah Rei, wajahnya lesu memikirkan bagaimana menghadapi Anri setelahnya.
402Please respect copyright.PENANALgjR83AvfJ
“Megumi, apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Rei yang tiba-tiba berhenti menghadang Megumi yang hendak masuk dalam klinik.
402Please respect copyright.PENANADlTJ7gJCJV
“Aku ingin berbaikan dengan Anri, dan menjelaskan semuanya padanya. Mungkin setelah berbaikan kami akan pergi dari tempat ini ke suatu tempat yang jauh,” jawab Megumi, tak yakin.
402Please respect copyright.PENANAeDZD8Hs7RT
Rei menghela napas, “Kuharap kau segera berbaikan Megumi, waktu kita tak banyak … mereka akan segera sadar kalau Anri menghilang. Kalau ingin pergi hari ini lah waktunya, semakin lama waktu yang kau sia-siakan akan susah pula kau untuk pergi dari tempat ini.”
402Please respect copyright.PENANATEvlQG1xv9
“Apa maksudmu, Rei?”
402Please respect copyright.PENANAQXUFDSFoGx
“Kau lupa, kalau Tuan Shigeo itu seorang mafia, pengaruhnya sangat besar di daerah ini. Polisi pun berada di bawah bayang-bayangnya, aku khawatir kalau dia akan memblokir seluruh jalan keluar di daerah ini guna mencari Anri.”
402Please respect copyright.PENANAlm7ZiAthbI
“Bisa gawat kalau itu terjadi, Rei … apa kau punya rencana? Aku yakin kau membantuku menyelamatkan Anri bukan karena kau ingin membantuku ‘kan.”
402Please respect copyright.PENANAs8tKfI9wvN
Rei terdiam untuk beberapa saat.
402Please respect copyright.PENANAgDnSNeu6kU
“Kau tanggap juga, Megumi. Aku membutuhkan Anri untuk rencanaku, dan kau untuk membujuknya.”
402Please respect copyright.PENANA6SobpJ1bKL
“Apa maksudmu!?”
402Please respect copyright.PENANA0WV81Q0gFo
Rei lalu mengeluarkan ramuan ajaib dari sakunya, ramuan itu terlihat mengkilap, dan terang saat sinar matahari mengenainya.
402Please respect copyright.PENANALdnUTXCX8L
“Aku ingin membuat Anri memperbudak Shigeo dengan ramuan ini. Saat festival di mulai, Tuan Shigeo akan membukanya dengan mengempur Anri dengan kontol besarnya di depan semua orang. Aku sudah mengirimkan obat ini padanya kemarin, ia pasti akan menggunakannya untuk festival itu … saat ia merasa nikmat, dia akan menjadi budak Anri.”
402Please respect copyright.PENANAzyuWX43owd
Brakk!
402Please respect copyright.PENANAu0c5bzNRWK
Megumi menggebrak dinding begitu mendengar rencana Rei pada Anri.
402Please respect copyright.PENANAp2YuFDIVmt
“Kau pikir aku akan membiarkannya, Rei!” kata Megumi dengan tatapan mengancam.
402Please respect copyright.PENANAlxM8A4TsNT
Rei sedikit terintimidasi, namun ia tetap berusaha meyakinkan Megumi untuk ikut rencananya.
402Please respect copyright.PENANAh66v9ltPRf
“Pikirkan lagi, Megumi. Mungkin inilah satu-satunya kesempatan untuk menjatuhkan Shigeo. Kita bisa membuat dia untuk melakukan apa pun yang kita mau dengan bantuan Anri.”
402Please respect copyright.PENANAPXTtK9KO7Q
“Tidak! Aku tak bisa membiarkan Anri dijamah olehnya. Anri sudah cukup menderita selama ini, tak akan kubiarkan dia terluka lagi selama aku masih bersamanya.”
402Please respect copyright.PENANAKlCo8S4e3G
“Megumi!?”
402Please respect copyright.PENANAsSXQrKgvM1
Rei dan Megumi pun berdebat dengan keegosian mereka masing-masing, sebelum akhirnya Hitomi datang melerai mereka. Hitomi meminta Megumi untuk bicara empat mata dengannya, Megumi menyiakan, ia dan Hitomi pun pergi meninggalkan Rei yang tengah mengumpat menyumpah serapahi Megumi.
402Please respect copyright.PENANAjo6qxBHyqp
402Please respect copyright.PENANAMIF1NXhTC5