
Anri merenung memikirkan perkataan Rei padanya, hatinya bimbang memikirkan nasibnya besok akan seperti apa. Satu hal yang ia inginkan saat ini adalah bertemu Roy untuk memastikan keadaannya, dia merasa bersalah pada Roy atas apa yang telah terjadi padanya.
254Please respect copyright.PENANAyjCFd8cn3F
“Roy….” gumam Anri memantapkan tekadnya, dan berjalan menuju pintu.
254Please respect copyright.PENANALha26irlzP
Tok! Tok! Tok!
254Please respect copyright.PENANA71mdwP7W3K
Anri mengetuk beberapa kali, memanggil Kamiya yang tengah berjaga di luar.
254Please respect copyright.PENANAY4yquauaWD
“Tuan penjaga! Tuan Penjaga! Kumohon bukakan pintu, aku ingin bicara padamu! Tuan Penjaga!” seru Anri sambil tetap mengetuk.
254Please respect copyright.PENANAdgmrAuBpjF
Berkali-kali Anri memanggil Kamiya dari balik pintu, suara gedoran pintu yang keras membuat Kamiya terganggu—dan akhirnya ia pun membuka pintu, dan bermaksud menyuruh Anri untuk diam. Baru sedikit pintu terbuka, Anri langsung menahan daun pintu dengan kakinya. Ia dan Kamiya saling pandang, kedua mata mereka bertemu dalam celah yang sempit itu.
254Please respect copyright.PENANA5g00JWrnez
“Aku ingin bertemu Roy! Bisakah kau membantuku, Tuan penjaga?” celutuk Anri langsung.
254Please respect copyright.PENANAIfIk3eoKAB
Kamiya langsung menolak, “Apa yang kau pikirkan!? Kau pikir aku pemandumu!?”
254Please respect copyright.PENANAWgnu8L5ZVc
“Kumohon, tolonglah Tuan penjaga…. Untuk kali ini saja, izinkan aku bertemu dengan Roy. Akan kulakukan apa pun, kalau mau kau bisa meniduriku setelah ini,” ucap Anri sesumbar.
254Please respect copyright.PENANANI6w1MpXWs
Kamiya tetap menolak, ia tetap patuh pada tugasnya, dan menyuruh Anri untuk beristirahat karena malam sudah semakin larut. Anri tetap kukuh ingin bertemu Roy, ia mencoba menggoda Kamiya dengan berpose nakal, dan menurunkan sedikit belahan dadanya untuk membuatnya bernafsu.
254Please respect copyright.PENANAzTVj8nr477
“Tidak ya tidak! Nona jangan sampai aku menggunakan cara kasar untuk memperingatkanmu!” ancam Kamiya yang mulai kehilangan kesabaran.
254Please respect copyright.PENANAHoZrDRc8jO
Anri tersentak mundur, ia melihat tatapan sangar Kamiya tertuju padanya, saat tengah berjalan mundur—tiba-tiba kaki Anri tersandung, dan ia pun jatuh ke belakang.
254Please respect copyright.PENANArtbUjyn6CL
Bruuk!
254Please respect copyright.PENANAezQ2JrLGQw
Pantat Anri yang montok itu menghantam lantai tepat dihadapan Kamiya, melihat hal itu Kamiya langsung berinisiatif untuk menolongnya bangun. Saat tengah membantu Anri bangun itulah tiba-tiba perhatian Kamiya tertuju pada ketek putih bersih Anri yang sedikit berbau saat ia mengulurkan tangannya.
254Please respect copyright.PENANA66SdprT9vZ
“Glek!”
254Please respect copyright.PENANAFLkChNZ059
Kamiya menelan ludah, rasanya ingin sekali lidahnya menjilati setiap bagian dari ketiak Anri yang tampak menggoda itu. Fetish aneh Kamiya tersebut akhirnya disadari Anri, melihat ada peluang untuk bernegosiasi dengan Kamiya … Anri pun langsung memberikan penawaran.
254Please respect copyright.PENANABnNN2xnkf8
“Tuan penjaga, aku tak menyangka kau menyukai sesuatu seperti itu. Ini kau boleh mengendusnya sebanyak yang kau mau, atau bahkan menjilatinya … asal kau membiarkanku bertemu dengan Roy,” kata Anri sambil mengangkat kedua tangannya ke atas menampilkan ketiaknya di hadapan Kamiya.
254Please respect copyright.PENANA9QNkMXR001
Melihat dua ketiak putih mulus itu, membuat Kamiya berkeringat dingin antara harus memilih kesenangan dunia, atau tugasnya. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Kamiya pun takluk oleh nafsunya.
254Please respect copyright.PENANAVkV1YAW8MY
“Baiklah, aku akan mengantarmu. Tapi sebagai DP biarkan aku menjilatinya sebentar,” tegas Kamiya yang membuat Anri terkejut.
254Please respect copyright.PENANAvluQAyHx15
“Emm, ya… silahkan…” ucap Anri dengan perasaan gugup.
254Please respect copyright.PENANAuWOaGkjU4T
Kamiya perlahan mendekatkan wajahnya tepat di hadapan ketiak Anri, ia mengendus ketiak tersebut dengan hidungnya secara bergantian untuk merasakan aromanya. Hembusan napas Kamiya di ketiaknya membuat Anri merinding geli, ketika Kamiya mulai menciumi ketiaknya—Anri mulai mendesah tak karuan dengan mata merem melek.
254Please respect copyright.PENANAUeA7UgD2GI
“Emmm…. Ahh…. Hmmm…. Di sana… Emm…..” desah Anri saat Kamiya semakin liar menciumi ketiak kanannya.
254Please respect copyright.PENANAuuoa9FuIrd
Wleewlewwwlleewww!
