
Roy menjuling pada Rei dengan setengah sadar, tubuhnya terasa panas disertai rasa gatal serta perih yang seakan mengkebiri kulitnya perlahan. Ketika Roy mendapatkan kembali kesadarannya, ia merasakan rasa sakit teramat sangat di sekujur tubuhnya hingga ia berteriak tertahan.
257Please respect copyright.PENANAlE42BWWIGj
“AAAaa— Urgh… AA—” eram Roy berusaha menahan suaranya, sambil meringsut bangun dari tempat tidurnya.
257Please respect copyright.PENANAdXAUqaityG
Rei yang melihat Roy kesakitan itu langsung membantunya bangun dengan hati-hati, Roy terus menahan rasa sakitnya hingga air matanya sedikit keluar sambil menggigit kain perban yang membalut mulutnya.
257Please respect copyright.PENANAwFOdL9OWaW
“Mau kubantu hilangkan rasa sakitnya? Kalau kau mau akan kuberikan kau obat yang akan membuat tubuhmu mati rasa untuk beberapa jam,” tawar Rei.
257Please respect copyright.PENANARdr1WYuMXe
Roy langsung mengangguk setuju, mendapat persetujuan Roy … Rei mengambil tasnya, mengeluarkan dua botol bening berisi cairan obat, dan mencampurkannya menjadi satu, kemudian menyedotnya dengan jarum suntik.
257Please respect copyright.PENANAjaAh7a891l
“Ini dia, Roy,” ucap Rei, bersiap menyuntikkan obat tersebut melalui pembuluh darah di tangan Roy.
257Please respect copyright.PENANAtKhDErFR7z
Jarum suntik yang tipis menembus kulit Roy yang melepuh, menyuntikkan obat misterius yang membuat badan Roy serasa tersetrum. Dua menit setelahnya, rasa sakit di tubuh Roy yang menyiksanya itu perlahan berkurang hingga membuat Roy sedikit lebih baik.
257Please respect copyright.PENANAKMG2SqXKmJ
“Roy, aku tak menyangka kau akan berakhir seperti ini. Aku tak bisa membayangkan Roy si algojo berdarah dingin itu menjadi cacat seperti ini,” tanggap Rei, setelah Roy berhenti mengaduh kesakitan.
257Please respect copyright.PENANAT1ELaEUSPc
Sreet!
257Please respect copyright.PENANAKf4LJFctnN
Tangan Roy yang berbalut perban langsung menarik kerah kemeja Rei, dan mencekiknya dengan tatapan mengintimidasi. Rei berkeringat dingin melihat mata Roy yang mengkilap penuh kemarahan padanya, bibir Roy bergerak perlahan menyebutkan sebuah nama.
257Please respect copyright.PENANAmyPrNkvnOx
“A… A…. Anri….” ucap Roy sambil menunduk mengingat kejadian sebelumnya.
257Please respect copyright.PENANAGxebSsCweX
“Di-Dia aman, Roy. Dia baik-baik saja, dan sekarang bersama kita,” kata Rei sambil berusaha melepaskan cengraman Roy di kerahnya.
257Please respect copyright.PENANAdHOeFt69ED
Perlahan Roy melemahkan cengramannya hingga Rei berhasil melepasnya, dan sedikit menjaga jarak darinya. Rei mengamati Roy dari jauh, dan bersiap mengambil jarum bius yang ia telah siapkan sebelumnya di sakunya.
257Please respect copyright.PENANAPJlYLFHNDh
“Di mana Anri!?” ucap Roy setelah mendapatkan semua ingatannya tentang kejadian sebelumnya.
257Please respect copyright.PENANAr4T6WRlAUy
“Dia di sini. Tapi kau tak bisa menemuinya untuk saat ini, ia dijaga ketat, dan kau tengah diawasi,” jelas Rei menjelaskan keadaannya.
257Please respect copyright.PENANAmt0Fos06nm
Mendengar Anri berada di tempat itu, Roy mencoba untuk turun dari atas tempat tidur, menyadari hal itu Rei menghentikannya. Namun Roy tetap bersikeras, kakinya yang lemah serta melepuh itu menyentuh lantai, dan membuat Roy terjungkat kembali ke ranjang.
257Please respect copyright.PENANAzrvPkJnjHg
“Aaaaaaaaa! AAAAaaa!”
257Please respect copyright.PENANA8SOnP2I5qd
Roy memekik merasakan setruman dahsyat yang di kakinya, namun begitu rasa sakitnya hilang … Roy kembali mencoba lagi—menurunkan kakinya.
257Please respect copyright.PENANAJDNFCTEpVm
“Kau keras kepala sekali, Roy. Sepertinya kau sudah menjadi budak wanita itu sepenuhnya,” ucap Rei menghentikan Roy yang mulai menyelurutkan tubuhnya ke bawah.
257Please respect copyright.PENANAaquI6olg0w
“Budak!? Apa maksudmu!?” tanya Roy penasaran dengan pernyataan Rei.
257Please respect copyright.PENANAleL74LoYql
Rei tersenyum kecil, ia pun memberitahu Roy tentang kebenaran obat yang telah menyembuhkan kontolnya itu. Terungkap kalau saat itu, Rei sengaja memberi tahu Roy tentang obat ajaib untuk membuat Roy mencurinya, dan menggunakannya untuk menyembuhkan kontolnya yang mati.
257Please respect copyright.PENANASjj6y4ZYNw
Tujuan Rei melakukan itu untuk membuat Roy menjadi budak Anri tanpa ia sadari, lalu memperalat Anri untuk menggunakan Roy membunuh Tuan Shigeo, dan para bawahannya yang merepotkan. Rencana awal Roy adalah membuat Hitomi menjadi budak Megumi, lalu bernegosiasi dengan Anri untuk menjatuhkan Tuan Shigeo dengan memanfaatkan Hitomi, dan Roy yang telah menjadi sekutunya.
