
Semenjak kejadian itu, hubungan Anri dan Megumi menjadi semakin buruk, meskipun satu rumah mereka tak sering bicara satu sama lain, dan tak pernah menujukkan kemesraan yang dulu mereka tunjukkan. Anri semakin murung dari hari ke hari, sementara Megumi terus diserang oleh stres yang berkepanjangan.
1061Please respect copyright.PENANA6RqbdJkW0r
Sejak memergoki Hitomi bercinta dengan Kanda, Megumi memilih untuk mendiamkan Hitomi, dan menolaknya saat ingin berhubungan badan. Megumi menyibukkan diri dengan berkeliling menggunakan mobil benz hitamnya ke tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi sambil menunggu Tuan Shigeo selesai dengan urusannya. Sesekali ia berhenti di suatu tempat untuk sekedar merokok sambil membayangkan masalahnya.
1061Please respect copyright.PENANAm5ovIpEPt7
"Megumi?" panggil seorang pria dari kejauhan saat Megumi tengah melamun.
1061Please respect copyright.PENANAB4bPlTf884
Seorang pria tinggi dengan rambut gondrong menghampirinya, Megumi pun menawarinya rokok untuk nyebat bersama. Mereka berdua pun nyebat bersama sambil saling bercerita tentang pekerjaannya, Megumi memberitahu Shotaro tentang kejenuhannya sebagai supir Tuan Shigeo.
1061Please respect copyright.PENANAqqZVkBddnK
"Megumi, menurutku kau perlu liburan, ajaklah istrimu yang cantik itu pergi ke suatu tempat. Aku yakin kau akan mendapatkan moodmu kembali," saran Shotaro sambil menghisap rokok yang diberikan padanya.
1061Please respect copyright.PENANA75V1w22r6o
"Soal itu ... mungkin aku tak bisa melakukannya, hubungan kami sedang tak baik-baik saja saat ini. Aku tak tahu bagaimana cara agar membuat kami kembali seperti dulu," ucap Megumi dengan raut sedih.
1061Please respect copyright.PENANAjp453wxARL
"Begitu rupanya, maaf aku tak tahu," balas Shotaro.
1061Please respect copyright.PENANAHowRsIYUAq
Mereka berdua terdiam dalam suasana canggung, hanya asap rokoklah yang terus bertiup dari mulut keduanya dalam situasi itu. Melihat Megumi yang terus bermuka murung, membuat Shotaro tak tahan untuk menghiburnya.
1061Please respect copyright.PENANA8aDRu3dIPj
"Megumi, apa kau suka JK?" ucap Shotaro memecah keheningan.
1061Please respect copyright.PENANASdueEnqaMt
Megumi melirik, "JK yang mana yang kau maksud?"
1061Please respect copyright.PENANApjxvD2doHF
"Tentu saja JK nakal yang menjual diri mereka untuk sekedar uang jajan, kau tahu JK modelan begitu ada juga loh di tempat ini," jelas Shotaro.
1061Please respect copyright.PENANAGj0l4FuCHJ
Megumi terlihat tertarik, "Benarkah? Apa kau pernah mencobanya?"
1061Please respect copyright.PENANAdKQ1Q9aakx
"Tentu saja sering Megumi! JK itu luar biasa, memek mereka masih sempit, dan puting mereka kebanyakan berwarna pink. Kalau kau tertarik aku bisa memberitahumu tempat mereka biasa mangkal."
1061Please respect copyright.PENANAwsq7DXv77H
Megumi menelan ludah, selama seminggu ini ia belum ngewe karena masalahnya dengan Anri dan Hitomi hingga libidonya menjadi sangat tinggi. Ngentot tiap hari dengan Hitomi membuat kontolnya kecanduan dengan vagina wanita.
1061Please respect copyright.PENANAzM2DbQ9zgN
"Bisa kau beritahu aku? Shotaro....."
1061Please respect copyright.PENANAZKbtxN438x
*****
1061Please respect copyright.PENANASH733ie0XC
Sejak kejadian buruk yang menimpanya, Anri selalu mengunci setiap sisi rumahnya, dan tak pernah membukanya ketika siang hari. Ketika ada bel berbunyi Anri selalu mengabaikannya, dan memilih untuk mengurung diri di kamarnya sambil menunggu bel pintu berhenti berbunyi. Anri terus melihat ponselnya yang penuh histori panggilan dari bos serta teman-temannya dengan tatapan sayu, kalau bisa ia ingin sekali menjawab telepon mereka tapi ia takut kalau dirinya akan menangis saat bicara dengan mereka.
1061Please respect copyright.PENANAlGI9r6XvrM
Anri menscroll satu persatu pesan yang ditunjukkan padanya, dan menjumpai sebuah nomor tak dikenal yang terus mengirim sesuatu padanya. Ketika Anri melihat pesan itu dirinya langsung shock berat saat melihat fotonya yang tengah digenjot oleh Kanda dengan keadaan telanjang bulat. Sontak saja Anri melempar ponselnya ke dinding hingga pecah, dan berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.
1061Please respect copyright.PENANAraKghPqdUc
"Aku.... Aku tak tahan lagi..... Aku ingin mengakhirinya....." gumam Anri dengan mata penuh ketakutan.
1061Please respect copyright.PENANA9aTlBJ1Zxw
Anri berjalan dengan sempoyongan ke dapur rumahnya lalu mengambil sebuah pisau dapur bergagang merah, ia melihat mata pisau itu dengan penuh keputus asaan, lalu mengarahkannya tepat ke lehernya. Baru ujung pisau itu menyentuh lehernya, Anri langsung menjatuhkannya, dan menangis menyalahkan dirinya sendiri.