254Please respect copyright.PENANAVKOePpdVSq
Lidah Kamiya mulai beraksi, benda lunak tersebut menyapu ketiak Anri dari atas sampai bawah hingga membuat ketiaknya basah oleh liur. Tanpa rasa jijik, dan malu Kamiya menjilat habis keringat yang mulai keluar dari ketiak Anri karena ia terlalu lama mengangkat tangannya.
254Please respect copyright.PENANAGfytqVx93M
“AAAAAhhh! AAHHHH!!!”
254Please respect copyright.PENANAlfnKEZ0nTf
Tubuh Anri mengelijang, cairan cintanya sedikit keluar karena permainan lidah Kamiya di ketiaknya. Setelah melihat orgams, Kamiya menghentikan jilatannya, lalu tersenyum puas melihat Anri yang tersengal-sengal karena jilatannya.
254Please respect copyright.PENANA7c1DNHmqXA
“Bagaimana? Enak ‘kan? Sudah kuduga kau akan menyukainya. Hahaha!” ucap Kamiya tertawa puas. “Ikut aku, tapi jangan bersuara. Akan kubawa kau ke tempat Roy berada.”
254Please respect copyright.PENANAS0btSyLJO5
Anri bernapas lega, akhirnya ia bisa bertemu dengan Roy meskipun harus membuat ketiaknya basah oleh air liur. Kamiya mengenggam pergelangan tangan Anri, dan menuntunnya keluar dari ruangan yang mengurungnya.
254Please respect copyright.PENANAZE1wnkq1Rv
Ketika baru selangkah keluar, Kamiya langsung berbisik ke telinga Anri, “Aku berubah pikiran, soal tawaranmu sebelumnya. Aku menginginkannya! Setelah mengantarmu, berikan aku memekmu!”
254Please respect copyright.PENANA0J1DqCTYPx
Anri bergidik ngeri mendengar bisikan Kamiya, meski sudah menguatkan tekadnya saat menggoda Kamiya—Anri tak pernah terpikir akan ngewe dengan orang dengan fetish aneh seperti Kamiya. Anri yakin kalau ngewe dengan Kamiya pasti tak akan normal, memikirkan semua itu membuat Anri overthingking.
254Please respect copyright.PENANAPe8r1eVQAq
*****
Anri terbelalak dengan hati teriris melihat keadaan Roy saat ini, tubuhnya berbalut perban, dan bengkak sementara wajahnya terbakar setengah. Hati Anri begitu hancur saat melihat Roy saat itu, lututnya langsung lemas, dan air matanya keluar dengan derasnya membasahi pipinya.
254Please respect copyright.PENANA773vpa3WUO
“Roy, maaf. Maafkan aku…..” ucap Anri, menangis dengan kepala menunduk di depan Roy yang tengah terbaring tak sadarkan diri.
254Please respect copyright.PENANAYqD649uOK3
Perlahan Anri bangun sambil terisak, mendekati Roy yang belum juga sadar sejak tadi siang, dan mengelus setengah wajahnya yang dibalut perban. Darah terlihat merembes dari perban yang mengulung wajah Roy, wajahnya yang tampan kini sudah tak ada lagi, berganti dengan daging merah menjijikkan, dan berbau tak sedap.
254Please respect copyright.PENANAylKJbXKRdb
“Maaf, maafkan aku, Roy. Aku-karena aku…. Kau jadi seperti ini, maaf! Maafkan aku Roy,” isak Anri sambil memeluk tubuh Roy dengan hati-hati. ”Kumohon jangan mati, Roy. Hiduplah! Kumohon hiduplah! Roy!”
254Please respect copyright.PENANAI0Mnw8ruPu
Anri terus merangkul Roy untuk melepas rasa sedihnya, keadaan Roy sekarang membuat Anri semakin yakin untuk menerima nasibnya esok hari. Ia tak bisa membiarkan Roy mati karena keegoisannya, Roy sudah cukup menderita karenanya—Anri tak bisa membiarkan Roy mati dalam keadaan seperti itu.
254Please respect copyright.PENANADI7eVHzYvS
“Roy, akan kulakukan apa pun agar kau selamat. Tak perduli apa pun yang terjadi, aku akan menyelamatkanmu … Roy,” kata Anri setelah melepas rangkulannya, dan menidurkan Roy kembali.
254Please respect copyright.PENANAwHv0fpJsFS
Anri meringsut mundur, ia menyelimuti badan Roy kembali, dan berjalan menghampiri Kamiya yang sejak tadi menunggunya. Tangan Anri mengepal, menatap senyum mesum di wajah Kamiya … janji tetaplah janji, Anri tahu mungkin malam ini ia tak akan beristirahat cukup karena harus melayani nafsu bejad Kamiya.
254Please respect copyright.PENANAU1EAHDAhto
“Sudah selesai?” tanya Kamiya, sambil mengelus pipi Anri dengan telapak tangannya.
254Please respect copyright.PENANAz0EgQoSWZc
Anri membuang muka, ia keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apa pun dengan menarik pakaian Kamiya.
254Please respect copyright.PENANAOarmW5GhvI
Klekk!
254Please respect copyright.PENANAbLAd3QVpaH
Kamiya menutup pintu, dan langsung merangkul Anri dari belakang sambil memainkan dua payudaranya. Anri berusaha menolak, karena mereka masih ada di depan ruangan tempat Roy dirawat, namun Kamiya sudah tak tahan ingin segera memperkosa Anri sampai lemas.
254Please respect copyright.PENANA6czrhlSyFf
“Shhttt! Jangan di sini! Ughh!” bisik Anri, berusaha menahan suaranya saat jari Kamiya mulai memelintir putingnya dari luar.
254Please respect copyright.PENANAokqh0VDNqU