
Ai memaju mundurkan mulutnya menghisap kontol besar Shotaro yang duduk sambil mengamati stopwacth di smartphonenya. Ai terus berusaha membuat Shotaro muncrat lebih cepat dengan memainkan lidahnya menjilat lubang kencing, dan batang kontol yang besar panjang. Tiga menit telah berlalu, Shotaro akhirnya muncrat tepat di wajah AI yang telah siap menunggu semburan pejunya.
3249Please respect copyright.PENANAIQafR4Qqxk
"Arrghhhh! Aiii....." seru Shotaro bersamaan dengan muncratan pejunya.
3249Please respect copyright.PENANADQqAiD9pBF
Ai menjulurkan lidahnya, menjilati peju kental yang membasahi wajahnya dengan tatapan sange, sementara Shotaro mengelus rambut hitam sebahunya.
3249Please respect copyright.PENANAFcyDzd3gFr
"Tiga menit sembilan belas detik, Ai kau semakin jago melakukannya. Kurasa aku harus memberimu hadiah, ini...." ucap Shotaro setelah mereset stopwacth di smarphonenya, dan memberikannya ke Ai.
3249Please respect copyright.PENANAy9rMkRWn6V
"Gantian!" balas Ai, membuka celana dalam hitamnya.
3249Please respect copyright.PENANAuGXHNhZNx9
Mereka bertukar posisi, sekarang Ai yang duduk mengangkang—memperlihatkan memeknya yang tertutup jembut tipis pada Shotaro yang sudah bersiap untuk memakannya. Shotaro berlutut tepat di hadapan memek Ai sambil mengendusnya, wajah Ai memerah saat Shotaro mulai mengecup memeknya yang tertutup bulu tipis itu dengan bibirnya.
3249Please respect copyright.PENANAuZaJ4YgmoV
"Pastikan kau menekan stopwatchnya, Ai. Akan kubuat kau keluar dengan cepat," kata Shotaro sambil kedua tangannya memegang paha Ai, dan menganggkangkannya semakin lebar.
3249Please respect copyright.PENANAzgKddXXFoT
PIIPP!
3249Please respect copyright.PENANAgCQQQxEYoA
Suara stopwactch menjadi penanda Shotaro melancarkan aksinya, berlama ia basahi dulu memek Ai dengan ludahnya, lalu ia jilati perlahan dari atas ke bawah. Ai mengejang kenikmatan merasakan sapuan lidah Shotaro di bagian sensitifnya, sedangkan Shotaro makin brutal menghisap clitoris Ai, dan membelai bibir vagina Ai dengan lidahnya.
3249Please respect copyright.PENANA2XA4RPi4PX
"Aaaahhh... Shootarooo.... Ahhhh......"
3249Please respect copyright.PENANAmbTt2uFMbr
Ai mendesis kenikmatan, reflek Ai membekap kepala Shotaro dengan kakinya, dan mengencingi Shotaro dengan cairan cintanya. Orgams itu membuat Ai lemas hingga Shotaro bisa dengan mudah melepaskan bekapan kakinya, dan mengambil tisu untuk membasuh cairan Ai di wajahnya.
3249Please respect copyright.PENANAcdrNfiFATj
"Belum juga dua menit kau sudah keluar, Ai akulah pemenangnya! Sekarang boleh kuambil hadiahku?" kata Shotaro setelah selesai membasuh cairan Ai.
3249Please respect copyright.PENANA5OiZzDXw29
"Hahh... Hahh... Silahkan, lakukan sesukamu," ucap Ai tersengal-sengal, berusaha mengumpulkan tenaga.
3249Please respect copyright.PENANAwr9fu4v21h
Shotaro merangkul Ai, lalu membaringkannya ke lantai sambil melepas bh hitamnya. Mereka berdua lalu berciuman sambil saling meraba satu-sama lain, Ai menjambak rambut Shotaro saat mulut Shotaro mulai bermain dengan tetek putih ranumnya yang tegang.
3249Please respect copyright.PENANAUoLqRlO2yb
"Ahhh... Hmmmm Shootarooo.... Aku ingin..... berikan aku kontolmu," rengek Ai, tak kuasa menahan gejolak nafsunya.
