
Rei dan Megumi saling pandang dalam jeruji besi yang mengurung mereka, Rei duduk santai di depan Megumi sambil memengangi lehernya yang merah akibat cekikan Megumi.
502Please respect copyright.PENANA4WT0VkZzq8
“Apa tujuanmu! Apa maumu dariku!” seru Megumi.
502Please respect copyright.PENANATNOkdanBLC
Rei menghela napas, ia mencoba untuk tetap tenang menghadapi Megumi yang bisa kapan saja membunuhnya itu.
502Please respect copyright.PENANAZxoJp5PQJr
“Aku butuh bantuanmu, Megumi. Aku ingin kau membunuh Kazuki saat ia lengah,” ucap Rei dengan tatapan serius.
502Please respect copyright.PENANASpzZRaTSWd
Megumi kebingungan, “Membunuhnya?”
502Please respect copyright.PENANAdvfEZR6L6y
“Iya, Megumi. Cuma kaulah yang bisa melakukannya … aku ingin kau membunuhnya saat ia memberikanmu obat penenang. Bunuhlah dia saat ia lengah, dan mengira kau sedang dalam pengaruh obat.”
502Please respect copyright.PENANAdTvZqTzVAq
“Kenapa aku harus melakukannya!? Kenapa kau ingin membunuh rekanmu sendiri? Rei jawab aku! Siapa kau sebenarnya!?”
502Please respect copyright.PENANA6n62PrEM1i
Rei tertawa terbahak-bahak, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan tawa yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Rei mendekati Megumi sambil tertawa seperti orang kesurupan, ia lalu menyentuh kepala Megumi menggunakan tangan kecilnya, dan mendekatkan wajahnya tepat ke hadapan Megumi.
502Please respect copyright.PENANAYx1ThLm8Ej
“Megumi … apa kau percaya hal mistis seperti inkarnasi? Kalau kau tak mempercayainya, kupikir kau harus mulai mempercayainya mulai sekarang. Baiklah Megumi … akan kuberitahu siapa aku sebenarnya, tapi mungkin cerita ini akan sedikit panjang, dan diluar akal sehat,” ucap Rei lalu melepaskan Megumi, dan kembali duduk.
502Please respect copyright.PENANAl7msVjbUJ3
Rei mengambil napas panjang sebelum mulai bercerita, ia ambil sebuah foto kusut dari balik celananya, lalu ia berikan foto itu pada Megumi. Foto itu merupakan foto sebuah keluarga, dengan sepasang suami istri, dan anak mereka yang masih balita. Megumi mengamati sekilas foto itu, dan menyadari kalau balita yang tengah digendong wanita di foto itu adalah Rei.
502Please respect copyright.PENANAdCSuUczC81
“Rei, apa maksudnya semua ini?” tanya Megumi tak mengerti.
502Please respect copyright.PENANASe7dyCc5lW
“Kau mungkin berpikir aku adalah balita yang ada di foto itu. Tapi kau salah, Megumi … itu bukan aku, aku yang sebenarnya adalah pria yang berada di samping wanita itu.”
502Please respect copyright.PENANA6jkZEzEr8Z
Megumi tersentak kaget, tak percaya dengan pengakuan Rei yang seakan dibuat-buat itu.
502Please respect copyright.PENANAub2XTWiqP5
“Kau mungkin tak percaya, tapi aku berinkarnasi ke dalam tubuh anakku sendiri saat kecelakaan itu. Saat aku pikir aku sudah mati, aku terbangun dengan tubuh lemah, dan tangan kecil anakku sendiri. Satu hal yang tersisa dariku setelah kecelakaan itu, hanyalah dendamku pada Shigeo, ayahku sendiri.”
502Please respect copyright.PENANAIlxEImjfWU
“Apa buktinya! Ucapanmu tak masuk akal! Jangan mengada-ada!” potong Megumi meragukan Rei.
502Please respect copyright.PENANAfQ3JW5Ef2Y
Rei terdiam, ia lalu mengambil sebuah botol kaca berisi cairan ungu dalam sakunya, dan ia lempar botol itu pada Megumi.
502Please respect copyright.PENANATgDQtBXpEV
“Botol itu adalah hasil penelitianku selama ini, dulu aku adalah seorang ilmuan yang bekerja untuk perusahaan farmasi Shigeo. Dia bukanlah orangtua biasa, Megumi … Shigeo memiliki pengaruh besar di seluruh negara karena dia adalah salah satu petinggi grup Yakuza terbesar di negara ini.”
502Please respect copyright.PENANAqlIgQjbDWu
“Dia memerintahkanku untuk meneliti Black Friday, dan mengembangkan obat perangsang kuat yang akan ia gunakan untuk para pelacurnya. Aku benar-benar bodoh saat itu, tak aku sangka obat ciptaanku sendiri akan Shigeo gunakan untuk memperkosa istriku, dan membuatnya gila akan seks.”
502Please respect copyright.PENANA5CoCN4f26u
“Selama 1 tahun aku terus bekerja keras di lab yang Shigeo sediakan sementara istriku dientot, dan digilir oleh dia dan para anteknya. Saat aku kembali pulang, istriku sudah rusak, dan dia mengandung anak dari hubungan terlarangnya dengan Shigeo.”
