
Seorang wanita berambut hitam panjang dengan menggendong seorang bayi terlihat tengah berdiri di depan makam Megumi sambil membawa serangkai bunga sebagai tanda bela sungkawa. Hitomi yang baru saja tiba langsung mengenali wanita itu sebagai Anri saat ia mendekatinya, Hitomi terlihat canggung untuk menyapanya, dan berdiri mematung menunggu Anri pergi lebih dulu dari depan makam Megumi.
662Please respect copyright.PENANAaYUAxO0EWk
“Ueekk! Ueek! Ueekk!”
662Please respect copyright.PENANAAHB3rkI18L
Tiba-tiba bayi yang digendong Anri merengek yang langsung membuat Anri menimangnya, dan membuat ekpresi lucu untuk menenangkannya. Namun bukannya diam, bayi itu malah merengek semakin kencang hingga membuat pemakaman yang sepi itu menjadi sangat bising.
662Please respect copyright.PENANAigxcjkTROW
“Shhtt… Shhtt…. Pok ame ame belalang kupu-kupu…. Shhhttt….”
662Please respect copyright.PENANAFhJkDT2LCE
Anri melakukan sebisanya untuk menenangkan bayi itu tapi tak berhasil, Hitomi yang sejak tadi hanya diam mengamatinya dari kejauhan menjadi tergerak. Hitomi lalu mendekati Anri yang tengah menimang bayi itu, lalu mengelus rambut bayi itu, dan membuat ekspresi konyol yang langsung membuat bayi itu tenang.
662Please respect copyright.PENANAT4RMV9Iray
“Hi-Hitomi….” ucap Anri seolah tak percaya, kalau Hitomi bisa dengan mudah menenangkan anaknya.
662Please respect copyright.PENANAbeAAEVje1A
“A-Anri…. lama tak jumpa….” kata Hitomi canggung, saat teringat hal buruk yang ia lakukan pada Anri dulu.
662Please respect copyright.PENANAFCWdbJm8J7
Melihat Hitomi yang gugup, Anri langsung berinisiatif untuk meraih kedua tangannya, dan menatapnya dengan tatapan tajam. Hitomi berkeringat dingin melihat tatapan Anri, dan sudah siap untuk menerima segala kemarahannya—akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya.
662Please respect copyright.PENANAoaXkmPszvI
“Selamat datang Hitomi, senang melihatmu selalu sehat,” ucap Anri dengan senyum yang tulus.
662Please respect copyright.PENANA5e6aYGXchp
Tentu saja sikap Anri itu membuat Hitomi tak kuasa menahan air matanya untuk banjir, ia sama sekali tak menyangka Anri akan memaafkannya atas apa yang telah ia lakukan dulu padanya. Hitomi merasa seperti orang paling berdosa di bumi, ia ingin dihukum atas apa yang telah ia lakukan pada Anri … namun, sebaliknya yang ia terima malah keramahan, dan tatapan tanpa permusuhan.
662Please respect copyright.PENANAjIP6XGBNSZ
“Kenapa? Kenapa kau begitu baik padaku? Setelah semua yang kulakukan padamu…. Apa kau tak membenciku?”
662Please respect copyright.PENANA0f1cIBdPly
Anri tersenyum simpul.
662Please respect copyright.PENANAN4VOwIXtp1
“Kenapa aku harus membencimu? Kita berdua sama-sama korban, tak ada alasan bagiku untuk menaruh dendam kepadamu. Terlebih lagi, aku tak ingin Shouta melihatku sebagai contoh yang buruk untuknya,” ujar Anri sembari menimang bayi yang ada dalam gendongannya.
662Please respect copyright.PENANAol7LD9yZfE
Hitomi menjadi lebih tenang, ia lalu melirik bayi dalam gendongan Anri yang mukanya terasa familiar buatnya. Naluri keibuan Hitomi muncul, dan ia pun meminta sebentar untuk menggendong Shouta pada Anri yang terlihat berkeringat karena terlalu lama menggendongnya.
662Please respect copyright.PENANA1FavxKkhpQ
“Uha hah ahh haah!”
662Please respect copyright.PENANAjqSzIuG8Is
Shouta tertawa sambil meninju kedua tetek besar Hitomi saat ia gendong, Hitomi tak mempermasalahkannya, dan mengelus rambut Shouta yang tipis itu dengan jari jemarinya.
662Please respect copyright.PENANA6gSgjXEk9g
“Ini anakmu? Siapa bapaknya?” tanya Hitomi sambil menimang Shouta yang terlihat senang digendong olehnya.
662Please respect copyright.PENANAp8YFRCtj3U
Anri tersenyum kecut, lalu menarik napas panjang mengatakan siapa ayah Shota dengan mimik sedih.
662Please respect copyright.PENANAlmdX87HtLK
“Roy…. Dia ayah dari anak itu,” ucap Anri sambil tertunduk lesu.
662Please respect copyright.PENANA8lfwHvcvao
“R-Roy!? Anak ini!? Bagaimana bisa!? Aku dengar ia sekarang di penjara, dan sedang menunggu keputusan hakim tentang eksekusinya,” balas Hitomi kaget.
662Please respect copyright.PENANAAAp7hEac0A
“Aku….”
662Please respect copyright.PENANAWCSwyk2U0T
Anri pun menceritakan perpisahannya yang manis bersama Roy, pada saat itu Anri tengah dalam masa subur hingga benih Roy berhasil mencapai ovariumnya, dan berbuah menjadi jabang bayi. Mengetahui kalau dirinya hamil anak Roy, Anri memilih untuk merahasiakannya darinya—dan pergi jauh bersama anak dalam kandungannya itu ke kota baru, dan memulai kehidupan baru di sana.