3249Please respect copyright.PENANA4Wy6bPTYAX
Shotaro tersenyum tipis, ia lalu membuka kaki Ai, dan mulai mengelus-elus bibir vaginanya yang telah basah oleh cairannya sendiri. Shotaro menggenggam kontolnya yang sudah kembali keras, dan lalu mengarahkannya ke memek Ai.
3249Please respect copyright.PENANAotQ3IXhONC
"Arrgghhh.... Shoo...Shotaroooo! Ahhhh....." eram Ai saat kepala kontol Shotaro memaksa masuk dalam memeknya yang sempit.
3249Please respect copyright.PENANA2yS6PTmrt3
Memek AI benar-benar sangat sempit, meskipun sudah dibantu pelumasnya sendiri memek gadis SMA itu masih terlalu sesak untuk kontol Shotaro yang panjang. Perlahan Shotaro mencoba memasukkan lebih dalam kontolnya yang dibarengi dengan eraman Ai, setelah berusaha akhirnya kontol Shotaro bisa masuk sepenuhnya.
3249Please respect copyright.PENANAW3NrYF2HEc
"AAAhhhhhhh! AI.... Vaginamu memang yang terbaik," ucap Shotaro saat merasakan sensasi hangat, dan mencengram di kontolnya.
3249Please respect copyright.PENANAJoImS0rc9F
"AAArrggg.... Sakiitt.... Ahh,..... Shotaroo...."
3249Please respect copyright.PENANAmZnd4eAjp2
Setelah melakukan penetrasi beberapa saat, akhirnya Shotaro mulai memaju mundurkan kontolnya. Ai mengcengram seragam sekolahnya, dan terus mendesah kencang ketika sodokan Shotaro semakin lama semakin cepat. Teteknya yang ranum bergoyang-goyang bersama dengan adukan Shotaro di memeknya, Shotaro semakin brutal—ia sekarang sudah tak perduli lagi Ai merasa sakit atau tidak—dan dengan kasar ia mulai memompa kontolnya dengan sangat keras.
3249Please respect copyright.PENANA2Hlo17qyoU
PLOK! PLOK! PLOK!
3249Please respect copyright.PENANAAWqazdMIKj
"AAAAAARRHHH..... AAAAA.... AAAAAA HENTIKAN......AHHHH ENAAAKKK.... AHHHH...."
3249Please respect copyright.PENANAptCmNQ1r7N
Shotaro cepat menggempur Ai dengan kontol yang berdenyut-denyut, tepat sesaat pejunya akan keluar—ia buru-buru mencabut kontolnya, dan mengarahkannya ke wajah Ai. Semprotan cairan putih kental dari kontol Shotaro sontak saja membasahi wajah manis Ai, sekitar 3 semprotan Shotaro berikan hingga setengah wajah Ai tertutup peju kental.
3249Please respect copyright.PENANAemJVy56l67
"Hahh... haaah... Haaahhh...."
3249Please respect copyright.PENANApYfAzP8Bck
Shotaro terduduk dengan lutut lemas, kontol batangnya yang semula keras berangsur lunak setelah orgams keduanya. Ia melihat Ai yang tertidur pingsan dengan wajah belepotan sperma, Shotaro dengan sabar menunggu AI untuk kembali bangun—dan setelah Ai siuman mereka ngentot lagi hingga tengah malam.
3249Please respect copyright.PENANAl4EuohCtGH
*****
3249Please respect copyright.PENANASW8msKPdr4
Megumi menaikkan alisnya melihat masakan Anri yang seperti bubur beracun, ia menoleh pada pada Anri dengan pucat—berharap ia tak harus menjadi kelinci percobaan masakan-masakan Anri yang selalu gagal. Menelan ludah, Megumi mengambil satu sendok bubur hitam buatan Anri dengan tangan bergetar—terakhir kali saat ia mencoba masakan Anri dulu, Megumi mendapat diare parah selama 3 hari.
3249Please respect copyright.PENANAxjhVnhGgIy
"Sayang, kau yakin ini aman?" tanya Megumi memastikan.