257Please respect copyright.PENANAf2R8iWiFJM
Akan tetapi, karena Megumi yang tak ingin mengorbankan Anri, Rei mengubah rencananya dengan mempengaruhi Anri, dan Roy langsung dengan bertaruh pada keberuntungannya. Sementara untuk Megumi yang tak mau bekerja sama, Rei menaruh sebuah alat pelacak di mobilnya, dan memberitahu lokasi terakhir Megumi pada tim pengejar.
257Please respect copyright.PENANApb56kuSU0i
“Tidak! Apa rasa cintaku pada Anri selama ini palsu? Semua itu karena obat yang kau buat Rei! Jawab!” bentak Roy dipunuhi rasa marah setelah mendengar penjelasan Rei.
257Please respect copyright.PENANAJNBnBoElIJ
Roy mulai meragukan dirinya sendiri, semua yang ia lakukan selama ini, membunuh Kanda, dan Eiji, mencari Anri sampai berakhir seperti sekarang—semua itu ia lakukan karena pengaruh obat yang disebutkan Rei. Roy memengangi kepalanya, dan berteriak meneriakkan semua rasa kecewa serta amarahnya.
257Please respect copyright.PENANAEx8lCLCQj4
“Obat itu hanya pengikat saja, soal patuh atau tidaknya kau tergantung dirimu sendiri. Dari yang kulihat, kau seperti terobesi padanya … obsesi adalah nafsu terkuat,” jelas Rei.
257Please respect copyright.PENANAS7bclU0hxt
Roy menunduk, kepalanya dipenuhi keraguan serta kebimbangan, membuat rasa sakit di tubuhnya seolah hilang begitu saja. Roy seperti kehilangan jati dirinya, menatap lunglai Rei di depannya, dan kembali berbaring di atas ranjang seperti sebelumnya.
257Please respect copyright.PENANAGN8rclYmRO
“Sepertinya kau butuh waktu untuk memikirkannya, kuharap kau mengambil keputusan yang tepat. Keputusanmu akan merubah jalannya takdir esok hari,” kata Rei sebelum berbalik pergi meninggalkan Roy sendirian kembali dalam renungannya.
257Please respect copyright.PENANA1yAVpk5jLm
****
257Please respect copyright.PENANAh1BZ7skomJ
Mio membawa Shotaro ke rumahnya, dan langsung membawanya ke lantai atas toko Shotaro yang kebetulan tak dikunci. Mio membaringkan Shotaro di atas futon, lalu mengambil air hangat untuk membasuh lukanya—tak lupa Mio juga membawa kotak P3K, dan mengoleskan antibiotik ke luka Shotaro yang terbuka.
257Please respect copyright.PENANAzTmVC3FVge
“Aduuh!” pekik Shotaro yang tersadar oleh rasa perih di wajahnya ketika Mio meneteskan antibiotik ke lukanya.
257Please respect copyright.PENANApua5FyMrdq
“Shotaro! Apa yang terjadi padamu!?” seru Mio, langsung memberi Shotaro air putih yang telah ia siapkan sebelumnya.
257Please respect copyright.PENANAsMgsddPGOV
Shotaro menenggak air tersebut secara lahap, dan menghabiskannya dalam satu teguk … setelah selesai minum, ia mengambil napas dan meminta Mio menyebutkan jam. Mio langsung menyebutkan pukul 12.03 malam, hal itu membuat Shotaro sedikit menghela napas lega.
257Please respect copyright.PENANApTEs8pEznf
“Syukurlah…. Masih ada waktu….” Ucap Shotaro dengan mata berkaca-kaca.
257Please respect copyright.PENANAswI1DYifTs
Mio menimpali, “Shotaro, siapa yang menyerangmu!? Kenapa kau bisa tergelatak seperti itu di tengah jalan?”
257Please respect copyright.PENANAy94dxDAF09
Shotaro kembali menghela napas, dengan bibir terangkat perlahan … Shotaro mulai menceritakan penyerangan yang dilakukan orang-orang itu padanya. Mio sedikit merinding mendengar cerita Shotaro tentang mobil minibus yang menculik Ai, dirinya kembali teringat kenangan 2 tahun lalu saat dirinya menjadi korban minibus itu, dan akhirnya berakhir digangbang selama 3 hari 2 malam saat festival berlangsung.
257Please respect copyright.PENANAV7eJDZCXHu
“Shotaro…. Apa kau tahu siapa yang kau lawan,” ucap Mio sembari merangkul dirinya sendiri untuk meredakan rasa traumanya.
257Please respect copyright.PENANAUrIcAJhq4n
“Aku tahu,” kata Shotaro sambil menggigit bibir, membayangkan ratusan yakuza anak buah Tuan Shigeo, “Tapi aku tetap harus menyelamatkannya! Ai tak akan kubiarkan dia mengalami nasib seperti itu.”
257Please respect copyright.PENANAUQiTFnbKAl
Keduanya terdiam dalam keheningan malam, saling merenung membayangkan betapa kecilnya mereka berdua dibandingkan dengan Tuan Shigeo. Saat tengah merenung tersebutlah, Mio teringat tentang cerita Marina sebelumnya padanya—ia merasa sedikit janggal dengan tindakan Roy yang bergerak tanpa perintah dalam kasus Marina.
257Please respect copyright.PENANAu1Sb2HKmyM
“Shotaro…. Ada satu hal, yang harus aku beritahu padamu,” kata Mio setengah yakin, untuk memastikan keraguannya.
257Please respect copyright.PENANACW06XhiFYA