1061Please respect copyright.PENANA9LtA75o6tv
"Kenapa.... Kenapa.... bahkan untuk mengakhiri hidupku sendiri pun.... Aku tak bisa....." ucap Anri sambil menunduk menatap pisau dapur yang jatuh di bawahnya.
1061Please respect copyright.PENANAh7eBbPIvPp
Ketika Anri tengah melamun, bel pintu tiba-tiba berbunyi secara beruntun, mendengar suara bel Anri cepat-cepat bersembunyi, dan menutup telinganya—berharap suara bel itu segera hilang. Suara bel pintu pun hilang, berganti dengan suara ketukan, dan panggilan seorang wanita yang meredakan ketakutan Anri.
1061Please respect copyright.PENANAUUy6ptmmdr
"Anri.... Anrii... Ini aku.....Anri...!" panggil Hitomi setelah lelah ia menekan bel namun tak kunjung ada jawaban.
1061Please respect copyright.PENANAg4vH31QUgO
Anri berjalan ke depan pintu di mana Hitomi terus memanggilnya, ketika melihat pintu nyalinya perlahan menciut hingga membuat Anri mematung tepat di depan pintu. Hitomi terus memanggilnya, dan mengetuk pintu, tapi Anri masih saja tak punya nyali untuk membukakan pintu.
1061Please respect copyright.PENANATzT0vUw6Xm
"Anri! Anri! Aku tahu kau di dalam! Apa yang terjadi padamu! Kenapa kau mengurung diri! Kalau ada masalah, kau bisa ceritakan semuanya padaku. Jangan kau pendam semua masalahmu sendiri, Anri!" seru Hitomi sambil tetap mengetuk-ketuk pintu meski tangannya mulai memerah.
1061Please respect copyright.PENANACEyMhwtHQw
Anri tetap mematung, ia merangkul dirinya sendiri, dan menatap pintu yang bergetar karena terus digedor. Perlahan Anri mengumpulkan keberanian untuk mendekati pintu, ia buka satu persatu kunci yang ia pasang, dan membuka pintu dengan perlahan.
1061Please respect copyright.PENANARfrxPEGRqU
"Hitomi...." ucap Anri dengan mata memerah, tubuh gemetar ketakutan.
1061Please respect copyright.PENANAyfsG3FuH0l
"Anri!? Apa yang terjadi padamu!" seru Hitomi yang langsung saja merangkul Anri, hingga kedua tetek besar mereka bertemu.
1061Please respect copyright.PENANAgNLvrAs2QX
Begitu dipeluk Anri langsung menangis tersedu-sedu di pundak Hitomi, sambil ditenangkan Hitomi mereka berdua menuju ruang tamu. Hitomi pun menanyakan alasan Anri mengurung diri, dan berjanji tak akan mengatakan apa pun yang Anri katakan pada orang lain. Akhirnya setelah dibujuk berulang kali, Anri menceritakan pemerkosaan atas dirinya dengan hati yang hancur.
1061Please respect copyright.PENANA1CSNzRmXkR
Hitomi mendengar satu persatu cerita Anri sambil mengelus pundak, dan rambutnya hingga Anri menyelesaikan ceritanya. Setelah selesai menceritakan semuanya, Anri memeluk Hitomi dengan perasaan lega ... ia tak mengira menceritakan masalahnya pada orang lain akan membuatnya sedikit merasa lebih baik.
1061Please respect copyright.PENANAK6uidvvxXM
"Anri, kasihan sekali. Apa kau sudah melaporkan semua ini ke polisi?" tanya Hitomi yang khawatir dengan keadaan Anri.
1061Please respect copyright.PENANAfY9ik21VWK
"Tidak, jangan! Aku tak mau suamiku tahu tentang semua ini, aku tak ingin menyakiti hatinya," jawab Anri dengan tulus.
1061Please respect copyright.PENANAvi9PgXSMsG
"Tapi, kau tak bisa terus seperti ini, Anri. Mereka berdua harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka lakukan, kalau kau mau aku bisa membantumu melaporkan mereka."
1061Please respect copyright.PENANANOtwAKvTs0
"Jangan Hitomi, mereka akan mengincarmu."
1061Please respect copyright.PENANAa7b8iHXfSg
"Tak perlu khawatir Anri, aku akan meminta bantuan suamiku untuk menangkap mereka. Akan kugunakan seluruh kemampuanku untuk membantumu, Anri."
1061Please respect copyright.PENANAzZuWjAbJEP
Anri tersentuh, ia pun mulai menaruh rasa percaya pada Hitomi.
1061Please respect copyright.PENANAYf7zNWg6jy
"Hitomi kenapa kau begitu baik padaku? Kita baru kenal beberapa hari yang lalu, dan kau mau melakukan itu untukku."
1061Please respect copyright.PENANASfghlFAbC9
Hitomi tersenyum, ia menyeka air mata di pipi Anri, dan mengelus kedua pipinya.
1061Please respect copyright.PENANAMezAsDn9o2
"Bukan masalah, Anri. Kita 'kan teman."
1061Please respect copyright.PENANAtwgH6b1zfD
Setelah berkata mereka pun kembali berpelukan, ketika memeluk Anri mata Hitomi terus memandang ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Megumi.
1061Please respect copyright.PENANANi4bGyXgw9
"Oh ya, ngomong-ngomong Anri ... di mana Megumi?"
1061Please respect copyright.PENANAbv7fb08TTc