3249Please respect copyright.PENANAXTonoDZgXd
Anri tersenyum dengan mimik tanpa dosa, "He'em, makanlah Sayang, aku yakin kali ini pasti berhasil."
3249Please respect copyright.PENANAqyxlfUIaco
Megumi mendekatkan satu sendok bubur hitam perlahan ke mulutnya dengan perasaan berat, ketika tinggal satu inchi bubur itu masuk ke mulutnya—tiba-tiba bel rumah berbunyi. Segera setelah mendengar bel tersebut, Megumi meletakkan satu sendok bubur hitam itu kembali ke mangkuknya.
3249Please respect copyright.PENANA5B38OsGsZZ
"Oh sepertinya, itu Pak Eiji. Maaf Anri, akan kucoba masakanmu selanjutnya," kata Megumi, bangun dari duduknya, lalu mencium kening Anri.
3249Please respect copyright.PENANAQduew5lYiM
"Hati-hati, Sayang. Pastikan kau memakai sweetermu," pesan Anri dengan raut kesal.
3249Please respect copyright.PENANAWBC1djrXQu
Setelah memakai mantel, Megumi pun menemui Eiji yang datang menjemputnya. Mereka berdua lalu pergi menjemput bapak-bapak yang lain guna menghadiri pertemuan rutin warga desa di balai desa. Eiji mengatakan kalau pertemuan itu adalah kesempatan bagi Megumi untuk berkenalan dengan warga desa yang belum ia temui.
3249Please respect copyright.PENANAUTxp6YLUpR
"Hmmm, Pak Eiji. Siapa pemuda itu?'
3249Please respect copyright.PENANACujXj3eN0h
Seorang wanita paruh baya dengan rambut sebahu menyambut ke datangan Megumi dan Eiji, kulitnya putih bersih, dan senyumnya terlihat menawan. Eiji lalu memperkenalkan Megumi pada wanita paruh baya itu, setelah Eiji memperkenalkannya—tiba-tiba Ayumi berterima kasih pada Megumi.
3249Please respect copyright.PENANAFX7IxAOccd
"Oh, jadi kau Tuan Azunashi itu, ya. Terima kasih telah memntraktir putriku, Ai. Namaku Ayumi, senang berkenalan denganmu."
3249Please respect copyright.PENANA6o2P5bUu2T
Megumi tersentak, ia tak menyangka kalau wanita tersebut adalah ibu AI.
3249Please respect copyright.PENANARXgmvKU2pm
"Sama-sama, Nyonya Ayumi. Senang bertemu denganmu," balas Megumi sembari membungkuk diikuti oleh Ayumi.
3249Please respect copyright.PENANAoRgmzeCiWh
Setelah berbasa-basi sebentar mereka memutuskan untuk pergi bersama ke tempat pertemuan, Ayumi ternyata sangat ramah hingga Megumi merasa nyaman saat bicara dengannya.
3249Please respect copyright.PENANA7cmfKXNAae
Di ruang pertemuan telah hadir beberapa orang warga yang telah datang lebih dulu, di antara mereka Megumi melihat Kanda dan Honda tengah duduk bersama membicarakan sesuatu. Megumi memutuskan untuk duduk di samping mereka yang tiba-tiba menghentikan obrolan mereka, lalu meminta maaf.
3249Please respect copyright.PENANA0TsG656RPD
"Maaf, mengganggu. Apa aku boleh duduk di sebelah kalian?"
3249Please respect copyright.PENANAhjdjhVPZgg
"Oh, tentu. Tentu saja, Nak Megumi. Silahkan," silah Honda.
3249Please respect copyright.PENANAYlPuAIp7Hr
Megumi akhirnya duduk di samping mereka berdua tanpa menaruh rasa curiga tentang apa yang mereka obrolkan. Setengah jam setelahnya, pertemuan pun dimulai dengan Tuan Shigeo sebagai ketua rapat, pertemuan kali ini mereka akan membahas tentang festival yang akan diadakan di desa itu 3 bulan dari sekarang.
3249Please respect copyright.PENANAaujPSAXVnW