502Please respect copyright.PENANAlNYQ3XN6Mt
“Istriku tak bisa sembuh, dia menjadi gila akan seks, dan akhirnya melahirkan anakku Rei. Saat Rei lahir, pikiranku benar-benar kacau, dan penuh rasa bersalah. Aku tahu bukan hanya istriku yang menjadi korban dari obat perangsang yang telah aku ciptakan, melainkan banyak wanita diluar sana yang jadi gila karena ciptaanku.”
502Please respect copyright.PENANACkKNAkn1FB
“Dalam penuh keputus asaan, aku membawa istri, dan anakku yang masih balita untuk bunuh diri dengan menceburkan mobil yang kami kendarai ke laut. Aku berharap bisa mengkahiri semua penderitaannya dengan kematian, dan menebus dosa yang telah aku perbuat … tapi ternyata Tuhan berkata lain. Dia memberiku kesempatan untuk balas dendam dengan tubuh Rei, aku bertingkah seperti anak-anak pada umumnya … sambil menunggu kesempatan untuk membalas dendam dengannya.”
502Please respect copyright.PENANAEs28LIXP2P
“Aku ubah Hitomi menjadi gila seks dengan obat perangsang yang telah aku perkuat ketika di panti asuhan, dan akhirnya Hitomi menjadi sangat liar … dan berhasil membuat Shigeo impoten. Sejak menjadi impoten Shigeo terus mencari obat untuk menyembuhkan penyakitnya itu dengan bantuan Kazuki yang ia suruh meneliti Black Friday sama sepertiku.”
502Please respect copyright.PENANABiLZxnJUz0
“Penelitiannya hampir sempurna saat aku menemukannya, aku melanjutkan penelitianku dengan dalih membuat obat untuk Shigeo. Awalnya dia tak percaya padaku, dan meragukan kalau aku masih anak-anak … tapi setelah aku menunjukkan kecakapanku, dia akhirnya mengajakku dalam penelitiannya tanpa menanyaiku siapa diriku.”
502Please respect copyright.PENANAFeVZtQOiSJ
“Penelitian kami berjalan mulus, namun aku tak sengaja telah menemukan sesuatu yang tak disadari Kazuki mengenai Black Friday. Megumi, botol berisi cairan ungu di tanganmu itu adalah hasilnya. Aku dan Kazuki berharap menciptakan obat impoten, tapi yang kami dapatkan adalah ramuan ajaib yang dapat memperbudak manusia.”
502Please respect copyright.PENANA8UCrmsfnhZ
“Megumi obat di tanganmu itu adalah ramuan ajaib yang dapat memperbudak manusia melalui nafsu. Menurut perkiraanku, siapa pun yang telah meminum obat itu, dan dipuaskan oleh seks akan menjadi budak setia orang yang telah memuaskannya. Budak itu akan melakukan apa pun yang kau suruh tanpa ragu, dan ia sadari. Pengaruh obat itu cukup kuat hingga dapat mencuci otak seseorang hanya dengan menggunakan seks.”
502Please respect copyright.PENANAb7L46Y9YJQ
Megumi menggenggam erat botol kaca di tangannya sambil menatap wajah Rei yang tak menunjukkan sedikit pun kepalsuan dari ceritanya. Tubuh telanjangnya menggigil ditiup angin malam yang merembes masuk melalui celah sempit ruang bawah tanah, setelah berpikir singkat akhirnya Megumi memilih mempercayai ucapan Rei.
502Please respect copyright.PENANAIpzb9YTJPn
“Lalu, kenapa kau ingin membunuh Kazuki? Dia rekanmu, bukan?”
502Please respect copyright.PENANAG0eKVqh7pi
Rei tertunduk dengan wajah muram sebelum menjawab Megumi.
502Please respect copyright.PENANA0991LxWOvk
“Dia harus mati Megumi, dia itu…. Terlalu banyak tahu… Ia bisa jadi ancaman untuk rencanaku, dan cepat atau lambat dia pasti akan menyadari identitasku sebenarnya. Megumi, tolong habisi dia…. Sebagai imbalan, kau boleh memiliki ramuan itu untuk dirimu sendiri.”
502Please respect copyright.PENANAAOV4uIST6c
Megumi mengangguk tanda setuju, sekali lagi ia melihat botol kaca berisi ramuan ajaib itu dengan penuh amarah. Orang pertama yang terpikirkan olehnya untuk mencoba obat ini adalah Hitomi, dia telah membuat Megumi menjadi sangat hina, dan menjadikannya peliharaan pribadinya. Dengan ramuan itu, Megumi akan memperbudak Hitomi, dan membalik posisi mereka sebagai Tuan dan Budak.
502Please respect copyright.PENANADxcvfgnRgY
‘Hitomi … Tunggulah pembalasanku! Akan kubuat kau menyesal karena telah memperlakukanku seperti ini….’ batin Megumi sembari mengepal menutupi botol kaca di tangannya.
502Please respect copyright.PENANAnZkIx7Kam3
Malam itu juga Megumi, dan Rei membuat kesepakatan dengan tujuannya masing-masing. Setelah selesai bernegosiasi dengan Megumi, Rei kembali merantainya seperti sedia kala … sambil memberitahu rencana pembunuhannya pada Megumi.
502Please respect copyright.PENANAEEx9Bl1Sh0