662Please respect copyright.PENANAfGFCV5khxQ
“Astaga Anri, aku tak menyangka kau akan melakukan itu. Tapi Anri, beberapa hari lagi sidang terakhir Roy akan digelar … dalam sidang itu ia bisa saja langsung dijatuhi hukuman mati, atau berhasil mendapat grasi. Apa kau yakin tak ingin memberitahunya tentang anak ini?”
662Please respect copyright.PENANAawTq4AsElu
“Entahlah Hitomi…. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, aku terlalu takut untuk melakukannya….”
662Please respect copyright.PENANAL9u8xPHgar
“Beritahu dia Anri…. sebelum terlambat, aku tak ingin kau menyesal karena memendam rahasia ini seumur hidupmu. Selagi kau masih hidup, ungkapkanlah semua yang ingin kau katakan sebelum kau menyesal di kemudian hari. Aku yakin, Megumi juga akan mengatakan hal itu jika ia berada di sini. Anri… busungkanlah dadanya, dan yakinlah pada dirimu sendiri….”
662Please respect copyright.PENANArM7Ovi04Q7
Anri terenyuh, ucapan Hitomi telah membebaskan belenggu perasaan yang mengikat dirinya, dan membuatnya sadar akan dirinya sendiri. Awan mendung yang menyelimuti hati Anri perlahan menghilang, berganti pelangi cerah yang membuatnya sedikit lebih tenang.
662Please respect copyright.PENANAJMa2AFlcqE
“Kau benar Hitomi, kurasa aku akan mengatakannya—padanya—” putus Anri.
662Please respect copyright.PENANAm4cxWihSp3
“Benarkah? Syukurlah Anri….”
662Please respect copyright.PENANA4FDIn3Tk9p
Mereka berdua pun tertawa ringan, dan saling berbagi cerita di depan makam Megumi. Mengetahui kalau Hitomi sekarang tak memiliki tempat tinggal … Anri menawarkannya untuk tinggal bersamanya, dan membantunya merawat Shouta. Awalnya Hitomi menolak tawaran Anri, namun setelah dipaksa dibujuk berkali-kali akhirnya Hitomi mau menerimanya.
662Please respect copyright.PENANAYLzfT2GRTm
Sejak hari itu, Hitomi, Anri, dan Shouta tinggal dalam satu atap yang sama. Anri bekerja sebagai designer, sementara Hitomi bertugas merawat Shouta saat Anri bekerja … mereka berdua saling sokong seperti yang diinginkan Megumi, di tempat yang jauh tanpa seorang pun yang mereka kenal—mereka berdua hidup bahagia.
662Please respect copyright.PENANADmU7ogjlLc
*****
662Please respect copyright.PENANAhL16zsDrSB
Pengacara Roy terkejut saat mendengar clientnya tiba-tiba menginginkan untuk terhindar dari hukuman mati setelah sebelumnya tak punya keinginan untuk melanjutkan hidup. Perubahannya yang mendadak itu tentu saja membuat sang pengacara kaget, dan tak menyangka akan hal itu.
662Please respect copyright.PENANAcZyx1LcNQg
“Kenapa tiba-tiba?” tanya pengacara itu.
662Please respect copyright.PENANAwE8B0618CP
“Aku harus menemui seseorang, pagi tadi aku mendapat surat kalau ternyata orang itu telah melahirkan anakku. Sebelum aku mati, aku ingin menemuinya…. Pak pengacara tolong…. Bisakah kau membantuku,” pinta Roy sembari membungkuk dengan tulus.
662Please respect copyright.PENANApYLefvNX0F
Pengacara Roy menggaruk kepalanya, meskipun palu hukuman mati untuknya sebentar lagi akan dijatuhkan … tapi itu bisa saja ia hindari, mengingat kontribusi Roy selama ini dalam membantu penyelidikannya.
662Please respect copyright.PENANAqzu9Wgv7po
“Akan kuusahakan, Roy tenang saja … aku akan melakukan apa pun untuk menyelamatkanmu… percayalah padaku! Percayalah pada pengacaramu ini!” seru pengacara Roy dengan yakin.
662Please respect copyright.PENANAx0D0mx8Kuu
Setelah hari itu, Roy dan pihaknya melakukan banding pada hakim untuk diberi keringanan. Melalui berbagai macam sidang yang dilakukan selanjutnya, akhirnya Roy terbebas dari hukuman mati yang seharusnya di jatuhkan kepadanya. Melihat hal itu, seorang wanita bertudung yang selalu menyaksikan persidangan Roy mulai tak bisa menahan kemarahannya lagi.
662Please respect copyright.PENANA69P6Oab0My
Tepat sesaat setelah Roy keluar dari ruang sidang, wanita itu menunggunya di depan pintu dengan sebuah pistol yang ia sembunyikan di balik pakaiannya. Baru beberapa langkah Roy keluar dari ruang sidang, wanita itu langsung menembakinya dengan membabi buta hingga membuat semua orang di sana terkejut, dan berlarian menyelamatkan diri.
662Please respect copyright.PENANAdM3AyfeWFc
DOOR! Dooor! dooor! Dooor! Dooor! Dooor
662Please respect copyright.PENANAZrFEMhNfgv
Wanita itu melepaskan enam tembakan beruntun ke arah Roy yang tak siap, alhasil keenam peluru itu langsung bersarang dalam tubuhnya, dan langsung mengakhiri hidupnya di tempat tanpa kesempatan kedua.
662Please respect copyright.PENANAiEwQzcrVej
“MATI KAU BANGSAT! INI UNTUK TAKEDA! MATILAH! MATILAH!” seru wanita bertudung yang tak lain adalah Marina itu dengan penuh kepuasan.
662Please respect copyright.PENANAnO2J0AStpc
Tamat
662Please respect copyright.PENANAy2zyUlVPWg